Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teknologi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 09 Agustus 2011

MEMBUNGAKAN DAN MEMBUAHKAN TANAMAN DURIAN

membungakan -durian Salam Pertanian!! Rekan-rekan Gerbang Pertanian Semua, durian termasuk buah yang selalu ngetrend sampai sekarang. Kalau boleh saya mengatakan durian merupakan tanaman buah eksklusif karena harga buahnya yang selalu mahal dan tidak pernah mengenal kata harga anjlog. Setiap saat ada durian harganya selalu mahal. Karena hal tersebut maka banyak petani maupun hobiis mencoba membudidayakan tanaman durian baik di areal perkebunan maupun skala dalam pot (tabulapot).

Salah satu kendala yang sering dialami dalam budidaya durian adalah sulitnya membuahkan tanaman durian tersebut. Banyak kasus petani telah memelihara tanaman durian lebih dari 3 tahun akan tetapi tanaman durian mereka tidak kunjung berbunga apalagi berbuah. Oleh karena itu Gerbang Pertanian kali ini akan sedikit membagikan tips bagaimana cara bukan hanya membuahkan durian tetapi bagaimana melebatkan buah durian. Apa yang akan maspary tulis hanyalah hasil dari kesimpulan beberapa petani durian daerah sekitar banyumas.

Untuk membungakan dan membuahkan tanaman durian bukan hanya terpengaruh oleh faktor iklim akan tetapi juga harus memperhatikan faktor tanah, hama penyakit dan bibit itu sendiri. Mari kita ulas sedikit pengaruh dari masing-masing faktor diatas:

  1. Bibit merupakan faktor yang menentukan pertumbuhan dan pembuahan tanaman durian. Lakukan pembelian bibit tanaman durian ke penjual bibit yang benar-benar bisa kita percaya. Kalau perlu penjual bibit tanaman durian yang berani memberikan garansi. Kita perlu hati-hati dalam memilih bibit karena saat ini tidak sedikit penjual bibit tanaman durian yang nakal demi untuk memperoleh keuntungan sesaat.
  2. Semenjak tanaman durian kita tanam kita harus memberikan pupuk organik (baik padat maupun cair) dan unsur hara yang cukup melalui tanah bagi pertumbuhan vegetatif tanaman durian . Hal ini bertujuan agar tanaman durian memiliki pertumbuhan vegetatif yang bagus sebelum memasuki masa pembuahan atau vase generatif.
  3. Dalam pemeliharaan sebaiknya mengikuti iklim. Maksudnya jika musim hujan kita genjot pertumbuhan vegetatifnya untuk persiapan pembungaan dan pembuahan di musim kemarau (musim berbuah).
  4. Kita harus memahami benar tentang hama dan penyakit tanaman durian dan bagaimana cara mengatasinya. Karena ada hama dan penyakit tanaman durian yang tidak bisa kita obati akan tetapi harus kita cegah.
  5. Setelah kita melakukan semua dari nomor 1 sampai nomor 4 dan ternyata tanaman durian kita belum berbunga dan berbuah juga maka diperlukan zat perangsang untuk mempercepat pembungaan. Yang saya tahu ada dua jenis perangsang pembungaan pada tanaman durian. Yang pertama adalah Paklobutrazol dan yang kedua adalah NF.Durian.

Cuma sayangnya jika menggunakan paklobutrazol menurut beberapa kesaksian para petani banyak yang mengeluh kurang manjur dan ada juga yang mengeluh kalo menggunakan Paklobutrazol bisa merusak tanaman duian.

Adapun beberapa pengalaman petani daerah sekitar Banyumas yang telah menggunakan NF.Durian adalah sebagai berikut:

  1. Pak Gun. Desa Tambak Sari Kec Sumbang. Beliau menanam 30 batang tanaman durian didaerah Gandatapa. Setelah 3 - 5 tahun dipelihara tanaman durian beliau ternyata belum berbunga juga. Akhirnya beliau mencoba untuk mengocorkan NF.Durian 1 botol kepada 9 tanaman durian ( 4 durian lokal tanam dari biji berumur 4-5 tahun dan 5 durian montong yang berumur 3 tahun). Setelah 3 bulan aplikasi tanaman durian lokal beliau telah berbunga dan yang montong 1 - 2 bulan keluar bunga. Sebelumnya beliau telah mencoba Paklobutrazol tapi belum membuahkan hasil.
  2. Pak Yanto. Desa Kecepit Kec Punggelan Banjarnegara. Beliau mencoba pada tanaman durian yang berumur baru 2 tahun. Beliau mengaplikasikan NF.Durian pada 5 tanaman durian montong dan akhirnya berbunga semua.
  3. Pak Wahidin. Desa Karang Sari Kebasen. Beliau menanam 10 batang tanaman durian cani disekitar pekarangan rumahnya. Sebelum memakai NF.Durian tanaman tersebut berbuah hanya sekitar 14 buah perpohon. Kemudian beliau mencoba NF.Durian untuk 2 tanaman durian (pake 25 ml/ batang), dan luar biasa dua tanaman tersebut mampu berbuah hingga 80 butir perpohon ( sekitar 30 buah yang mempunyai berat 5 Kg dan bentuknya bagus, sisanya memiliki berat sekitar 3 kg). Hal tersebut terjadi kemungkinan karena tidak dilakukan perempelan sehingga berbuah terlalu banyak dan tidak seragam.

Adapun dosis penggunaan NF.Durian untuk membungakan dan membuahkan tanaman durian adalah sebagai berikut:

UMUR TANAMAN DURIAN

DOSIS NF.DURIAN

AIR

KETERANGAN

2 - 3 Tahun 5 - 10 ml/ tanaman 2 liter dikocor sekitar
4 - 5 Tahun 10 - 15 ml/ tanaman 2 liter perakaran dengan
6 - 9 Tahun 15 - 20 ml/ tanaman 3 liter diameter
10 - 24 Tahun 20 - 25 ml/ tanaman 3 liter 40- 60 cm
25 Tahun atau lebih 30 ml/ tanaman 3 liter

NF.Durian juga bisa digunakan untuk membuahkan durian diluar musim, tinggal kita kocorkan sekitar 4 bulan sebelum waktu pembungaan yang kita kehendaki.

Anda menanam durian dan mengalami kendala dalam membungakan dan membuahkannya silahkan coba NF.Durian. Harganya cuma Rp.160.000 per botol isi 50 ml. Jika anda berminat silahkan hubungi Maspary di 081 226 302 97 (SMS ONLY). Untuk lebih jelas tentang produk Gerbang Pertanian silahkan baca menu order, produk dan pengiriman pada pojok kanan atas blog ini.

Jumat, 05 Agustus 2011

CARA MEMBUAT PUPUK NPK SENDIRI (RUMUS MEMBUAT NPK)


Salam Tani !! Maspary selalu mengajak kepada para rekan-rekan petani untuk selalu belajar hidup mandiri. Selalu belajar mencari bahan disekitar kita untuk mendukung kegiatan pertanian yang sedang kita lakukan. Selalu mencari solusi termurah dan termudah terhadap saprodi yang kita perlukan. Oleh karena itu Gerbang Pertanian kali ini akan mengulas sedikit cara membuat NPK sendiri.

Kita ketahui bersama selain pupuk NPK harganya mahal apalagi yang tidak bersubsidi (NPK Mutiara, NPK BASF dan NPK Hydro), juga terkadan NPK bersubsidi kalau sedang kita butuhkan sulit didapatkan dikios-kios. Yah��. namanya barang bersubsidi, kadangkala dijadikan sebagai bahan permainan para pedagang. Walaupun terkadang sangat merugikan petani (barang langka dan harga diatas HET).

Artikel cara membuat pupuk NPK sendiri yang akan saya sampaikan merupakan cara menghitung/ mengkombinasi pupuk Urea, SP36 dan KCl sehingga mempunyai kandungan NPK sesuai dengan yang kita inginkan. Pupuk NPK di pasaran mempunyai kandungan berbagai macam, 15:15:15 (NPK Ponska ), 16:16:16 (NPK Mutiara), 20:10:10 (NPK Pelangi) dan lain sebagainya.

Cara membuat pupuk NPK sendiri:

  1. Kita tentukan dulu kandungan pupuk NPK yang akan kita buat. Untuk lebih mempermudah penjelasan kita contohkan akan membuat pupuk NPK sendiri dengan kandungan 20:15:10.
  2. Hitung kebutuhan pupuk NPK yang akan kita buat. Misalnya kita akan membuat 200 Kg pupuk NPK dengan kandungan 20:15:10.
  3. Kita hitung jumlah masing-masing unsur hara yang kita butuhkan. Unsur N : 20% X 200 = 40 kg. Unsur P : 15% X 200 = 30 Kg. Unsur K : 10% X 200 = 20 Kg.
  4. Kita konfersikan kebutuhan masing-masing unsur hara dengan pupuk tunggal yang telah kita persiapkan (Urea, SP36 dan KCl). Kandungan N dalam urea adalah 54% maka untuk mendapatkan N 40 Kg maka kita butuh Urea (100 : 54) X 40 = 74 Kg Urea. Untuk mendapatkan unsur P 30 Kg kita butuh SP36 (100 : 36) X 30 = 83,3 Kg SP36. Sedangkan kebutuhan unsur K sebesar 20 Kg akan kita perolaeh dari KCl (100 : 45) X 20 = 44,4 Kg.
  5. Oleh karena itu NPK dengan komposisi 20 : 15 : 10 sebanyak 200 Kg setara dengan Urea 74 Kg + SP36 83,3 Kg + KCl 44,4 Kg.

