Senin, 12 Juli 2010

BELAJAR MEMBUAT TAPE KETAN YANG LEZAT

tape ketan Tape ketan merupakan salah satu makanan kesukaan saya. Sebenarnya ada beberapa versi pembuatan tape ini, namun akan saya sampaikan yang termudah menurut saya. Pada prinsipnya pembuatan tape ketan sama dengan pembuatan tape singkong

Bahan dan Alat:

  1. Ketan secukupnya
  2. Ragi tape secukupnya
  3. Daun pisang
  4. Panci
  5. Dandang

Cara pembuatan:

  1. Cuci ketan sampai bersih
  2. Masak ketan dengan cara dikukus kira-kira setengah jam
  3. Cuci lagi sampai bersih
  4. Kukus lagi ketan tersebut sampai kurang lebih satu jam
  5. Sambil menunggu dingin letakkan daun pisang dalam panci sampai permukaan panci tertutup semua
  6. Setelah dingin masukkan ketan kedalam panci sampai setinggi 3 cm.
  7. Taburkan ragi diatasnya tipis-tipis
  8. Masukkan lagi ketan sampai setinggi 3 cm
  9. Taburkan ragi lagi.
  10. Demikian seterusnya sampai ketan habis
  11. Tutup rapat permukaan panci dengan daun pisang, lalu tutup dengan tutup panci.
  12. Biasanya setelah 3 hari tape sudah siap untuk disantap

-by maspary-

Minggu, 11 Juli 2010

MEMBUAT DODOL NENAS SECARA SEDERHANA (ENAK, KENYAL DAN TAHAN TENGIK)

dodol nanas Nenas termasuk buah yang mudah rusak, susut dan cepat busuk, hal ini disebabkan karena tingginya kandungan air yang terdapat dalam buah nenas sehingga menyebabkan mikriorganisme pembusuk mempercepat proses kerusakan nenas.

Suatu usaha untuk mencegah kerusakan buah nenas adalah dengan pengolahan hasil menjadi produk yang lebih disukai dan bernilai ekonomi seperti dodol nenas. Berikut cara sederhana pembuatan dodol nanas yang lezat:

Alat dan bahan:

  1. Panci
  2. Kompor
  3. Pengaduk
  4. Pisau
  5. Plastik bungkus dodol
  6. Nenas
  7. Tepung ketan yang telah di sangrai
  8. Santan kelapa
  9. Gula aren
  10. Gula pasir
  11. Mentega

Cara pembuatan dodol nanas :

  1. Siapkan buah nenas lalu kupas kulitnya dan buang mata nenasnya, kemudian cuci dengan air bersih.
  2. Setelah itu kita potong-potong nenas lalu kita haluskan dengan menggunakan blender,
  3. Siapkan tepung ketan yang telah disangrai, santan kelapa, gula aren, gula pasir dan mentega.
  4. Nenas yang telah dihaluskan tadi dicampur dengan semua bahan, kemudian dimasak sampai kental dan kalis.
  5. Proses pemasakan tidak terlalu lama hanya menggunakan waktu 30 menit sampai 1 jam.
  6. Setelah adonan kental dan kalis kita angkat dan dinginkan, kemudian dilakukan pengemasan dodol nenas.

-by maspary-

Sabtu, 10 Juli 2010

MENGENDALIKAN HAMA ULAT BUNGA/ BUAH KACANG PANJANG (Maruca sp)

images Sampai saat ini hama tanaman kacang panjang yang terpenting dan paling sulit dikendalikan adalah hama ulat kacang (Maruca sp). Petani biasanya kurang memahami gejala awal dari serangan hama ini karena serangan hama ini biasanya dimulai dari fase pembungaan pada tanaman kacang.

Gejala awal biasanya dimulai dengan gugurnya bunga kacang satu persatu, ketika memasuki masa pembungaan maksimal maka akan terjadi rontok bunga kacang yang luar biasa banyak mencapai 90%. Sehingga petani bisa gagal panen.

