Tampilkan postingan dengan label KEDELAI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KEDELAI. Tampilkan semua postingan

Senin, 20 Juni 2011

MEMBUAT TORTILLA DARI AMPAS TAHU

tortilla-ampas-tahu Salam pertanian!! Sebelum kita membahas tentang cara membuat tortilla dari ampas tahu Maspary ingin tanya dulu apa ada yang belum tahu atau belum pernah makan  tortilla? Tortilla pada umumnya merupakan makanan ringan berbentuk keripik dengan bahan baku jagung.  Tortilla sebenarnya dapat dibuat dari berbagai bahan terutama yang mengandung pati atau bahan tidak berpati dengan penambahan tepung pati. Bahkan jika ingin menambahkan nilai gizi pada tortilla yang akan kita buat kita bisa juga menambahkan susu.

Pemanfaatan ampas tahu sampai saat ini belum maksimal, biasanya hanya untuk penambahan pakan ternak. Tapi kalo di Banyumas sudah lumayan lo�.. ampas tahu kalo di Banyumas biasanya dibuat makanan yang namanya temlek. Yaitu ampas tahu dikasih bumbu lalu dibentuk bulat dan dibungkus tepung lalu digoreng. Ampas tahu merupakan hasil samping dalam proses pembuatan tahu berbentuk padat dan diperoleh dari bubur kedelai yang diperas. Ampas tahu mempunyai kandungan protein yang sangat tinggi, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Maka dari itu mari kita belajar cara  membuat tortilla dari ampas tahu.  Udah nggak sabar ingin membuat ya?

Bahan baku :

  1. Jagung 0,7 kg
  2. Ampas tahu 0,3 kg
  3. Garam dapur 12,5 gram
  4. Bawang Putih 20 gram
  5. Penyedap, air dan minyak goreng secukupnya.

Cara pembuatan:

  1. Jagung yang telah direndam dalam larutan kapur kemudian digiling.
  2. Ampas tahu dikukus. Jika menggunakan ampas tahu segar sebaiknya dipres (ditekan) terlebih dahulu sedangkan jika menggunakan tepung ampas tahu, lakukan penambahan air dengan jumlah sesuai berat ampas atau sampai basah.
  3. Campur ampas tahu, bumbu, dan jagung giling (dapat juga dari jagung yang belum digiling) lakukan penggilingan agar adonan tercampur rata.
  4. Lakukan pemipihan adonan dengan mesin pembuat pasta sampai ketebalan 1-2 mm.
  5. Lakukan pemotongan dengan ukuran yang seragam.
  6. Keringkan pada oven pengering.
  7. Lakukan pengemasan atau penggorengan.

Mudah sekali ya cara membuat tortilla dari ampas tahu. Kalo ingin menambah nilai gizinya bisa menambahkan susu pada adonan tersebut. Semoga pertemuan dengan Gerbang Pertanian kali ini bisa bermanfaat bagi kita semua terutama bagi pembaca yang sedang mencari artikel cara membuat tortilla dari ampas tahu (maspary).

Minggu, 13 Februari 2011

MEMANFAATKAN LIMBAH TAHU MENJADI PESTISIDA ORGANIK DAN PUPUK ORGANIK CAIR (POC)

limbah tahu Salam Pertanian!! Bukan rahasia umum lagi kalau tanah kita telah sangat menurun kesuburannya. Pemberian pupuk yang banyak terkadang tidak membawa dampak positif terhadap produksi yang diharapkan. Penurunan kesuburan ini disebabkan oleh diforsirnya tanah selama bertahun-tahun tanpa ada usaha perbaikan kualitas tanah dengan cara pengembalian bahan organik.

Banyak cara telah diupayakan untuk meningkatkan kesuburan tanah kita diantaranya adalah diproduksinya berbagai produk yang berlabel organik diantaranya adalah POC (pupuk organik cair) dan pestisida organik. Hal ini dilakukan juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia. Pembuatan berbagai produk organik diarahkan supaya mengutamakan pemanfaatan limbah bahan lokal yang banyak tersedia di sekitar kita.

Salah satu contoh penggunaan bahan llimbah lokal adalah menggunakan limbah cair tahu. Limbah tahu dapat dipakai sebagai pupuk dan pestisida bahkan fungisida organik dengan bantuan tambahan dari bahan yang lain, diantaranya adalah menggunakan bahan empon-empon atau tanaman herba melalui proses fermentasi. Sedangkan limbah cair tahu banyak mengandung sisa protein dan asam cuka sehingga mampu mendukung efektifitas fermentasi.


Untuk membuat pupuk organik cair dan pestisida organik dari limbah tahu sebenarnya tidaklah sulit :


Bahan yang digunakan :

  1. Air limbah tahu 70 liter
  2. Air kelapa 30 liter
  3. Alkohol 70% 1 liter
  4. Temu lawak 4 kg
  5. Sereh 1 kg
  6. Dekomposer (EM) 2 liter.