Contoh pembuatan NPK lain :

Untuk membuat Pupuk yang setara dengan 50 Kg NPK Ponska (15 : 15 : 15) maka kita butuh :

Urea : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 54) = 13,8 Kg Urea

SP36 : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 36) = 20,8 Kg SP36

KCl : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 45) = 16,66 Kg KCl

Saya kira harga 50 Kg NPK Ponska akan lebih mahal jika dibanding dengan kombinasi 13,8 Kg Urea, 20,8 Kg Sp 36 dan 16,66 Kg KCl. Selamat mencoba !

Semoga artikel dari maspary yang berjudul Cara Membuat Pupuk NPK Sediri ini bisa bermanfaat bagi pembaca semua. (maspary).

Kamis, 28 Juli 2011

CARA SEDERHANA MENGUJI KESUBURAN TANAH

cara-sederhana-mengukur-kesuburan-tanah Salam pertanian!! Kesuburan tanah sekarang ini masih menjadi topik utama pembicaraan para petani Indonesia. Hal tersebut tidaklah mengherankan karena tanah yang subur merupakan modal dasar kesuksesan berbudidaya. Sebagus apapun bibit maupun tehnik budidaya akan tetapi faktor yang satu itu (kesuburan tanah) tetap menjadi kunci utama. Akan tetapi kita dilapangan kadang masih dibuat bingung untuk menentukan tingkat kesuburan tanah kita. Sudah suburkah tanah yang kita gunakan untuk bercocok tanam selama ini? Untuk membantu hal tersebut Gerbang Pertanian kali ini ingin membagi tips cara sederhana menguji kesuburan tanah. Bukan itu saja maspary juga akan mengulas cara membuat alat penguji kesuburan tanah secara sederhana .

Sebelum kita berbicara tentang cara sederhana menguji kesuburan tanah sebaiknya kita membuat alatnya terlebih dahulu. Adapun cara membuat alat penguji kesuburan tanah adalah sebagai berikut:

Alat dan bahan:

  1. Pitingan lampu
  2. Lampu bohlam 100 watt
  3. Kabel (double) 2 meter
  4. Ruji sepeda 2 buah
  5. Jack
  6. Paralon atau kayu sebagai pemegang

Cara Membuatnya:

  1. Sambungkan salah satu ujung pitingan lampu dengan ruji sepeda
  2. Ujung yang satu pitingan sambungkan dengan salah satu kabel sepanjang 2 meter
  3. Sambungkan sepasang  ujung kabel dengan Jack (salah satu yang tersambung dengan pitingan lampu)
  4. Ujung kabel yang belum tersambung sambungkan dengan ruji sepeda yang satunya
  5. Jika rangkaian sudah benar dan aman silahkan pasang lampu bohlam 100 watt pada pitingan.
  6. Untuk mengetes rangkaian tancapkan jack pada stop kontak dan coba hubungkan kedua ujung ruji dengan sendok, paku atau plat besi. Jika menyala terang berarti rankaian sudah benar.
  7. Setelah rangkaian jadi silahkan gunakan untuk mengukur kesuburan tanah kita masing-masing.

Cara sederhana menguji kesuburan tanah:

  1. Ambil segenggam tanah yang akan kita uji
  2. Masukkan kedalam gelas dan campurkan sedikit air hingga macak-macak.
  3. Aduk larutan tersebut
  4. Tancapkan jack pada stop kontak
  5. Tancapkan kedua ujung ruji pada tanah basah yang telah kita masukkan dalam gelas
  6. Semakin terang nyala lampu berarti tanah kita semakin subur.

Maspary pernah iseng mengukur tanah-tanah sawah disekitar rumah saya, dan hasilnya ternyata ada yang tidak menyala sama sekali dan menyala redup sekali. Ketika saya mencoba mengukur pupuk organik padat yang saya campur air nyalanya luar biasa terangnya. Dari hasil uji coba tersebut berarti dapat kita ambil kesimpulan kondisi tanah disekitar saya.

Cara sederhana menguji kesuburan tanah yang maspary sampaikan tersebut memang tidak bisa akurat sekali karena tidak ada skala nilai tingkat kesuburan tanah, akan tetapi paling tidak bisa membantu para petani kita untuk memperkirakan tingkat kesuburan tanah mereka masing-masing.

Sebenarnya maspary telah membuat alat pengukur kesuburan tanah ini dan banyak juga petani saya yang pesan. Alat tersebut sudah saya kemas secara rapih dan aman, jadi anda tinggal menggunakannya saja. Jika para pembaca belum sempat membuatnya atau masih bingung dengan rankaian listrik yang maspary sampaikan silahkan hubungi maspary  HP 081 226 30 297 (SMS Only) untuk memesannya. Ingin tahu alatnya seperti apa bikinan maspary? Silahkan lihat gambar dibawah ini.

alat-pengukur-kesuburan-tanah

Sampai disini dulu perjumpaan dengan Gerbang Pertanian, semoga sedikit informasi ataupun tips yang Maspary sampaikan selalu bisa membawa kemajuan pertanian Indonesia beserta para petani dan keluarganya. (maspary)

Minggu, 24 Juli 2011

CARA TRADISIONAL MENGETAHUI KEASAMAN TANAH

pengukur-keasaman-tanah Salam pertanian!! Rekan-rekan gerbang pertanian semua saya masih punya sedikit informasi pertanian  hasil oleh-oleh kunjungan saya dari Joglo Tani. Yaitu tentang cara tradisional mengetahui keasaman tanah. Cara yang akan maspary sampaikan ini termasuk cara mudah, murah dan siapapun bisa.

Beberapa waktu yang lalu maspary telah menulis di Gerbang Pertanian tentang cara mengukur PH tanah dengan menggunakan kertas lakmus/ PH indikator. Tetapi hal tersebut akan menjadikan banyak kendala bagi rekan-rekan yang sulit mendapatkan kertas lakmus (maaf, masih banyak rekan kita yang hidup jauh dari kota). Oleh karena itu artikel kali ini mudah-mudahan bisa membantu rekan-rekan petani yang kesulitan mendapatkan kertas lakmus.

Cara tradisional mengetahui keasaman tanah yang akan saya tulis ini hanya mendeteksi kondisi tanah kita asam atau basa saja, tidak sampai mengukur berapa pH tanah kita. kalau untuk mengetahui lebih berapa pH tanah kita harus menggunakan kertas pH indikator. Jika ingin lebih spesifik lagi (lebih akurat) kita gunakan pH meter.

 

Langsung kita mulai saja praktek cara tradisional mengetahui keasaman tanahnya,

  1. Ambil kunir sebesar jari telunjuk
  2. Potong jadi dua
  3. Salah satu potongan kunir tadi, masukkan kedalam tanah basah yang akan kita ukur pH nya
  4. Tunggu sampai kira-kira sengah jam (30 menit)
  5. Ambil kunir tesebut dan lihat warna bagian potongan kunir tersebut
  6. Jika warna bagian yang terpotong tadi pudar berarti tanah kita asam.
  7. pH tanah kita netral jika hasil potongan tadi berwarna tetap cerah.
  8. Akan tetapi jika warna kunir tadi biru berarti tanah kita cenderung basa.

Walaupun cara tradisional mengetahui keasaman tanah tersebut tidak seakurat dengan menggunakan kertas lakmus ataupun pH meter, tetapi paling tidak bisa menjadikan gambaran kondisi pH tanah kita. Semoga artikel yang singkat ini bisa berguna bagi rekan-rekan Gerbang Pertanian yang sedang berjuang mensukseskan pertanian Indonesia. Selamat Mencoba!! (maspary)

Rabu, 20 Juli 2011

TEHNIK KALIBRASI PESTISIDA

kalibrasi-pestisida Bagaimana kabar petani Indonesia? Semoga kesuksesan dan keberhasilan selalu menyertai anda semua. Kita jumpa lagi dengan Gerbang Pertanian dengan beberapa tips dan informasi tentang pertanian spesial untuk para petani Indonesia. Kali ini maspary ingin sedikit mengulas ilmu yang tidak begitu penting bagi para petani semua, tetapi artikel tentang tehnik kalibrasi pestisida ini mungkin penting untuk para mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah tentang aplikasi pestisida.

Kenapa saya bilang tidak penting? karena saya belum pernah melihat petani (dari jawa barat sampai jawa timur) yang menerapkan tehnik kalibrasi pestisida sebelum melakukan aplikasi pestisida pada lahannya. Bahkan banyak petani yang nggak tahu apa itu tehnik kalibrasi pestisida.

Tehnik kalibrasi pestisida dilakukan untuk mengkalibrasi/ mengestimasi atau memperkirakan kebutuhan larutan pestisida/ ZPT dan  pupuk daun yang diperlukan untuk diaplikasikan pada lahan kita. Jika kita mengetahui kebutuhan total air yang diperlukan untuk menyemprot (aplikasi) kita akan mudah menentukan konsentrasi pestisida/ ZPT atau pupuk daun yang akan kita gunakan. Hal ini sangat erat kaitanya dengan penggunaan pestisida yang ketentuan kebutuhannya menggunakan dosis bukan konsentrasi.

Masih ada yang bingung ya? Biasanya dalam petunjuk penggunaan pestisida ada 2 istilah yang digunakan untuk mengetahui jumlah kebutuhan pestisida:

  • Dosis adalah jumlah pestisida yang diperlukan dalam satuan luas, pohon, atau batang. Contoh : penggunaan POC merek A adalah 2 Liter/ hektar
  • Konsentrasi adalah jumlah pestisida yang diperlukan dalam satuan liter. Contoh: yang harus diaplikasikan POC merek A adalah 7 ml/ Liter air.