Ada cara untuk melihat ulat ini pada bunga kacang panjang. Coba cari bunga kacang panjang yang belum rontok dan yang ada lubang sekecil jarum (terlihat seperti titik hitam). Buka bunga kacang tersebut secara perlahan-lahan. Pasti didalamnya ada ulat sebesar rambut dengan warna hitam kecoklatan.

Jika gejala serangan terjadi pada saat pembuahan maka petani baru sadar bahwa tanaman kacang panjangnya telah terserang hama ulat kacang. Biasanya hama ini akan membuat lubang gerek pada buah kacang yang dimakannya. Dan akan membesar diri disitu sampai membentuk fase pupa.

Cara Mengendalikan Hama ulat bunga/ buah kacang panjang:

  1. Harus dimulai dari mengatur jarak tanam yang tidak terlalu rapat
  2. Jaga kebersihan lingkungan tanam terutama dari rumput-rumput liar
  3. Menggunakan pestisida kimia yang handal dan dengan timing yang tepat. Kalau anda ingin menggunakan pestisida yang bisa diandalkan untuk hama ini gunakanlah Proclaim atau virtako (cara penggunaan bisa lihat brosur). Cukup gunakan setengah bulan satu kali. Namun jika terkendala masalah harga anda bisa menggunakan Buldok. Jika anda menggunakan buldok penyemprotan harus dimulai dari fase awal pembungaan bahkan sebelum ada serangan (itu kuncinya), dan penyemprotan dilakukan rutin 1 minggu 1 kali (wah tidak sesuai dengan PHT donk). yach memang hama ini memang sangat susah dikendalikan jika sudah terlanjur menyerang.

-by maspary-

Minggu, 04 Juli 2010

PEMANFAATAN LIMBAH PETERNAKAN UNGGAS SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN TERNAK RUMINANSIA

AYAM POTONG Untuk tumbuh secara optimal ternak memerlukan pakan tambahan yang mengandung nutrien dan bernilai ekonomis yang tinggi seperti bungkil kedelai, tepung ikan, jagung, produk samping gandum/ polar dan beberapa pakan tambahan seperti mineral dan vitamin. Sebagian besar bahan-bahan tersebut masih diimpor dengan harga yang cukup mahal. Oleh karena itu, perlu diupayakan alternatif penyediaan dan penggunaan bahan pakan lokal atau upaya pemanfaatan berbagai macam produk samping pertanian dan agroindustri secara optima.

Dalam pemeliharaan ayam pedanging maupun ayam petelur (unggas) akan ngenghasilkan limbah yang mempunyai nilai nutrisi yang cukup tinggi. Jumlah kotoran ayam /limbah yang dikeluarkan setiap harinya banyak, rata-rata per ekor ayam 0, 15 kg (CHARLES dan HARIONO, 199 1). FONTENOT et al. (1983) melaporkan bahwa rata-�rata produksi buangan segar ternak ayam petelur adalah 0,06 kg/hari/ekor, dan kandungan bahan kering sebanyak 26%, sedangkan dari pemeliharaan ayan pedaging kotoran yang dikeluarkan sebanyak 0, 1 kg/hari/ekor dan kandungan bahan keringnya 2 5%.

Kotoran ayam terdiri dari sisa pakan dan serat selulosa yang tidak dicerna. Kotoran ayam mengandung protein, karbohidrat, lemak dan senyawa organik lainnya. Protein pada. kotoran ayam merupakan sumber nitrogen selain ada pula bentuk nitrogen inorganik lainnya. Komposisi kotoran ayam sangat bervariasi bergantung pada jenis ayam, umur, keadaan individu ayarn, dan makanan (FOOT et al., 1976).