Cara pembuatannya :

  1. Cuci bersih semua tanaman herba lalu lakukan penghancuran dengan pemblenderan atau penggilingan
  2. Masukkan dalam air limbah tahu yang sudah dimasukkan dalam drum plastik ukuran 100 liter
  3. Kemudian tambahkan alkohol dan dekompuser (EM)
  4. Kemudian ditutup dan disimpan selama 10 hari.
  5. Bila larutan berbau menyengat pertanda bahwa pupuk dan pestisida organik jadi dan bila belum menyengat ada kemungkinan reaksi fermentasi belum sempurna atau tidak jadi.
  6. Sebagai catatan bahan tersebut di atas tidak menggunakan asam cuka karena limbah tahu sudah mengandung asam cuka (kecutan) dan untuk meningkatkan efektifitas pestisida dan fungisida organik bisa ditambahkan berbagai macam tanaman herba misal kunir, daun mindi, dll.

Cara penggunaan :

  1. 1 liter bahan dilarutkan dengan 10 liter air (Perbandingan 1:10)
  2. Kemudian disemprotkan pada tanaman secara merata pada pagi atau sore hari
  3. Pupuk dan pestisida ini dapat digunakan untuk tanaman padi, jagung, kedelai, buah dan sayuran.

Untuk mengetahui tingkat efektifitas dari pupuk organik cair dan pestisida organik dari limbah tahu tersebut masih perlu dilakukan berbagai macam penelitian untuk mengetahui jenis hama dan penyakit yang dapat dikendalikan. Atau jika tema-teman punya pengalaman tentang limbah tahu ini silahkan berbagi dengan pembaca lain di kolom komentar dibawah ini.

-maspary-

Jumat, 18 Juni 2010

MEMBUAT KECAP DARI KEDELAI

kecap 4 Makan bakso tanpa kecap tidak sedap tentunya, apalagi sate jika tanpa kecap lebih tidak enak lagi. Begitu akrabnya yang namanya kecap di bibir kita namun tahukah anda dari apakah bahan pembuatan kecap itu? yach�. kedelai.

Secara umum, kedelai dapat diolah menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga. Jika anda ingin belajar membuat kecap silakan baca tulisan dibawah ini sampai selesai.

BAHAN:
1 kg kedelai putih atau hitam
3 gr ragi tempe
3 lbr daun salam
2 btg serai
3 Daun jeruk 1 lembar
4 cm lengkuas
1 sdt pokak
6 kg gula merah
1 ½ lt air untuk melarutkan gula merah
800 gr garam untuk 4 liter air

CARA MEMBUAT:

  1. Cuci kedelai dan rendam dalam 3 liter air selama satu malam. Kemudian rebus sampai kulit kedelai menjadi lunak. Tiriskan, dinginkan di tampah.
  2. Beri ragi tempe pada kedelai yang didinginkan. Aduk hingga rata dan simpan pada suhu ruang (25-30° Celcius) selama 3-5 hari.
  3. Setelah kedelai ditumbuhi jamur yang berwarna putih merata, tambahkan larutan garam. Tempatkan dalam suatu wadah dan biarkan selama 3-4 minggu pada suhu ruang. Batas maksimum proses penggaraman adalah dua bulan.
  4. Segera tuangkan air bersih, masak hingga mendidih lalu saring.
  5. Masukkan kembali hasil saringan, tambahkan gula merah dan bumbu-bumbu. Bumbu ini (kecuali daun salam, daun jeruk dan serai) digiling halus dulu dan campur hingga rata. Banyaknya pemakaian gula merah tergantung untuk kecap asin atau kecap manis (lihat: catatan).
  6. Setelah semua bumbu dicampurkan ke dalam hasil saringan, masak sambil terus diaduk-aduk. Perebusan dihentikan apabila sudah mendidih dan tidak berbentuk buih lagi.
  7. Setelah adonan tersebut masak, dinginkan dan saring dengan kain saring.
  8. Kecap siap untuk dikemas.

CATATAN:

  • Penambahan gula merah untuk kecap manis setiap 1 ltr hasil saringan membutuhkan 2 kg gula merah.
  • Penambahan gula merah untuk kecap asin setiap 1 ltr hasil saringan membutuhkan 2 -2 ons gula merah.
  • Pemberian ragi harus sesuai jumlahnya dengan banyaknya kedelai, agar tidak menimbulkan kegagalan jamur yang tumbuh.
  • Setelah direbus dan ditiriskan, kedelai harus didinginkan dengan sempurna. Bila tidak ragi yang ditebarkan di atasnya akan mati.
  • Bahan baku untuk pembuatan kecap, selain dari kacang kedelai dapat juga dari biji kecipir, dengan proses pembuatan yang sama.