Para petani biasanya kurang sabar untuk melakukan kalibrasi pestisida atau mungkin mereka sudah sangat hafal kebutuhan larutan pestisida yang harus diaplikasikan ketanamannya. Misalnya petani sudah tahu butuh berapa tangki 14 liter untuk mengaplikasiakan pestisida untuk mengendalikan wereng pada tanaman umur 50 hst. Kebutuhan pestisida ini akan selalu berbeda sesuai dengan kebiasaan/ cara menyemprot,  jenis tanaman,  umur tanaman dan hama yang akan dikendalikan. Kebutuhan larutan untuk mengendalikan hama wereng jelas lebih banyak daripada hama walang sangit. Kebutukan larutan pestisida untuk menyemprot tanaman cabe jelas lebih banyak daripada tanaman kacang tanah. Penggunaan larutan pestisida untuk tanaman 1 minggu jelas lebih sedikit jika dibanding dengan tanaman umur 2 bulan.

.

Cara tehnik kalibrasi pestisida:

  1. Siapkan pengukur waktu (jam atau stopwatch)
  2. Siapkan tangki berisi air bersih dan pompa sampai penuh.
  3. Ukur lama waktu penyemprotan yang akan kita lakukan
  4. Lakukan penyemprotan pada satuan luas terkecil lahan kita (misalnya: 1 bedeng, 2 m persegi, 2 meter bedeng dll)
  5. Catat lama waktu penyemprotan satuan luas terkecil lahan kita,
  6. Lakukan lagi penyemprotan dengan jumlah waktu yang sama hanya saja tidak pada tanaman tetapi tampung  air tersebut dalam ember.
  7. Ukur berapa ml larutan tersebut
  8. Untuk mengetahui jumlah total larutan semprot, kalikan air yang anda tampung tadi dengan berapa kali luas lahan sample yang kita semprot tadi dibanding dengan  luas lahan kita . Kalau dirumuskan mungkin seperti ini:

          Vt  =  Vs  X  ( Lt : Ls)

          Keterangan :  - Vt : Kebutuhan Volume total untuk menyemprot suatu lahan

                              - Vs : Volume air hasil kalibrasi (yg ditampung di ember)

                              - Lt : Luas lahan total

                              - Ls : Luas lahan sample

Contoh aplikasi:

Sebuah POC harus diaplikasikan dengan dosis 2 liter/ hektar, berapa ml per tangki  harus kita aplikasikan? POC tersebut akan diaplikasikan ke tanaman padi umur 2 bulan.  Dengan contoh seperti itu kita harus mengetahui kebutuhan larutan pestisida yang kita perlukan untuk diaplikasikan pada tanaman kita. Sebagai contoh larutan yang kita perlukan untuk menyemprot padi umur 2 bulan dalam setiap hektar adalah 10 tangki 14 liter  .  Berarti kita memerlukan larutan semprot 140 liter untuk per hektarnya. Konsentrasi yang diperlukan adalah 2000 ml POC : 140 = 14, 28 ml POC/ liter air. Sehingga tiap tangki kita perlu memberi konsentrasi 14,28 X 14 = 200 ml POC tersebut. Atau lebih ringkasnya juga bisa dihitung dengan cara : 2000 ml POC : 10 Tangki semprot = 200 ml POC / tangki semprot.

Semoga artikel saya tersebut tidak membuat bingung pembaca Gerbang pertanian semua karena saya tidak pas dalam menjelaskannya. Harapan saya justru bisa menambah wawasan para pembaca semua bahkan bisa bermanfaat dan dapat diaplikasikan oleh para petani Indonesia. (maspary).

Kamis, 05 Mei 2011

MEMBUAT ALAT PENGUKUR KEBUTUHAN PUPUK UREA

ALAT-PENGUKUR-KEBUTUHAN-PUPUK-UREA Memang gampang-gampang susah namanya bertani. Gampang bagi mereka yang sudah berpengalaman namun sangat membingungkan jika kita baru belajar bertani. Sampai urusan pemberian pupuk ureapun juga kadang membingungkan kita. Sebenarnya berapa sih dosis yang pas atau tepat untuk tanah kita? Kali ini Gerbang Pertanian akan memberikan artikel tentang cara membuat alat pengukur kebutuhan urea,dan bagaimana cara penggunaanya agar urea yang kita aplikasikan ke lahan dapat tepat dosis.

Tips sederhana cara membuat alat pengukur kebutuhan urea suatu lahan pertanian padi ini saya peroleh dari Komunitas Joglo Tani di Sleman Yogjakarta. Menurut saya walaupun alat ini sangat sederhana dan mudah dibuat namun manfaatnya sangat banyak. Selain bisa menghemat kebutuhan pupuk urea dan pengeluaran biaya produksi juga bisa digunakan untuk standarisasi produksi padi semi organik. Dengan penggunaan pupuk urea sesuai dengan kebutuhan tanaman padi akan membuat tanaman sehat dan meminimalisir serangan hama dan penyakit.

Alat dan Bahan yang dibutuhkan untuk membuat alat pengukur kebutuhan urea:

  1. 1 buah VU meter
  2. 10 cm Kawat tembaga dengan diameter 2 ml
  3. 10 cm kawat besi dengan diameter 2 ml

Cara membuat alat pengukur kebutuhan urea:

  1. Sambung ujung positif VU meter dengan kawat besi, diikat kuat dan di selotip pada bagian sambuangan.
  2. Sambung ujung negatif  VU meter dengan kawat tembaga
  3. Sekarang alat pengukur kebutuhan urea sudah jadi.

Cara menggunakan alat pengukur kebutuhan urea:

  1. Ujung kedua kawat alat pengukur kebutuhan urea tadi tancapkan pada tanah sawah yang basah,
  2. Jika tanahnya kering sebaiknya ambil sample tanah secukupnya dan basahi dulu, ujung VU meter tadi ditanjapkan
  3. Lihat pergerakan jarum pada skala VU meter.
  4. Jika jarum bergerak tidak sampai angka 1 berarti masih butuh urea 8,5 kg/ 1000 m2
  5. Jika jarum bergerak lebih dari angka 1 maka kita tinggal menambahkan urea 2,5 kg/ 1000 m2
  6. Kalau jarum pada alat pengukur kebutuhan urea tani bergerak lebih dari 2,5 berarti sudah tidak perlu penambahan urea

Mudah bukan cara pembuatan dan cara pemakaian alat pengukur kebutuhan urea? VU meter bisa anda peroleh di toko elektronika/ toko alat komponen elektro. Alat ini sepertinya sangat pas jika kita kombinasikan dengan BWD (bagan warna daun).  Untuk bagaimana cara menggunakan BWD  Gerbang Pertanian pernah menulis juga DI SINI.

Sampai disini dulu pembahasan tentang bagaimana cara mengukur kebutuhan urea dilahan padi kita dengan alat yang sangat sederhana dan murah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kegiatan pertanian yang sedang anda lakukan (Maspary)

Selasa, 29 Maret 2011

FUNGSI DAN CARA MEMBUAT ARANG SEKAM

membuat-arang-sekam Jumpa lagi dengan Gerbang Pertanian, kali ini kita akan sedikit membahas tentang fungsi dan cara pembuatan arang sekam. Limbah tanaman padi yang berupa sekam seringkali menjadi masalah tersendiri bagi kita. Kalau didaerah saya sekam padi sebagian besar digunakan hanya untuk bahan campuran pembuatan batu bata. Menurut saya limbah sekam jangan hanya digunakan untuk bahan bangunan karena sangat bagus kalau digunakan sebagai bahan penyubur tanah kita. Jika anda punya hasrat bisnis, arang sekam juga bisa dijual ditoko tanaman hias karena digunakan sebagi bahan dasar media tanaman hias.

Pada lahan pertanian arang sekam sangat baik untuk membantu menyuburkan tanah kita. Menurut beberapa informasi arang sekam bisa berfungsi sebagai penyimpan sementara unsur hara dalam tanah sehingga tidak mudah tercuci oleh air. Dan akan sangat mudah dilepaskan ketika dibutuhkan atau diambil oleh akar tanaman. Bisa dikatakan arang sekam akan berfungsi seperti zeolit.

Arang sekam memiliki peranan penting sebagai media tanam pengganti tanah. Arang sekam bersifat porous, ringan, tidak kotor dan cukup dapat menahan air. Penggunaan arang sekam cukup meluas dalam budidaya tanaman hias maaupun sayuran (terutama budidaya secara hidroponik). Arang sekam dapat dengan mudah diperoleh di toko-toko pertanian. Namun tidak ada salahnya memproduksi sendiri arang sekam untuk keperluan sendiri dan bahkan mungkin dapat menjualnya nanti.

Sebenarnya ada beberapa cara pembuatan arang sekam, namun yang akan kami sampaikan hanya 3 cara;

1. Pembuatan arang sekam dengan cara disangrai

Pada prinsipnya pembuatan arang sekam dengan cara ini adalah dengan cara disangrai. Peralatan yang diperlukan adalah tungku dan seng. Caranya, sekam padi diletakkan di atas seng yang telah ditempatkan di atas tungku. Selanjutnya sekam disangrai sambil diaduk. Dengan cara ini akan diperoleh arang sekam sebanyak 40-50 kg dari 100 kg sekam segar.

2. Pembuatan arang sekam dengan cara dibakar dalam tong perlahan-lahan

Caranya, masukkan sekam ke dalam tong sampai tinggi sekitar 20 cm. Tuang oli ke dalam tong dan bakar. Jika asap dari pembakaran berkurang maka sekam ditambah sedikit demi sedikit hingga tong penuh. Kemudian tong ditutup karung basah dan di atasnya diberi tutup hingga rapat. Biarkan sekam menjadi dingin. Setelah itu pisahkan arang sekam dengan abunya melalui penyaringan. Jumlah arang sekam yang diperoleh juga sekitar 40-50 kg dari 100 kg sekam segar. Cara ini kurang efisien karena memerluan waktu yang lebih lama dibandingkan cara disangrai.

3. Pembuatan arang sekam dengan cara dibakar bersamaan dalam drum. Letakkan pralon atau bambu ditengah drum. Tuangkan sekam disekeliing bambu tadi sambil dipadatkan hingga drum terisi penuh dengan sekam. Cabut bambu/ pralon tani. Buatlah sumber api dilubang tadi menggunakan kayu bakar atau yang lain. Biarkan asap mengepul hingga sekam menjadi arang semua.