Pakan yang diberikan pada ayam pedaging biasanya dengan kandungan kualitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 28-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal. Dengan melihat pakan yang demikian bagus maka kita dapat menyimpulkan limbah / ekskreta yang dihasilkan masih mempuyai nilai nutrisi yang masih tinggi, apa lagi sisitem pencernaan unggas lambung tunggal dan proses peyerapan berjalan sangat cepat sehingga tidak sempurna masih banyak kandungan nutrisi yang belum terserap dan di buang bersama dengan feses. Dalam pemeliharan ayam kita juga masih banyak melihat pakan yang tercecer jatuh kedalam feses sekitar 5-15% dari pakan yang di berikan, atau pun telur yang pecah dalam kandang hal ini akan meningkatkan nilai nutrisi yang ada dalam feses.

KANDUNGAN NUTRISI FESES AYAM POTONG/ PETELUR ADALAH:

Nutrisi

Kandungan

Protein Kasar

Serat Kasar

Abu

calium

Phospor

Garam

TDN

energi

19,94 %

8,47-14,90%

3,0 � 3,5%

1-3,2%

1-3,2%

0,20%

90%

2500 Kcal

CARA PEMBUATAN LIMBAH UNGGAS SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN RUMINANSIA

  1. Pisahkan limbah (feses, kerabang telur, bulu ayam)
  2. Feses dibuat menjadi bubur dalam bak.
  3. Bubur feses ditambahkan anti biotik, diendapkan beberapa jam.
  4. Masukkan bubur feses dalam loyang besar, kemudian dimasukan dalam oven selama 12 jam dalam suhu 80 OC.
  5. Setelah kering diambil dan siap dicampur dengan bahan konsentrat lain.

-MASPARY-

Sabtu, 03 Juli 2010

PARE MENCEGAH KANKER, DIABETES, LIVER, DEMAM DAN CACINGAN

PARE Pare (Momordica charantia L.) memiliki nama yang beragam di setiap daerah, di antaranya Prien (Gayo), Foria (Nias),Peria (Melayu), Kambeh (Minangkabau), Papare (Jakarta, Halmahera), Paria (Sunda, Makasar, Bugis, Batak, Bima), Pare (Jawa Tengah), Pepareh (Madura), Paya Truwok (Sasak), Pania (Timor), Popari (Menado), Beleng gede (Gorontalo), Papariane (Seram), Papari Buru), Kepare (Ternate).

Pare banyak terdapat di daerah tropis, tumbuh baik di dataran rendah dan dapat ditemukan tumbuh liar di tanah telantar, tegalan, dibudidayakan atau ditanam di pekarangan dengan dirambatkan di pagar. Pare merupakan tanaman yang merambat atau memanjat dengan alat remberist atau sulur berbentuk spiral, banyak bercabang dan berbau tidak enak.


Pare memiliki sifat yang pahit, dingin dan juga antiradang. Kandungan kimia yang terdapat pada daun pare berupa momordisin, momordin, karantin, asam trikosanik, resin, asam resinat, saponin, vitamin A dan C serta minyak lemak yang terdiri dari asam oleat, asam linoleat, asam stearat dan Loleostearat. Sementara buahnya mengandung unsur karantin, hydroxytryptamine, vitamin A,B dan C.


Meskipun memiliki rasa pahit, buah ini menyimpan berjuta manfaat dari berbagai nutrisi yang dikandungkan.Sayang rasanya jika pare terlewatkan dalam daftar menu makanan kita. Selain dapat membantu menambah nafsu makan, Pare juga memiliki banyak khasiat untuk membantu penyembuhan penyakit.


Berdasarkan hasil penelitian, mulai dari buah, daun, akar, hingga bijinya diyakini dapat membantu proses penyembuhan penyakit seperti cacingan, demam dan lever.
Tidak hanya itu saja, menurut beberapa penelitian ternyata pare dapat mencegah sel kanker. Pare mengandung Lesichin yang bermanfaat mengaktifkan kerja kekebalan tubuh untuk melawan sel kanker. Selain itu juga mengandung betakaroten yang dapat membasmi sel kanker, menghambat serangan jantung dan mengatasi infeksi karena virus.