    -by maspary-

  • Senin, 26 April 2010

    TERNYATA BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI ITU MUDAH

    Salam pertanian! Ternyata budidaya tanaman kedelai tidak sesulit yang dibayangkan, tanaman ini merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan karena memiliki syarat tumbuh yang tidak sulit. Untuk budidaya tanaman kedelai ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

    A. Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai

    1. Tanah
    Tanaman Kedele dapat tumbuh pada berbagai Jenis tanah dengan syarat Drainase dan aerasi tanah cukup baik serta ketersediaan air yang cukup selama masa pertumbuhan.
    Kedele dapat tumbuh pada jenis tanah :
    � Alluvial, regosol grumosol, latosol dan andosol
    � Podsolik Merah Kuning, dan tanah yang mengandung pasir kwarsa, perlu diberi pupuk organik, Fosfat dan pengapuran.

    2. Iklim
    � Curah Hujan :optimal 100 -200 ml/bulan hujan merata
    � Temperatur : antara 25 � 27 derajat celcius, dengan penyinaran penuh (min. 10 jam/hari)
    � Kelembaban : Rata-rata 50%
    � Tinggi dari permukaan laut : 0 � 900 meter optimal 650 mdpl

    3. Air
    � Masa vegetatif (pertumbuhan) : curah hujan cukup
    � Masa generatif (Pembungaan) : curah hujan yang kurang saat pembungaan dan pematangan biji sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil kedele.

    B. Teknis Budidaya

    1. Persiapan Lahan
    Pembersihan Gulma,Tanah diolah dangkal dan gulma dibenamkan. Pengolahan lahan dimulai sebelum jatuhnya hujan. Tanah diolah dengan bajak dan garu/cangkul hingga gembur. Lebar Bedengan : 1 meter . Untuk pengaturan air hujan perlu dibuat saluran drainase pada setiap dan di sekeliling petakan sedalam 30 cm dan lebar 50 cm. Kedele sangat terganggu pertumbuhannya bila air tergenang.


    2. Pemberian Pupuk Kandang
    Pemberian pupuk kandang saat pengolahan Tanah sangat disarankan, karena dapat memperbaiki kondisi tanah selain dapat mengurangi pengunaan pupuk buatan. Dosis Penggunaan Pupuk Kandang untuk tanah yang kurus � 5 ton/Ha.


    3. Pemberian Dolomit
    Tanaman kedelai menginginkan pH netral berkisar 5 � 6. sehingga perlu pengapuran pada tanah yang masam. Pemberian Dolomit dengan Dosis 2.000 kg/Ha( 200 gr/m�) diharapkan mampu menciptakan pH tanah yang optimal.

    4. Pemberian Trichoderma sp
    Pemberian Trichoderma dilakukan bersamaan dengan pupuk kandang dan dolomit. Trichoderma berfungsi sebagai dekomposer, mempercepat pelapukan bahan-bahan organik baik pada kompos ataupun bahan organik dalam tanah sehingga dapat segera diserap oleh tanaman,dan sebagai tindakan preventif untuk mencegah serangan penyakit tanaman.Dosis Trichoderma : 400gr/Ha.

    5. Persiapan Benih
    Saat ini banyak jenis varietas kedelai unggul hasil pemuliaan yang dilepas untuk dikembangkan. Diantara varietas unggul baru tersebut adalah Slamet, Sindoro, grobogan, Argomulyo, Burangrang, Kaba, Anjasmoro, dan Panderman. Varietas kedelai yang unggul untuk suatu daerah belum tentu menunjukan keunggulan yang sama di daerah lain, karena faktor perbedaan iklim, topografi, dan cara tanam, sebagaimana kita tahu bahwa di Indonesia agroekologinya sangat beragam. Maka untuk mengetahui keunggulan dan adaptasi varietas baru terhadap lingkungan, serta mendapatkan informasi varietas yang produktivitasnya tinggi, dan sebagai bahan rekomendasi varietas spesifik lokasi. Kebutuhan Benih : 40 kg/Ha.


    6. Penanaman
    Benih ditugal 3 biji perlubang dengan jarak tanam 30 X 30 cm. Sebelum ditanam dilakukan seed treatment (perlakuan benih), dilakukan inokulasi dengan tanah yang bekas ditanami kedelai.