Terserah anda mau pilih dengan cara yang mana, terpenting bisa digunakan untuk merubah limbah sekam menjadi arang sekam yang bermanfaat bagi lingkungan kita. Demikian sedikit tips dari Gerbang Pertanian tentang fungsi dan cara pembuatan arang sekam. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Jumat, 25 Maret 2011

MENGUKUR pH TANAH DENGAN KERTAS LAKMUS/ pH INDIKATOR

ph indikator Kali ini Gerbang Pertanian akan membagikan tips bagaimana cara sederhana dan mudah mengukur pH tanah menggunakan kertas lakmus atau pH indikator. Ini adalah cara yang biasa digunakan para petani bukan untuk tujuan penelitian dalam bidang ilmu tanah. Yach karena Gerbang Pertanian ditulis memang untuk para petani, dan penjelasannyapun menggunakan bahasa petani yang cenderung sederhana.

Pengukuran pH tanah bisa dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan kertas lakmus, pH indikator dan pH meter. Pengukuran yang paling akurat adalah menggunakan pH meter, namun sayang alat tersebut sangatlah mahal sehingga kurang terjangkau bagi kita para petani kecil. Oleh karena itu kita hanya akan membahas cara menggunakan kertas lakmus atau pH indikator yang harganya sangat terjangkau oleh kantong kita.

Langsung praktek aja ya,

Alat dan Bahan:

  1. Kertas lakmus atau pH indikator
  2. Air aqua
  3. Gelas aqua
  4. Sendok teh
  5. Sampel tanah (cara mengambil sample tanah: ambil tanah kering dari empat ujung dan tengah-tengah lahan kita, campurkan secara merata, jemur beberapa jam supaya kering. Ini bertujuan agar tanah yang akan diukur pHnya merupakan bagian yang rata dari lahan kita)

Cara pengukuran:

  1. Ambil sedikit sample tanah dan air aqua dengan perbandingan 1 : 1,
  2. Masukkan dalam gelas aqua
  3. Aduk-aduk hingga benar-benar homogen (merata)
  4. Biarkan beberapa menit hingga campuran air dan tanah tadi memisah (tanahnya mengendap)
  5. Setelah airnya terlihat agak jernih masukkan ujung kertas lakmus atau pH Indikator kedalam campuran tadi (sekitas 1 menit) tetapi jangan sampai mengenai tanahnya.
  6. Tunggu beberapa saat sampai kertas lakmus atau pH indikator berubah warnanya.
  7. Setelah warnanya stabil, cocokkan warna yang diperoleh oleh kertas lakmus atau pH indikator tadi dengan bagan warna petunjuknya.
  8. Kita akan segera tahu pH tanah kita berapa.

Sangat mudah bukan?

Seperti kita ketahui bersama pH tanah sangatlah penting dalam ilmu pertanian karena pH tanah akan menentukan kesuburan suatu tanaman. Kenapa demikian ? Karena pH tanah sangat menentukan bisa atau tidak suatu unsur hara dalam tanah diserap oleh akar tanaman.

pH adalah tingakat keasaman atau kebasa-an suatu benda yang diukur dengan menggunakan skala pH antara 0 hingga 14. Sifat asam mempunyai pH antara 0 hingga 7 dan sifat basa mempunyai nilai pH 7 hingga 14. Sebagai contoh, jus jeruk dan air aki mempunyai pH antara 0 hingga 7, sedangkan air laut dan cairan pemutih mempunyai sifat basa (yang juga di sebut sebagai alkaline) dengan nilai pH 7 � 14. Air murni adalah netral atau mempunyai nilai pH 7.

Biasanya jika pH tanah semakin tinggi maka unsur hara akan semakin sulit diserap tanaman, demikian juga sebaliknya jika terlalu rendah akar juga akan kesulitan menyerap makanannya yang berada dalam tanah. Akar tanaman akan mudah menyerap unsur hara atau pupuk yang kita berikan jika pH dalam tanah sedang-sedang saja (cenderung netral).

Jika pH larutan tanah meningkat hingga di atas 5,5; Nitrogen (dalam bentuk nitrat) menjadi tersedia bagi tanaman. Di sisi lain Pospor akan tersedia bagi tanaman pada Ph antara 6,0 hingga 7,0.

Beberapa bakteri membantu tanaman mendapatkan N dengan mengubah N di atmosfer menjadi bentuk N yang dapat digunakan oleh tanaman. Bakteri ini hidup di dalam nodule akar tanaman legume (seperti alfalfa dan kedelai) dan berfungsi secara baik bilamana tanaman dimana bakteri tersebut hidup tumbuh pada tanah dengan kisaran pH yang sesuai.

Sebagai contoh kedelai tumbuh dengan baik pada tanah dengan kisaran pH 6,0 hingga 7,0. Kacang tanah tumbuh dengan baik pada tanah dengan pH 5,3 hingga 6,6. Banyak tanaman termasuk sayuran, bunga dan semak-semak serta buah-buahan tergantung dengan pH dan ketersediaan tanah yang mengandung nutrisi yang cukup.

Jika larutan tanah terlalu masam, tanaman tidak dapat memanfaatkan N, P, K dan zat hara lain yang mereka butuhkan. Pada tanah masam, tanaman mempunyai kemungkinan yang besar untuk teracuni logam berat yang pada akhirnya dapat mati karena keracunan tersebut.

Demikian sekelumit tips dari Gerbang Pertanian tentang bagaimana cara mengukur pH tanah menggunakan kertas lakmus atau pH meter, semoga bisa bermanfaat bagi pembaca semua. Dan harapan saya tentunya akan bisa lebih meningkatkan hasil pertanian dari para petani kita.

Jumat, 04 Maret 2011

ZPT ORGANIK MURAH PRODUK INDONESIA



Salam Pertanian!! Kali ini GERBANG PERTANIAN kembali akan membagikan informasi seputar ZPT Organik. Kita tidak perlu lagi membahas definisi atau arti ZPT karena beberapa waktu yang lalu kita telah membahas tentang Zat Pengatur Tumbuh dan cara sederhana membuat ZPT Organik.

Dengan menggunakan ZPT/ Hormon organik kita akan ikut berpartisipasi dalam melestarikan bumi kita, karena aplikasinya tidak meninggalkan residu yang akan mengganggu kesehatan manusia. ZPT organik sangat cocok untuk para petani yang sedang menggeluti pertanian organik. ZPT organik juga lebih aman dalam penggunaannya, karena jika dosisnya terlalu banyak tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Dan yang utama ZPT Organik akan bisa digunakan pada semua tanaman, padi, jagung, kedelai, cabai, kacang, kentang, bunga-bungaan dan bahkan tanaman hias.

Bagi rekan-rekan pembaca yang belum sempat membuat ZPT Organik atau malas membuat ZPT Organik sendiri nggak usah kuatir, karena GERBANG PERTANIAN telah menyediakan ZPT Organik tersebut. Bahan utama ZPT organik ini adalah berbagai macam bahan organik yang di ekstrak secara khusus menggunakan enzim. Formulasi ZPT organik tersebut adalah tepung menggumpal yang jika dicampur dengan air akan larut sempurna. GERBANG PERTANIAN belum sempat mengemas ZPT Organik tersebut karena memang tujuannya belum kearah komersil sementara hanya untuk kalangan sendiri.
















ZPT organik ini mengandung tiga jenis ZPT/ Hormon (Giberellin, Sitokinin dan Auksin), juga mengandung unsur hara mikro yang sangat dibutuhkan tanaman. Dan yang tidak kalah penting ZPT Organik ini mengandung C-Organik yang sangat dibutuhkan untuk memperbaiki tanah kita baik secara fisik, kimia maupun biologi. Secara rinci kandungan ZPT Organik tersebut adalah:
  • Giberellin 49,55 ppm
  • Sitokinin 42,31 ppm
  • Auksin 37,52 ppm
  • C-Organik 45,8%
  • N Total 1,5%
  • P2O5 2,74%
  • K2O 2,49%
  • Fe 352 ppm
  • Mn 23 ppm
  • Cu 5 ppm
  • Zn 29 ppm
  • B 58 ppm
  • Co 2 ppm
  • Mo 7 ppm

Kalau kita lihat kandungan dari ZPT Organik tersebut bukankah sangat lengkap? Otomatis akan sangat baik untuk meningkatkan hasil usaha tani kita.

Manfaat ZPT Organik tersebut antara lain:

Meningkatkan kesuburan tanah baik secara fisik, kimia dan biologi (fungsi C-Organik)
  1. Meningkatkan jumlah dan aktivitas mikro organiame tanah
  2. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) sehingga mengurangi kehilangan unsur hara dalam tanah
  3. Memperbaiki agregat dan struktur tanah
Memperbaiki dan merangsang pertumbuhan tanaman baik pertumbuhan vegetatif dan generatif
  1. Memperbaiki struktur perakaran tanaman sehingga meningkatkan serapan unsur hara
  2. Pertumbuhan vegetatifnya lebih cepat dan kokoh
  3. Merangsang pertumbuahan tunas baru
  4. Mencegah rontoknya daun, bunga dan buah
  5. Mempertahankan tanaman tetap hijau dan segar sehingga memperpanjang masa panen
  6. Meningkatkan hasil produksi
  7. Meningkatkan kualitas hasil produksi
Cara penggunaannya juga sangat mudah karena bisa dilakukan dengan beberapa cara:
  1. Ditaburkan bersamaan saat pemupukan (dicampur pupuk dasar)
  2. Disemprotkan bersamaan dengan aplikasi pestisida
  3. Dikocorkan dengan memcampurkannya dengan NPK(tanaman hortikultura)
Harga ZPT Organik tersebut juga sangat terjangkau cuma Rp.8000/ ons. Mohon maaf ZPT Organik tersebut belum dikemas, jadi masih dalam bentuk curah.