Di Cina, khasiat buah pare (Momordica charantia L.) sebagai obat sudah ada sejak tahun 1578. Awalnya sebagai tonikum, obat cacing, obat batuk, antimalaria, seriawan, penyembuh luka, dan penambah nafsu makan. Ratusan riset di banyak negara yang berkembang kemudian menyingkap buah pahit ini berefek menurunkan kadar gula darah. Zat protein yang terkandung berperan dalam penurunan kadar gula dalam darah.
Kadar kalsium pare juga tergolong tinggi, sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Bila insulin dalam tubuh mencukupi maka kemungkinan kadar glukosa membanjir dapat dicegah, sehingga kadar gula darah menjadi normal atau terkontrol.


Cara mengolahnya pun sangatlah mudah. Misalnya untuk penderita diabetes, Siapkan 200 gr buah pare segar, cuci bersih lalu diblender hingga halus. Tambahkan air matang secukupnya, lalu peras hingga air perasaan terkumpul sebanyak 50 ml. Kemudian air perasan tadi direbus menggunakan api sedang selama 15-30 menit. Setelah dingin diminum, lakukan setiap hari.


Selain itu dapat pula untuk menyembuhkan cacingan pada anak-anak. Cacingan merupakan salah satu penyakit yang seringkali menimpa buah hati kita, untuk penanganannya cukup dengan menyiapkan daun pare segar sebanyak 7 gr, lalu rebus dengan menggunakan 1/2 gelas air panas. Dinginkan air rebusan tadi lalu saring. Tambahkan 1 sendok teh madu lalu aduk hingga rata. Minum air rebusan tadi sebelum makan pagi.


Sedangkan untuk penyakit demam dan liver, dapat diolah dengan menyiapkan segenggam penuh daun pare yang telah dicuci bersih, lalu ditumbuk hingga halus. Tambahkan 1 cangkir air matang, kemudian aduk hingga rata lalu saring. Beri sedikit garam pada air hasil saringan tadi, minum pada pagi hari sebelum makan.

Setelah kita ulas satu per satu manfaat Pare yang begitu banyak, rasanya menu olahan Pare wajib masuk dalam daftar makanan kita. Jika anak-anak tidak suka dengan rasanya yang pahit, berikut ada tips untuk menghilangkan rasa pahit dari buah Pare.


Pertama, buang bijinya lalu cuci bersih. Kemudian buah Pare diremas-remas dengan garam di tambah sedikit gula pasir, cuci dengan air sisa cucian beras, ulangi beberapa kali sampai layu. Selanjutnya, rendam sebentar (sekitar 10 menit) dengan air garam, cuci dengan air bersih dan tiriskan. Dan akhirnya pun Pare siap diolah, karena rasanya sudah cukup asin jadi tidak perlu ditambah garam saat memasak atau cukup tambahkan sedikit saja sesuai selera.


Momordica charantia L memang terkenal dengan rasanya yang pahit. Tapi di balik rasanya yang pahit, tersimpan banyak sekali manfaatnya. Sayang rasanya bila kita tidak mau mencicipinya hanya karena alasan pahit. Mulai sekarang, biasakan keluarga anda untuk makan masakan berbahan dasar Pare, selain tanaman ini mudah ditemukan dan harganya relatif murah, menggunakan bahan lokal sebagai obat alternatif tampaknya lebih aman dari pada obat luar. Selamat mencoba,..!! (suara merdeka 18 Juni 2010)

-by maspary-

Jumat, 02 Juli 2010

BUDIDAYA KAKAO PRO KONSERVASI

kakao Salam Pertanian. Kakao merupakan salah satu komoditas yang sesuai untuk perkebunan rakyat karena tanaman ini dapat berbunga dan berbuah sepanjang tahun sehingga dapat menjadi sumber pendapatan harian atau mingguan bagi pekebun.