    7. Pemeliharaan

    a. Pemupukan
    Dosis pupuk yang akan digunakan Urea 50 kg/ha, SP-18 75 kg/ha dan KCl 50 kg/ha. Pupuk diberikan 2 kali dalam satu musim
    Pemupukan I (pertama) :Pupuk diberikan sebelum tanam dengan cara menaburkan pupuk pada garis tanam kemudian pupuk dicampur dengan tanah secara merata, dosis pupuk I (pertama) yang diberikan 2/3 dari dosis Urea dan KCl (Urea:33 Kg/Ha ; KCl: 33 Kg/Ha), sedangkan Pupuk SP-18 diberikan seluruhnya pada pemupukan dasar.
    Pemupukan II (Kedua) : Pupuk diberikan pada saat tanaman berumur 20� 30 HST,menjelang tanaman kedele berbunga dengan cara ditabur mengelilingi tanaman dengan jarak � 10 cm dari batang. Dosis pupuk yang diberikan 1/3 dari dosis Urea dan KCl (Urea: 17 Kg/Ha ; KCl: 17 Kg/Ha).

    b. Penyiangan gulma
    Selain menurunkan hasil,keberadaan gulma dapat menjadi tanaman inang bagi hama dan penyakit oleh karena itu perlu dilakukan penyiangan sebanyak 2-3 kali sebelum tanaman berbunga. Penyiangan terakhir sebaiknya bersamaan dengan pembubunan untuk mengurangi tanaman rebah.

    c. Pengairan / Penyiraman
    Tanaman sebaiknya tidak mengalami kekeringan pada fase kritis karena akan sangat menurunkan hasil. Fase kritis, yaitu saat perkecambahan,berbunga,serta pembentukan dan pengisian polong.

    d. Pengendalian Hama dan Penyakit
    Pengendalian Hama dan Penyakit dilakukan dengan menerapkan system Pengendalian Hama Terpadu, dengan memanfaatkan tekhnologi tepat guna, menggunakan Biopestisida atau pestisida oraganik jika serangan hama masih dibawah ambang ekonomi dan menggunakan pestisida kimia jika serangan hama dan penyakit diatas ambang ekonomi.

    Hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kedelai antara laian:

    A. Hama Perusak Daun
    � Penggerek Pucuk stadia serangan 7 s/d 30 HST
    � Penggerek Batang stadia serangan 7 s/d 30 HST
    � Ulat penggulung Daun stadia serangan 7 s/d 30 HST
    � Ulat Grayak stadia serangan 7 s/d 50 HST
    � Ulat Jengkal stadia serangan 7 s/d 50 HST

    B. Kutu Daun
    � Aphis stadia serangan 30 s/d 60 HST
    � Kutu Kebul stadia serangan 7 s/d 45 HST

    C. Perusak Polong
    � Penggerek polong stadia serangan 45 s/d 80 HST
    � Penghisap polong stadia serangan 45 s/d 80 HST

    D. Penyakit
    � Penyakit Karat Daun stadia serangan 7 s/d 60 HST
    � Virus stadia serangan 7 s/d 60 HST
    � Bakteri Hawar Daun stadia serangan 7 s/d 60 HST

    E. Hama Bahan Simpan stadia serangan pada saat penyimpanan hasil panen

    C. PANEN DAN PASCA PANEN

    1. Panen
    Kedele harus dipanen pada tingkat kemasakan biji yang tepat. Panen terlalu awal menyebabkan banyak biji keriput, panen terlalu akhir menyebabkan kehilangan hasil karena biji rontok. Ciri-ciri tanaman kedele siap panen adalah : Daun telah menguning dan mudah rontok Polong biji mengering dan berwarna kecoklatan Panen yang benar dilakukan dengan cara menyabit batang dengan menggunakan sabit tajam dan tidak dianjurkan dengan mencabut batang bersama akar. Cara ini selain mengurangi kesuburan tanah juga tanah yang terbawa akan dapat mengotori biji.

    2. Pasca Panen

    a. Pengeringan Secara Alami
    Kedele dijemur langsung dibawah panas matahari dipenjemuran yang berlantai atau beralas plastik hitam. Plastik hitam menyerap panas sehingga diharapkan kedele dapat mempercepat proses pengeringan.

    b. Pembijian
    Pembijian dapat dilakukan dengan beberapa cara : Digebuk/dipukul; Diatas anjang-anjang; Menggunakan mesin(power tresher)

    c. Pembersihan
    Pembersihan dapat dilakukan dengan cara ditampi; Disilir; Menggunakan mesin pembersih (winower)

    d. Pewadahan dan Penyimpanan
    Biji kedele yang telah bersih ditempatkan dalam wadah yang bersih bebas hama penyakit,tidak bocor serta ditutup rapat. Penyimpanan Tempat penyimpanan biji kedele harus teduh, kering, dan bebas hama penyakit, kadar air harus 9-14%
    Agar biji kedelai dalam penyimpanan bisa bertahan lama sebaiknya di perlakukan dengan pestisida nabati daun cengkeh.

    -by maspary-