Ada yang tertarik ingin mencoba ZPT Organik untuk usaha tani anda? Klik disini atau pada menu order

Untuk cara aplikasi ZPT Organik secara lengkap silahkan download disini

Selasa, 01 Maret 2011

MEMBUAT BENIH PADI UNGGUL

benih-padi-unggul Salam Pertanian!! Rekan-rekan gerbang pertanian semua, kali ini kita akan belajar bersama membuat benih padi unggul. Benih padi yang unggul sangat penting sekali bagi kita karena benih merupakan faktor utama dan penentu keberhasilan budidaya kita. Bagaimanapun baikknya perawatan tanaman yang kita lakukan tidak akan ada gunanya jika benih yang kita gunakan sangat jelek.

Kini sangat banyak benih padi yang beredar di pasaran, namun apakah semuanya mempunyai kualitas yang baik? Seringkali kita menemukan kejadian walaupun benih yang kita gunakan tersebut telah bersertifikat dan berlabel namun setelah kita tanam hasilnya kurang memuaskan. Iyah, namanya juga jaman sekarang apa saja bisa dicurangin.

Langkah yang utama untuk membuat benih padi yang unggul adalah kita harus memiliki benih padi  berlabel putih, benih dengan label putih bisa kita dapatkan di balai benih padi setempat.  Seandainya kita kesulitan mendapatkan benih berlabel putih kita bisa juga menggunakan benih yang berlabel ungu. Benih berlabel ungu bisa kita dapatkan di kios-kios pertanian. Kebutuhan benih sekitar 25 Kg untuk lahan 1 ha.

Langka yang kedua kita siapkan lahan untuk menanam padi tersebut. Lahan harus terisolasi dengan tanaman padi yang lain agar kemurniannya terjaga. Jarak antar lahan dan tanaman padi yang lain minimal 10 m. Atau paling enak kalau kita menanamnya berbeda waktu dengan tanaman padi yang lain. Terserah saja caranya yang penting jangan sampai waktu pembungaannya sama.

Sebelum benih label putih/ ungu  kita semai, sebaiknya kita seleksi dulu dengan menggunakan air garam/ air abu. Gunakan benih yang terendam dan jangan gunakan benih yang mengapung. Rendam dengan air bersih selama 24 jam dan tiriskan selama 24 jam pula. Namun jika calon akar belum ada 0,5 cm pemeraman bisa diperlama 24 jam lagi.

Lahan pesemaian kita siapkan seperti biasa dengan luas kurang lebih 20 % dari luas lahan. Cara pembuatan bibit seperti padi bisaa, hanya yang harus diperhatikan adalah saat bibit padi umur 1 minggu sebaiknya kita beri NPK secukupnya. Dan saat bibit satu minggu menjelang  tanam sebaiknya kita aplikasi pestisida, agar saat penanaman nanti tidak ada hama dan penyakit yang terbawa ke pertanaman.

Cara penanaman benih padi unggul yang baik adalah harus memerhatikan jarak tanam, yaitu jangan kurang dari 22 cm. Dan gunakan sistem tanam legowo maksimal 4:1. Tanam harus umur muda, kurang dari 18 hss. Saat pelaksanaan jangan terlalu dalam. Gunakan cara tanam jiwir 1-2 batang per lubang. Inilah kunci untuk meningkatkan produksi benih padi unggul.

Dalam pemeliharaan yang paling penting adalah pengairan yang berselang, yaitu pemberian air dan buang air sampai tanah agak mengering. Tanaman jangan selalu direndam air. Pemupukan gunakan NPK 300 kg/ ha dan tambahkan urea 100 kg/ha atau sesuaikan kebutuhan dengan menggunakan bagan warna daun.  Pemupukan bisa diberikan 2 kali ataupun 3 kali.

Ketika tanaman benih padi unggul telah berbuah maka perlu dilakukan penyortiran, hal ini berguna untuk meningkatkan kemurnian benih. Penyortiran dilakukan dengan cara membuang/ memangkas bulir-bulir padi yang berbeda varietasnya. Pemangkasan juga dilakukan terhadap jenis gulma yang sefamili dengan padi.

Ada trik juga untuk memantapkan pengisian bulir, yaitu dengan cara menambahkan pupuk NPK ketika bulir padi telah masak susu. Hal ini berfungsi untuk memperlama proses pengisian dan memundurkan masa panen.

Pemanenan benih padi unggul dilakukan jangan bersamaan dengan tanaman padi konsumsi. Hal ini bertujuan agar supaya benih tidak tercampur dengan benih lain. Gunakan sabit yang bergerigi dan taruh potongan malai pada terpal atau karung bekas. Pemanenan dilakukan saat padi menguning sekitar 90 %.

Penjemuran calon benih padi unggul sebaiknya  tidak dilakukan dilantai jemur, tapi harus diberi alas terpal atau anyaman bambu. Penjemuran sebaikknya dilakukan saat pagi hari sekitar jam 07.00 sampai jam 10.00 dan sore hari sekitar jam 14.30 sampai jam 17.00. Keringkan sampai kadar air sekitar 14-12 %. Sebelum digunakan untuk benih sebaiknya benih padi unggul dilakukan stagnasi dulu (disimpan dalam karung) sekitar  1-2 minggu. Setelah proses stagnasi bibit padi unggul siap digunakan.

-maspary-

Kamis, 17 Februari 2011

CARA MENINGKATKAN PRODUKSI TANAMAN PADI DENGAN SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO

SITEM LEGOWO Salam Pertanian!! Berbagai upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi telah dilakukan oleh petani-petani kita, baik dengan penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat, pengairan yang cukup, pengendalian hama penyakit dan lain sebagainya. Kali ini kita akan sedikit membahas tentang cara meningkatkan produksi tanaman padi dengan sistem tanam legowo.

Legowo menurut bahasa jawa berasal dari kata �Lego� yang berarti luas dan �dowo� yang berarti panjang. Menurut beberapa informasi yang saya peroleh cara tanam ini pertama kali diperkenalkan oleh Bapak Legowo kepala dinas pertanian kabupaten Banjar Negara.

Pada prinsipnya sistem tanam jajar legowo adalah meningkatkan populasi dengan cara mengatur jarak tanam. Selain itu sistem tanam tersebut juga memanpulasi lokasi tanaman sehingga seolah-olah tanaman padi dibuat menjadi taping (tanaman pinggir) lebih banyak. Seperti kita ketahui tanaman padi yang berada dipinggir akan menghasilkan produksi lebih tinggi dan kualitas gabah yang lebih baik hal ini disebabkan karena tanaman tepi akan mendapatkan sinar matahari yang lebih banyak.

Ada beberapa tipe sistem tanam jajar legowo:

  1. Jajar legowo 2:1. Setiap dua baris diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Namun jarak tanam dalam barisan yang memanjang dipersempit menjadi setengah jarak tanam dalam barisan.
  2. Jajar legowo 3:1. Setiap tiga baris tanaman padi diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Jarak tanam tanaman padi yang dipinggir dirapatkan dua kali dengan jarak tanam yang ditengah.
  3. Jajar legowo 4:1. Setiap tiga baris tanaman padi diselingi satu barisan kosong dengan lebar dua kali jarak dalam barisan. Demikian seterusnya. Jarak tanam yang dipinggir setengah dari jarak tanam yang ditengah.

Contoh gambar  sistem tanam jajar legowo 2:1 dan 4:1

LEGOWO

Untuk menghitung peningkatan populasi dengan sitem tanam jajar legowo bisa menggunakan rumus :       100% X  1 : ( 1 + jumlah legowo).

contoh:

  • untuk legowo 2:1 peningkatan populasinya adalah :  100%  X  1 : (1 + 2) = 30%
  • untuk legowo 3:1 peningkatan populasinya adalah :  100%  X  1 : (1 + 3) = 25%
  • Untuk legowo 4:1 peningkatan popuasinya adalah :  100%  X  1 :  (1 + 4) = 20%
  • Untuk legowo 5:1 peningkatan popuasinya adalah :  100%  X  1 :  (1 + 5) = 16,6%

 

Adapun manfaat sistem tanam jajar legowo adalah:

  1. Menambah jumlah tanaman padi seperti perhitungan diatas
  2. Otomatis juga akan meningkatkan produksi tanaman padi
  3. Memperbaiki kualitas gabah dengan semakin banyaknya tanaman pinggir
  4. Mengurangi serangan penyakit
  5. Mengurangi tingkat serangan hama
  6. Mempermudah dalam perawatan baik itu pemupukan maupun penyemprotan pestisida
  7. Menghemat pupuk karena yang dipupuk hanya bagian dalam baris tanaman

Selain manfaat sistem tanam jajar legowo juga punya kelemahan antara lain:

  1. Membutuhkan tenaga tanam yang lebih banyak dan waktu tanam yang lebih lama pula
  2. Membutuhkan benih yang lebih banyak dengan semakin banyaknya populasi.
  3. Biasanya pada legowonya akan lebih banyak ditumbuhi rumput

Demikian sedikit tulisan tentang cara meningkatkan produksi tanaman padi dengan cara tanam sistem legowo, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Untuk kritik dan saran silahkan kirimkan pada kolom komentar dibawah ini.

-maspary-

Minggu, 13 Februari 2011

MEMANFAATKAN LIMBAH TAHU MENJADI PESTISIDA ORGANIK DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC)

limbah tahu Salam Pertanian!! Bukan rahasia umum lagi kalau tanah kita telah sangat menurun kesuburannya. Pemberian pupuk yang banyak terkadang tidak membawa dampak positif terhadap produksi yang diharapkan. Penurunan kesuburan ini disebabkan oleh diforsirnya tanah selama bertahun-tahun tanpa ada usaha perbaikan kualitas tanah dengan cara pengembalian bahan organik.