I. PENGOLAHAN TANAH

  1. Pengolahan tanah terdiri atas kegiatan pembuatan teras bangku / teras kebun, saluran pembuangan air (SPA ) dan bangunan terjunan air (BTA).
  2. Teras bangku cocok diterapkan pada lahan dengan kemiringan 10 � 30�, sedangkan teras kebun cocok diterapkan pada lahan dengan kemiringan 30 - 50�.
  3. Pembuatan teras, saluran pembuangan air dan bangunan terjunan ditujukan untuk mengurangi seminimal mungkin aliran air permukaan dan memaksimalkan peresapan air ke dalam tanah.

image image

II. PENANAMAN

Pembuatan Ajiran

  1. ajir di buat dari bambu setinggi 80 � 100 cm.
  2. Pasang ajir induk sebagai patokan dalam pengajiran selanjutnya.

Pembuatan Lobang Tanam

  1. Dua minggu sebelum tanam, siapkan lobang tanam ukuran 40 x 50 x 40 cm dengan jarak tanam 3 x 4 m.
  2. Lubang tanam di beri pupuk kandang 5 Kg dan ditambah pupuk TSP 1 � 5 gram/lubang.

Penanaman Bibit

  1. Bibit kakao yang berumur 3 bulan ( tinggi 50 cm ) dimasukkan ke dalam lubang tanam dan ditutup dengan tanah galian.
  2. Naungan tanaman kakao meliputi : tanaman kelapa, albasia, dan jati.
  3. Pohon naungan secara bertahap dikurangi / ditebang sejalan dengan perkembangan tanaman kakao.

III. PEMELIHARAAN

A. PEMUPUKAN

Pemupukan pertama dapat dilakukan pada umur 3 bulan dengan menggunakan pupuk urea, organik dan NPK dengan dosis � kg ( 1 : 2 : 1 ), pemupukan kedua tanaman umur 9 bulan dengan menggunakan pupuk urea, organik dan NPK dengan dosis 1 kg ( 1 : 2 : 1 ), dan pemupukan selajutnya dilakukan setiap 6 bulan sekali sampai tanaman berumur 3 tahun (tanaman mulai panen). Pemupukan sesudah panen dilakukan setiap 3 bulan dengan menggunakan pupuk urea, SP 36 dan NPK dengan dosis � kg dengan perbandingan 1 : 1 : 1.

B. PEMANGKASAN
Tujuan pemangkasan untuk mendapatkan pertumbuhan tajuk yang seimbang, kukuh dan produksi yang tinggi serta mengurangi kelembaban dan memudahkan pelaksanaan panen dan pemeliharaan. Pemangkasan dapat dilakukan 3 kali yaitu :

  1. pemangkasan bentuk yaitu pada saat tanaman berumur 8-12 bulan.
  2. pemangkasan pemeliharaan yaitu pada saat tanaman berumur 18-36 bulan.
  3. pemangkasan produksi dilakukan setelah tanaman mulai berbuah yaitu dengan membuang ranting, tunas air, dan cabang kering serta cabang yang pertumbuhannya
    menggantung dan saling tumpang tindih.

C. PENGENDALIAN GULMA

Gulma utama pada tanaman kakao antara lain gulma ilalang. Pengendalian dilakukan dengan cara mekanik (mencabut dengan cangkul/sabit) dan cara kimia (penyemprotan dengan menggunakan herbisida).

IV. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT

Hama dan penyakit utama yang menyerang tanaman kakao adalah Penggerek Buah, Penghisap Buah Kakao dan Penyakit Jamur Akar. Upaya pengendalian dilakukan dengan cara kimiawi (penyemprotan pestisida) dan sanitasi lingkungan kebun.