Banyak cara telah diupayakan untuk meningkatkan kesuburan tanah kita diantaranya adalah diproduksinya berbagai produk yang berlabel organik diantaranya adalah POC (pupuk organik cair) dan pestisida organik. Hal ini dilakukan juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia. Pembuatan berbagai produk organik diarahkan supaya mengutamakan pemanfaatan limbah bahan lokal yang banyak tersedia di sekitar kita.

Salah satu contoh penggunaan bahan llimbah lokal adalah menggunakan limbah cair tahu. Limbah tahu dapat dipakai sebagai pupuk dan pestisida bahkan fungisida organik dengan bantuan tambahan dari bahan yang lain, diantaranya adalah menggunakan bahan empon-empon atau tanaman herba melalui proses fermentasi. Sedangkan limbah cair tahu banyak mengandung sisa protein dan asam cuka sehingga mampu mendukung efektifitas fermentasi.


Untuk membuat pupuk organik cair dan pestisida organik dari limbah tahu sebenarnya tidaklah sulit :


Bahan yang digunakan :

  1. Air limbah tahu 70 liter
  2. Air kelapa 30 liter
  3. Alkohol 70% 1 liter
  4. Temu lawak 4 kg
  5. Sereh 1 kg
  6. Dekomposer (EM) 2 liter.

Cara pembuatannya :

  1. Cuci bersih semua tanaman herba lalu lakukan penghancuran dengan pemblenderan atau penggilingan
  2. Masukkan dalam air limbah tahu yang sudah dimasukkan dalam drum plastik ukuran 100 liter
  3. Kemudian tambahkan alkohol dan dekompuser (EM)
  4. Kemudian ditutup dan disimpan selama 10 hari.
  5. Bila larutan berbau menyengat pertanda bahwa pupuk dan pestisida organik jadi dan bila belum menyengat ada kemungkinan reaksi fermentasi belum sempurna atau tidak jadi.
  6. Sebagai catatan bahan tersebut di atas tidak menggunakan asam cuka karena limbah tahu sudah mengandung asam cuka (kecutan) dan untuk meningkatkan efektifitas pestisida dan fungisida organik bisa ditambahkan berbagai macam tanaman herba misal kunir, daun mindi, dll.

Cara penggunaan :

  1. 1 liter bahan dilarutkan dengan 10 liter air (Perbandingan 1:10)
  2. Kemudian disemprotkan pada tanaman secara merata pada pagi atau sore hari
  3. Pupuk dan pestisida ini dapat digunakan untuk tanaman padi, jagung, kedelai, buah dan sayuran.

Untuk mengetahui tingkat efektifitas dari pupuk organik cair dan pestisida organik dari limbah tahu tersebut masih perlu dilakukan berbagai macam penelitian untuk mengetahui jenis hama dan penyakit yang dapat dikendalikan. Atau jika tema-teman punya pengalaman tentang limbah tahu ini silahkan berbagi dengan pembaca lain di kolom komentar dibawah ini.

-maspary-

Selasa, 11 Januari 2011

HATI-HATI MENANAM BENIH PADI HIBRIDA BERNAS PRIMA !

PADI HIBRIDA BERNAS PRIMA Saya kira kelemahan padi hibrida Bernas Prima (Padi hibrida bernas Prima Daya Tumbuhnya Sangat Jelek) yang saya posting kemarin telah berakhir. Ternyata belum berakhir juga cerita tentang benih padi hibrida Bernas Prima yang berasal dari Cina tersebut.

Setelah petani menyemai benih padi hibrida bernas prima dan menghasilkan daya tumbuh yang sangat jelek sekali (daya tumbuhnya hanya sekitar 20 %) kini petani mencoba menyelamatkan benih yang tersisa. Masih dengan penuh rasa keyakinan sisa benih yang tumbuh 20 % setelah sekitar 20 hss dipindahkan kelahan persawahan mereka.

Penanaman dipisahkan dengan benih padi lokal supaya ada pembanding untuk mengamati pertumbuhan maupun produksi. Hari demi hari dilalui, petani merawat tanaman padi mereka dengan penuh rasa sayang dan penuh perhatian. Pengendalian hama tikus (gropyokan) selalu dilakukan secara rutin. Pemberian pupuk urea dan NPK Ponska tetap dilakukan walaupun dengan keterbatasan uang.

Kini padi telah berumur 20 hari setelah tanam, sepertinya ada penampakan yang aneh pada tanaman mereka. Setelah diamati secara seksama ternyata tanaman padi bernas prima yang mereka tanam tidak banyak berubah pertumbuhannya. Tanaman padi bernas prima masih belum beranak hanya lebih tinggi saja dibanding sewaktu tanam. Jumlah anakan perumpun masih tetap 2-3 tanaman saja.

Tidak adil rasanya jika pengamatan tanaman padi bernas prima tanpa pembanding. Kemudian kami mengamati pertumbuhan benih padi lokal yang petani tanam. Saat ini petani menanam benih padi Situbagendit dan sebagian menanam Logawa. Ternyata pertumbuhan kedua jenis varietas padi tersebut sangatlah baik tidak mengalami hambatan suatu apapun. Benih padi lokal telah beranak menjadi sekitar 5-6 tanaman perumpun dari sekitar 2-3 tanaman.

Dari hasil pengamatan tersebut dapat disimpulkan bukan faktor eksternal yang menghambat pertumbuhan benih padi bernas prima. Telah nyata terbukti kedua kali kalau benih padi hasil impor dari cina tersebut benar-benar jelek dan tidak perlu diulang penanamannya kembali.

Kita perlu bangga pada benih-benih lokal buatan bangsa sendiri.

Saya mohon kepada instansi yang terkait untuk tidak mendatangkan benih-benih dari luar negeri sebelum kita benar-benar paham dan mengujinya terlebih dahulu di tanah indonesia ini. Apalagi benih tersebut harus diterimakan kepada petani sebagai bentuk bantuan Program SLPTT, ini sangatlah ironis sekali. Program yang seharusnya menjadi kebanggaan pemerintah dalam pembangunan pertanian justru akan menjadi bumerang bagi penyuluh pertanian.

Laboratorium Lapang yang seharusnya menjadi media pembelajaran dan contoh bagi petani justru akan menjadi bahan cibiran bagi petani. Program SLPTT yang seharusnya menjadi kebanggaan pemerintah akhirnya akan menjadi suatu program yang kurang bermanfaat bagi petani. Bagi Dinas pertanian dan Penyuluh Pertanianpun seakan juga akan menjadi sebuah tamparan dipipi kanan dan pipi kiri. Mereka akan kehilangan muka dimata petani yang selama ini sebagai mitra mereka. Petani akan kehilangan kepercayaan kepada aparat pemerintahan dalam hal ini adalah Penyuluh Pertanian dan Mantri Tani.

Saya yakin petani sekarang banyak yang pintar, dan tahu benar bahwa semua bentuk bantuan dari pemerintah tersebut adalah sebuah upaya pengembalian uang rakyat kepada petani agar dimanfaatkan untuk meningkatkan pembangunan pertanian bangsa ini. Dan jika semua itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi ini berarti sebagai bentuk pengkhianatan kepada petani, rakyat dan kepada bangsa Indonesia yang kita cintai ini.

Walah malah ngelantur kemana-mana���

Sekian dulu postingan kali ini semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi kita semua. Saya yakin banyak pembaca yang ingin menambahkan atau tidak setuju dengan pemikiran-pemikiran saya tersebut, silahkan tulis saja di kolom komentar dibawah ini.

-maspary-

Minggu, 09 Januari 2011

2 KELEBIHAN DAN 10 KELEMAHAN PADI HIBRIDA

PADI HIBRIDA GERBANG PERTANIAN Kalau kita berbicara tentang padi hibrida, tentu dalam fikiran kita akan terlintas tentang kehebatan produk-produk pertanian yang berlabel hibrida yang lain. Seperti jagung hibrida, cabai hibrida, tomat hibrida, melon hibrida dan lain sebagainya.

Namun sayang cerita padi hibrida tak seindah komoditi pertanian hibrida yang lain.

Beberapa varietas padi hibrida telah diluncurkan di Indonedia diantaranya Arize dari PT Bayer, Intani 1 dan 2 dari PT Tanindo, PP1, H1 dari PT Pioneer dan Bernas prima dari PT Sumber Alam Sutera. Sudah bertahun-tahun petani kita menguji keberadaan padi hibrida dengan segudang harapan untuk dapat mendongkrak produksinya. Baik petani membeli sendiri dari kios pertanian, petani diberi sample oleh produsen padi hibrida tersebut dan petani mendapatkan bantuan-bantuan dari pemerintah melalui program SLPTT maupun program yang lain.

Sebenarnya petani sangat antusias ketika mendengar pertama kali tentang kehebatan padi hibrida yang notabene bisa berproduksi hingga 12 ton per hektar. Petani mana yang tidak tergiur jika produksinya akan mencapai 12 ton per hektar?

Dan kini setelah beribu-ribu petani kita menanam padi hibrida bahkan bukan hanya sekali tetapi berkali-kali mereka seakan jera dan trauma. Dari berbagai macam jenis padi hibrida yang telah mereka coba ternyata belum mendapatkan hadil yang maksimal.

Sebenarnya ada apa dengan padi hibrida?

Memang benar padi hibrida mempunyai kelebihan berpotensi produksi sangat tinggi dan mempunyai kualitas beras yang pulen dan wangi. Tetapi apakah akan mampu berproduksi tinggi jika memiliki bermacam-macam kelemahan seperti dibawah ini ?

  1. Walaupun tertulis dikemasannya tahan berbagai macam penyakit ternyata dilapangan tidaklah demikian. Sebagai bukti banyak padi hibrida yang ditanam petani terserang hawar daun bakteri (kresek), hawar pelepah dan blast.
  2. Padi hibrida terbukti sangat rawan terhadap serangan hama wereng, sundep/ beluk dan ulat.
  3. Padi hibrida membutuhkan pemupukan yang lebih banyak jika dibanding dengan varietas unggul lokal sehingga akan menambah biaya produksi bagi petani.
  4. Walaupun mempunyai bulir malai yang banyak (hingga 400) tetapi seringkali bulir tersebut tidak terisi semua. Kadangkala pengisian bulir padinya juga tidak bisa penuh.
  5. Padi hibrida kurang memiliki adaptasi lingkungan yang tinggi, sehingga hanya spot-spot lokasi tertentu yang cocok untuk penanaman padi hibrida.
  6. Walaupun variets tertentu tertulis tahan kering dan cocok untuk gogorancah tetapi kehebatanya tidak pernah lebih dari varietas situbagendit dan IR 64.
  7. Mempunyai bentuk tanaman yang tinggi dan besar sehingga akan mempersulit petani dalam perawatannya.
  8. Benih padi hibrida tidak bisa ditanam kembali oleh petani. Hal tersebut akan menjadikan monopoli pasar bagi produsen benih tersebut.
  9. Harga benih padi hibrida jauh lebih mahal (Sekitar Rp.45.000/ kg) jika dibanding dengan variatas unggul lokal yang hanya sekitar Rp.5000/ kg. Ini akan membengkakkan pengeluaran petani.
  10. Memerlukan perawatan dan perhatian yang lebih hati-hati, sehingga akan menambah pengeluaran tenaga dan biaya bagi petani.

Dari kelemahan-kelemahan padi hibrida tersebut saya kira bisa menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan dinas pertanian dalam hal pemberian bantuan benih bagi petani dan untuk kebijakan program-program yang lain. Petani kita belum bisa menerima teknologi yang rumit-rumit dan ribet-ribet karena mengingat SDM petani kita belum tergantikan dengan generasi muda.

Ada yang mau menambahkan kelemahan-kelemahan dari padi hibrida tersebut? atau mau memberikan sanggahan dan kritikan terhadap artikel ini, silahkan beri komentar dibawah ini.

-maspary-

Senin, 03 Januari 2011

12 TAHAPAN PENINGKATAN KUALITAS TANAMAN DURIAN DENGAN TOP WORKING

top working Tanaman durian akan mengalami penurunan kuantitas dan kualitas seiring dengan berjalannya waktu. Tanaman durian yang kualitas dan kuantitas produksinya kurang bagus dapat diperbaiki lagi tanpa adanya perombakan tanaman durian yang telah ada. Caranya adalah dengan teknologi top working.

Top Working merupakan usaha perbaikan mutu tanaman dengan cara memperbaiki tanaman yang sudah ada. 12 Tahapan peningkatan kualitas tanaman durian dengan sistem top working adalah sebagai berikut:

  1. Tanaman induk potong miring (20�) secara manual dengan ketinggian dari tanah sekitar 1 m (lebih baik pada musim hujan)
  2. Olesi permukaan dengan meni atau ditutup plastik/pelepah pisang
  3. Biarkan sampai tumbuh tunas (2-3 bulan)
  4. Pilih calon batang yang akan di sambungkan (varietas yang diinginkan) minimal sebesar pensil
  5. Letakkan calon batang sejajar dengan tunas yang akan disambung
  6. Dengan pisau yang tajam sayat batang keduanya setebal 1/3 batang sepanjang 5-10 cm (sejajar), ketinggian kira-kira 20 cm dari permukaaan batang
  7. Tempelkan kedua batang tepat pada bagian sayatan, ikat kuat dengan tali (tali rafia)
  8. Untuk batang tunas pohon induk, potong batang 3-5 cm diatas sambungannya (setelah sambungan berumur 1 bulan)
  9. Untuk batang sambungan (dari polybag), potong batang 3-5 cm dibawah sambungan (setelah sambungan berumur 2 bulan)
  10. 3 bulan setelah itu potong batang seluruhnya (batang dari polybag)
  11. Setelah 4 bulan ikatan tali rafia dilepas
  12. Semua tunas selain sambungan utama dapat dibuang (bertahap)

Beberapa keuntngan yang diperoreh dengan perbaikan tanaman sistem top working adalah:

  1. Dapat dilakukan pada semua umur tanaman
  2. Tanaman berbuah lebih cepat
  3. Nilai ekonomis meningkat
  4. Perakaran lebih kuat
  5. Jenis buah sesuai keinginan
  6. Satu pohon dapat berbuah lebih dari satu jenis

Selain memiliki beberapa keuntungan ternyata top working juga mempunyai beberapa kelemahan diantaranya:

  1. Pertumbuhan tanaman tertunda
  2. Bagi tanaman yang sudah berbuah dapat menunda waktu berbuah

Tabel perbandingan tanaman durian antara teknologi top working dan tanpa top working

FAKTOR

TANPA TOP WORKING

DENGAN TOP WORKING

Umur Berbuah Lama (� 8 tahun) Cepat (� 3 tahun)
Harga buah Rendah (Rp. 10.000/buah) Tinggi (Rp. 50.000/buah)
Kualitas buah Rasa kurang enak dan tidak stabil, bentuk kurang baik Rasa enak dan bentuk menarik (stabil)
Bentuk pohon Tinggi (� 15 m) tajuk lebar Lebih pendek (� 10 m) tajuk sempit
Pemeliharaan Sulit pemeliharaannya (pembuangan tunas air) Lebih mudah pemeliharaannya
Umur pohon Pendek (� 10 x berbuah)

Lebih panjang (� 15 x berbuah)

Demikian sekilas tentang cara meningkatkan kualitas tanaman durian dengan cara sistem top working, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

-maspary-

Rabu, 29 Desember 2010

TEKNIS MENGOCOR TANAMAN CABAI YANG TEPAT

24082010(006) Artikel tentang teknis mengocor tanaman cabai sebenarnya bukanlah hal yang baru dan asing bagi petani cabai. Tulisan ini hanya saya tujukan kepada para petani cabai yang baru saja memulai usahanya atau para petani cabai yang belum tepat dalam melakukan pengocoran pupuk pada tanamannya.

Teknis mengocor tanaman cabai merupakan hal yang penting dalam budidaya tanaman cabai menggunakan mulsa plastik. Pada budidaya tanaman cabai menggunakan mulsa plastik tentu kita kesulitan dalam mengaplikasi pupuk susulan karena adanya mulsa yang menghalangi kita dalam membuat lobang pupuk. Oleh karena itu pengocoran ini perlu kita lakukan untuk memberikan pupuk susulan pada lahan cabai yang menggunakan mulsa plastik.

Teknis pengocoran tanaman cabai saya katakan penting karena juga akan mempengaruhi sistem kesehatan tanaman cabai tersebut. Dengan teknis pengocoran yang kurang tepat bisa jadi pemicu timbulnya penyakit layu pada tanaman cabai kita. Banyak dari petani cabai kita yang asal-asalan dalam pengaplikasihan pupuk susulan melalui pengocoran.

Inti utama dari masalah pengocoran ini adalah bagaimana kita mensiasati agar cairan larutan pupuk yang kita kocorkan tidak mengenai pangkal batang tanaman cabai kita. Usahakan larutan pupuk tersebut berjarak sekitar 5-10 cm dari pangkal batang. Alasannya adalah jika kita mengocor tanaman cabai pada pangkal batang justru akan melukai batang tanaman cabai tersebut. Seperti kita ketahui bahwa pupuk terutama Nitrogen bersifat panas dan akan melukai tanaman jika dosis terlalu banyak. Selain itu cara tersebut juga kurang efektif karena bagian akar yang menyerap unsur hara adalah ujung-ujung akar tanaman yang berjarak sampai lebih dari 20 cm dari pangkal batang cabai.

Secara teknis pengocoran yang tepat bisa dilakukan dengan cara menggunakan corong yang ujungnya disambung dengan selang plastik sepangjang 20-30 cm. Kemudian ujung selang tersebut dimasukkan kedalam mulsa sampai berjarak sekitar 10 cm dari pangkal tanaman cabai. Kemudian larutan pupuk tersebut kita siramkan pada corong tersebut sehingga larutan akan meluncur dari corong keujung selang yang yang berada dalam mulsa tersebut.

Adapun jenis pupuk dan berapa dosis pupuk yang tepat untuk kita gunakan dalam pengocoran tanaman cabai tersebut sifatnya relatif atau terserah anda. Tetapi kalau boleh saya menyarankan gunakan pupuk NPK yang mudah larut dalam air (Jangan gunakan NPK Pelangi untuk pengocoran). Jika anda ingin pupuk bersubsidi gunakanlah NPK Ponska jika anda menginginkan pupuk buatan luar negeri gunakan NPK Mutiara, NPK dari Hidro Karate ataupun NPK BASF yang tentunya harganya jauh lebih mahal. Untuk konsentrasi penggunaanya juga terserah anda yang penting jangan terlalu pekat maksimal 10 gr/ liter air.

Demikian sedikit tulisan tentang teknis cara mengocor tanaman cabai yang tepat, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran selalu saya harapkan silahkan isikan pada kolom komentar. Trimakasih.