V. PANEN DAN PASCA PANEN

1.PANEN

  1. Buah kakao dipanen bila sudah cukup masak tetapi tidak terlalu masak, berwarna kuning atau merah (umur 5,5�6 bln sejak berbunga).
  2. Panen dilakukan setiap 1 - 2 minggu sekali, menggunakan sabit dan dilaksanakan pada pagi hari.
  3. Panen pertama dilakukan setelah tanaman kakao berumur 3 tahun, dengan produktivitas rata � rata 150 � 170 Kg biji kering/Ha per bulan.

2.PEMECAHAN BUAH

Pemecahan dilakukan dengan memukulkan buah kakao pada benda tumpul hingga pecah, kemudian biji dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam karung plastik.

3. PEMERAMAN BUAH

Pemeraman buah dilakukan untuk mempermudah dalam menghilangkan pulp/ lendir,menghilangkan daya tumbuh benih, merubah warna biji serta mendapatkan aroma dan cita rasa yang enak. Pemeraman dilakukan dengan cara biji kakao disimpan di karung goni/plastik kemudian ditindih kayu / papan selama 1-2 hari.

4. PENGERINGAN

Biji kakao dijemur selama 2 hari sampai kadar air menjadi 9 -11 %.

5. PENYIMPANAN

Biji kakao disimpan dalam karung goni yang dialasi pallet dengan jarak pallet dan lantai minimum 10 cm.

VI. PEMASARAN

  1. Penjualan dilakukan sekurang � kurangnya sebulan sekali.
  2. Harga jual biji kakao kering di daerah banyumas saat ini adalah Rp 22.000/Kg.

VII. ANALISA USAHA TANI KAKAO (1 Ha,3 th)

I. PENGELUARAN

  1. Biaya Saprodi (Bibit,Pupuk,Pestisida) : Rp 10.845.500,-
  2. Biaya Tenaga Kerja : Rp 3.875.000,-
  3. Biaya lain-lain : Rp 200.000,-
  4. Biaya Sewa Tanah Rp 6.300.000,-/3 tahun
  5. Total Pengeluaran Rp 21.220.500,-

II. PENERIMAAN

Hasil Panen 1.610 Kg x Rp 22.000,- =Rp 35.420.000,-

III. LABA/RUGI

Laba/Rugi = Penerimaan � Pengeluaran

= Rp 35.420.000 � Rp 21.220.500

= Rp 14.199.500,-

-by maspary-

Kamis, 01 Juli 2010

JAMBU BIJI UNTUK PENGOBATAN DEMAM BERDARAH DAN DIARE


jambu biji Nama Latin : Psidium guajava
Common name : Guava

KANDUNGAN ZAT AKTIF JAMBU BIJI
Tanin, quersetin, glikosida quersetin, flavonoid, minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat,
asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin, vitamin.


MEKANISME KERJA

  1. Tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse transkriptase, yang berarti khasiat untuk mengatasi penyakit demam dengan menghambat pertumbuhan virus berinti RNA. Bahan itu juga disebutkan mampu meningkatkan jumlah trombosit hingga 100 ribu milimeter per kubik tanpa efek samping.
  2. Quersetin dan glikosida quersetin yang dapat menghambat kontraksi spontan ileum dan sekresi asetilkolin lambung penyebab diare, sehingga diare dapat teratasi dengan cepat.
  3. Tanin bersifat sebagai astringent, yaitu melapisi mukosa usus, khususnya usus besar. Serta sebagai penyerap racun dan dapat menggumpalkan protein.


HASIL PENELITIAN

  1. Nasirudin, Soegeng Soegijanto, Bagian Ilmu Kesehatan Fakultas Kedokteran UNAIR. Ekstrak daun jambu biji dapat mempercepat pencapaian jumlah trombosit lebih dari 100.000/?l dan dapat meningkatkan jumlah trombosit pada penderita demam berdarah dengue pada anak.
  2. Iman subagyo, wahyo Dyatmiko dan Abdul karim UNAIR, 1981. Secara invitro
    infus daun jambu biji dengan bermacam-macam kepekatan menunjukkan perbedaan yang nyata pada diameter daerah hambatan, pertumbuhan kuman Shigella Flexneri dan Shigella sonnei sebagai penyebab desentri basiler.