-maspary-

Minggu, 19 Desember 2010

CARA MENGAWETKAN/ MEMFERMENTASI PAKAN TERNAK HIJAUAN

12062010(014) Pakan ternak terutama kambing seringkali tidak mudah tersedia sepanjang tahun. Jika musim hujan biasanya melimpah dan sangat mudah mendapatkan pakan ternak hijauan sementara di musim kemarau seringkali kita kesulitan mendapatkannya. Hal ini tentunya berhubungan dengan ketersediaan air untuk hidup tanaman tersebut dimana saat musim kemarau kondisi tanah dan udara kering karena curah hujan sangat minim

Untuk mengatasi ketersediaan pakan ternak dimusim kemarau yang notabene sangat sulit dicari bisa dilakukan dengan cara mengawetkan stok pakan hijauan dimusim hujan. Cara yang mudah, murah dan bisa meningkatkan nilai nutrisi pakan ternak hijauan adalah dengan cara difermentasi. Adapun cara pengawetan/ memfermentasi pakan ternak hijaun adalah sebagai berikut:

Alat dan Bahan:

  1. Drum plastik kapasitas 200 Liter yang bisa ditutup sempurna
  2. Pengaduk sepanjang tinggi drum
  3. Pemotong pakan hijauan
  4. Pakan hijaun 85 Kg
  5. Gaber (ampas tepung tapioka) 5 Kg
  6. Dedak atau bekatul 10 Kg
  7. Tetes tebu atau gula pasir secukupnya
  8. Mikroorganisme (EM4, MOL, Mbio, Agri simba dll)
  9. Air secukupnya

Cara Pembuatan:

  1. Pakan hijauan dipotong kecil-kecil kurang lebih 0,5-1 Cm
  2. Tetes tebu atau gula pasir + Mikroorganisme dicampur air secukupnya diaduk aduk hingga larut sempurna
  3. Potongan pakan dicampur dengan dedak atau bekatul dan gaber
  4. Kemudian percikkan larutan tetes dan mikroorganisme tadi hingga basah tetapi jangan sampai menetes.
  5. Masukkan kedalam drum dan tutup rapat jangan sampai ada udara yang masuk.
  6. Biarkan selama 21 hari

Cara Penyajian:

  1. Pakan hijauan yang telah difermentasi selama 21 hari bisa disajikan dengan dicampur terlebih dahulu dengan bekatul dan garam dan diberikan secara selang seling dengan pakan hijauan yang ada.
  2. Bisa juga pakan tadi disimpan untuk keperluan pakan saat pakan hijauan susah dicari (dimusim kemarau).
  3. Jika disimpan pakan hijauan hasil fermentasi tadi bisa tahan sampai 1 tahun.

Demikian cara pengawetan pakan hijauan yang sederhana dan mudah dilakukan oleh petani, selamat mencoba dan semoga bisa bermanfaat untuk mengatasi kesulitan pakan ternak saat musim kemarau. Jika ada pembaca yang ingin memberikan kritik, saran ataupun tambahan informasi saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Silakan berikan melalui kolom komentar yang telah tersedia.

-by maspary-

Selasa, 14 Desember 2010

MEMANFAATKAN SEKAM PADI SEBAGAI SUMBER SILIKON MURNI

09032010(005) Sejak dicanangkannya program P2BN oleh pemerintah Negara Indonesia pada tahun 2010 ini telah mampu mengekspor beras sebanyak 54 juta ton, dengan demikian Indonesia merupakan negara pengekspor beras terbesar wilayah ASEAN

Efek berlimpahnya produksi beras tersebut akan memberikan limbah kulit padi (Sekam) yang berlimpah pula. Selama ini pemanfaatan sekam hanya untuk bahan organik dan sebagai bahan arang sekam. sebagian pula dipedesaan juga memanfaatkan sekam untuk bahan tambahan pembuatan bata merah.

Sejak tahun 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) sudah mengembangkan tungku sekam dengan memanfaatkan limbah sekam padi sebagai bahan bakarnya. Setelah limbah sekam padi dimanfaatkan sebagai alternatif sumber energi, akan muncul limbah lainnya, diantaranya limbah arang sekam. Pemanfaatan limbah ini belum banyak digunakan secara optimal selain sebagai pupuk atau media tanam.

Peneliti Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA-IPB) Dr.Irzaman dan Dr.E.Rohaeti bersama Mahasiswa Magister Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB, Hikmawati telah meneliti sisa pembakaran (arang) dari sekam.

Hasilnya, tak hanya ada arang dan abu, tapi di dalamnya terkandung bahan yang bernilai tinggi, di antaranya silikon.

Menurut Dr. Irzaman, sisa pembakaran sekam mengandung 16,98 persen silikon oksida atau silika (SiO2). Silika biasa digunakan untuk industri perminyakan dan semen. Harga silika di pasar bisa mencapai US$ 8 per kilogram.

�Setiap tahun produksi gabah kering giling di Indonesia sebesar 50 juta ton, 20 persen-nya (10 juta ton) menjadi sekam padi. Bila sekam ini dibakar 20 persen-nya (2 juta ton) menjadi arang sekam. Jika dimurnikan, senyawa tersebut juga bisa menjadi silikon yang biasa digunakan sebagai bahan semikonduktor untuk barang-barang elektronik,� kata Dr.Irzaman.

Dengan proses reduksi kimia, dari arang sekam ini satu per milnya (2 juta kilogram) dapat dihasilkan silikon. Dr Irzaman dkk telah berhasil memproduksi plat silikon dengan kadar 67,82 persen dan 79, 17 persen. Sementara plat silikon yang dijual di pasar rata-rata memiliki kadar 86, 26 persen.

�Diperlukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan silikon dengan kemurnian lebih tinggi. Terkait hal ini kami berharap pemerintah memberikan bantuan dana demi kelanjutan penelitian tersebut dan pengembangannya hingga menjadi produk industri,� ujar Dr.Irzaman.

Demikian sekilas potensi sekam padi sebagai bahan dasar pembuatan silikon murni, yang tentunya masih diperlukan penelitian-penelitian lanjutan yang bersifat lapangan dan praktisi. Salam pertanian !!!

Minggu, 12 Desember 2010

CARA PETANI MEMASARKAN HASIL PANEN MELALUI INTERNET

BUAH Salam Pertanian! Kendala utama bagi petani dalam meningkatkan penghasilannya adalah kesulitan dalam mendapatkan harga yang pantas untuk hasil pertaniannya. Seharusnya dalam menjual produk pertaniannya petani sangatlah pantas mendapatkan harga yang setinggi-tingginya. Karena kita ketahui betapa besar kendala yang harus dilalui seorang petani untuk mendapatkan hasil panennya tersebut.

Untuk mendapatkan harga yang layak terhadap hasil pertaniannya tersebut seringkali petani mendapat hambatan dari segi informasi. Didukung dengan berkeliarannya tengkulak dimana-mana akan sangat mempersempit ruang gerak bagi petani untuk memasarkan hasil pertaniannya.

Oleh karena itu sudah saatnya petani sebagai penopang pangan utama di negara ini harus mengenal internet untuk melengkapi informasi dalam memasarkan hasil pertaniannya. Dengan internet petani akan bisa mendapatkan harga yang paling tinggi untuk hasil taninya karena informasi akan terbuka lebar. Kendala jarak dan waktu akan terpatahkan dengan teknologi informasi melalui internet.

Yang menjadi kendala saat ini adalah kualitas petani indonesia yang sebagian besar masih enggan dengan teknologi. Apalagi petani padi yang cenderung didominasi oleh orang tua yang berumur 50 tahun keatas. Namun sebenarnya kendala umur bukanlah masalah bagi mereka untuk mendalami teknologi informsai asalkan dalam diri mereka tertanam jiwa kemauan belajar yang tinggi.

Untuk memulai mengenal internet sebagai teknologi pemasaran hasil sebenarnya tidaklah sesulit yang dibayangkan asalkan kita mau mencari informasi tentang teknologi tersebut. Kita harus mengetahui secara mendasar sedikit ilmu-ilmu perkomputeran dan mengetahui apa itu internet dan bisnis internet. Kita juga harus mengetahui tahap-demi tahap yang harus dilakukan seorang petani untuk melakukan bisnisnya melalui internet.

Untuk memudahkan mendapat informasi tentang komputer dan internet saya merekomendasikan anda belajar melalui ini. Kenapa saya merekomendasikannya? Karena DVD TUTORIAL tersebut akan membimbing anda mulai dari dasar atau dari nol hingga tingkatan mahir. DVD TUTOTIAL tersebut sudah lengkap isinya (4,28 GB) sehingga anda tidak perlu mencari tambahan informasi kemana-mana. Harganya sangat murah cuma Rp.50.000,- anda sudah mendapatkan segala ilmu tentang pemasaran internet. Yang terakhir anda sudah tidak perlu mendownload lagi file-file yang begitu banyak tersebut, anda hanya tinggal melihat secara offline pada Komputer atau laptop.

Jika anda belum jelas, untuk informasi lebih lanjut tentang DVD TUTORIAL BISNIS ONLINE tersebut silahkan hubungi saya melalui :

MASPARY =====> HP 08122630297

Rabu, 08 Desember 2010

CARA PEMBUATAN EKSTRAK KENTANG UNTUK PEMBIAKAN BAKTERI KORINE (CORYNE BACTERIUM)

KENTANG1 Setelah kita membaca cara pembiakan/ memperbanyak bakteri corine (Coryne bacterium) tentunya kita harus membuat ekstrak kentang sebagai media utama pembiakan tersebut. Ini adalah cara pembuatan ekstrak kentang untuk pembiakan bakteri corine (Coryne bacterium) :

Alat dan Bahan:

  1. Air bersih 20 liter
  2. Kentang 6 KG
  3. Gula pasir 0,5 KG
  4. Kompor
  5. Panci besar
  6. Pisau

Cara Pembuatan:

  1. Kupas kentang
  2. Cuci sampai bersih
  3. Potong-potong sampai ukuran kira-kira 1 cm3
  4. Rebus sampai kentang benar-benar lunak
  5. Ambil kentang yang berada dalam panci
  6. Biarkan dingin, setelah dingin campurkan dan larutkan gula pasir 0,5 kg kedalam ekstrak kentang tadi.
  7. Ekstrak kentang untuk pembiakan bakteri corine (Coryne bacterium) telah jadi namun sebaiknya saring dahulu sebelum digunakan.

-by maspary-