KHASIAT & KEGUNAAN JAMBU BIJI :
- Membantu meningkatkan trombosit pada penderita demam berdarah.
- Membantu menghentikan diare.



DEMAM BERDARAH
Demam Berdarah adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Virus Demam Berdarah berada pada aliran darah selama 4-7 hari, dimulai pada 1-2 hari sebelum timbulnya panas. Dengan adanya virus dalam tubuh membuat dinding pembuluh darah bocor. Akibatbya darah tak terbendung dan terus- menerus merembes dari pembuluh darah kemudian memasuki jaringan.


GEJALA DEMAM BERDARAH
Demam tinggi, pusing, sakit pada persendian dan otot
Hilangnya nafsu makan, muntah lemah dan lesu.
Setelah 3 hari biasanya timbul bintik-bintik merah pada kulit.
Pendarahan pada hidung.
Penurunan junlah trombosit, terjadi tergantung tingkat keparahannya.

Bila jumlah trombositnya kurang dari 60.000, pasien mempunyai risiko terjadinya perdarahan. Kurang dari 20.000 risikonya berupa perdarahan tiba-tiba. Lebih rendah dari 5.000 risikonya paling tinggi, yakni perdarahan otak. Fungsi trombosit di dalam tubuh sangat penting, yakni menghentikan perdarahan akibat pecahnya pembuluh kapiler.

PERHATIAN
Pemberian JAMBU BIJI pada pasien demam berdarah tidak menyebabkan efek samping
yang berarti, misalnya sembelit. Sebaiknya pemberian jambu biji untuk penderita demam berdarah dalam bentuk juice jambu biji.


DIARE
Diare merupakan gejala infeksi saluran pencernaan yang ditandai dengan bertambahnya
frekuensi buang air besar lebih dari biasanya, disertai perubahan bentuk dan
konsistensi tinja.


PENYEBAB DIARE

  1. Infeksi kuman, berupa parasit, bakteri, atau entero virus (virus yang hidup dan
    berkembang dalam saluran pencernaan dan menyebar bersama feses).
  2. Keracunan makanan, misalnya tercemar Clostridium botulinum
  3. Pemakaian obat-obatan (seperti antibiotic)
  4. Penyebab tidak pasti (radang usus halus dan usus besar)


TIPS UNTUK PENDERITA DIARE
Penderita harus minum oralit.
Bila dalam 3 hari mengkonsumsi daun jambu biji + garam + kunyit + sedikit kapur sirih tidak sembuh, segera hubungi dokter.



REFERENSI
1. Anonim, 2000, Acuan Sediaan Herbal, Departemen Kesehatan RI
2.
http://warintek.bantul.go.id/web.php?mod=basisdata&kat=1&sub=2&file=43
3. Anonim, Materia Medika Indonesia jilid 1, 1977, hal 90
4. Lily M Perry, 1980, Medicinal Plants of East and Southeast Asia, Inggris : The MIT
Press London.
5. Deni Bown, 2001, New Encyclopedia of Herbs & Their Uses, Dorling Kindersley.
6. Soegeng Soegijanto, 2006, Demam Berdarah Dengue, Edisi 2, Airlangga University
Press.
Product Knowledge/PT. Industri Jamu Borobudur/Produk Tunggal/Jambu Biji 3
7.
http://www.ciat.cgiar.org/ipgri/fruits_from_americas/frutales/Ficha%20Psidium
%20guajava.htm
8.
http://www.hort.purdue.edu/newcrop/morton/guava.html#Food%20Uses

-BY MASPARY-