Tampilkan postingan dengan label PEMUPUKAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PEMUPUKAN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Agustus 2011

CARA MEMBUAT PUPUK NPK SENDIRI (RUMUS MEMBUAT NPK)


Salam Tani !! Maspary selalu mengajak kepada para rekan-rekan petani untuk selalu belajar hidup mandiri. Selalu belajar mencari bahan disekitar kita untuk mendukung kegiatan pertanian yang sedang kita lakukan. Selalu mencari solusi termurah dan termudah terhadap saprodi yang kita perlukan. Oleh karena itu Gerbang Pertanian kali ini akan mengulas sedikit cara membuat NPK sendiri.

Kita ketahui bersama selain pupuk NPK harganya mahal apalagi yang tidak bersubsidi (NPK Mutiara, NPK BASF dan NPK Hydro), juga terkadan NPK bersubsidi kalau sedang kita butuhkan sulit didapatkan dikios-kios. Yah��. namanya barang bersubsidi, kadangkala dijadikan sebagai bahan permainan para pedagang. Walaupun terkadang sangat merugikan petani (barang langka dan harga diatas HET).

Artikel cara membuat pupuk NPK sendiri yang akan saya sampaikan merupakan cara menghitung/ mengkombinasi pupuk Urea, SP36 dan KCl sehingga mempunyai kandungan NPK sesuai dengan yang kita inginkan. Pupuk NPK di pasaran mempunyai kandungan berbagai macam, 15:15:15 (NPK Ponska ), 16:16:16 (NPK Mutiara), 20:10:10 (NPK Pelangi) dan lain sebagainya.

Cara membuat pupuk NPK sendiri:

  1. Kita tentukan dulu kandungan pupuk NPK yang akan kita buat. Untuk lebih mempermudah penjelasan kita contohkan akan membuat pupuk NPK sendiri dengan kandungan 20:15:10.
  2. Hitung kebutuhan pupuk NPK yang akan kita buat. Misalnya kita akan membuat 200 Kg pupuk NPK dengan kandungan 20:15:10.
  3. Kita hitung jumlah masing-masing unsur hara yang kita butuhkan. Unsur N : 20% X 200 = 40 kg. Unsur P : 15% X 200 = 30 Kg. Unsur K : 10% X 200 = 20 Kg.
  4. Kita konfersikan kebutuhan masing-masing unsur hara dengan pupuk tunggal yang telah kita persiapkan (Urea, SP36 dan KCl). Kandungan N dalam urea adalah 54% maka untuk mendapatkan N 40 Kg maka kita butuh Urea (100 : 54) X 40 = 74 Kg Urea. Untuk mendapatkan unsur P 30 Kg kita butuh SP36 (100 : 36) X 30 = 83,3 Kg SP36. Sedangkan kebutuhan unsur K sebesar 20 Kg akan kita perolaeh dari KCl (100 : 45) X 20 = 44,4 Kg.
  5. Oleh karena itu NPK dengan komposisi 20 : 15 : 10 sebanyak 200 Kg setara dengan Urea 74 Kg + SP36 83,3 Kg + KCl 44,4 Kg.

Contoh pembuatan NPK lain :

Untuk membuat Pupuk yang setara dengan 50 Kg NPK Ponska (15 : 15 : 15) maka kita butuh :

Urea : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 54) = 13,8 Kg Urea

SP36 : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 36) = 20,8 Kg SP36

KCl : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 45) = 16,66 Kg KCl

Saya kira harga 50 Kg NPK Ponska akan lebih mahal jika dibanding dengan kombinasi 13,8 Kg Urea, 20,8 Kg Sp 36 dan 16,66 Kg KCl. Selamat mencoba !

Semoga artikel dari maspary yang berjudul Cara Membuat Pupuk NPK Sediri ini bisa bermanfaat bagi pembaca semua. (maspary).

Selasa, 07 Juni 2011

DOSIS DAN CARA PEMUPUKAN PADI

dosis-pupuk-padi (2) Salam pertanian!! Tema artikel kali ini yang akan membahas tentang dosis dan cara pemupukan tanaman padi merupakan jawaban beberapa rekan yang sharing dengan Gerbang Pertanian. Pertanyaan tentang  dosis dan cara pemupukan tanaman padi akan terlalu panjang jika saya jawab melalui SMS. Oleh karena itu untuk pertanyaan yang jawabannya lumayan panjang akan kami jawab melalui postingan saja, maka mohon maaf kalau jawabannya tidak cepat terjawab oleh kami.

Sebenarnya untuk menjawab pertanyaan dosis dan cara pemupukan tanaman padi sangatlah sulit karena dosis pemupukan tanaman padi sangat relatif sekali, sangat tergantung dari cuaca atau iklim, jenis tanah, ketersediaan unsur hara dalam tanah, ketersediaan bahan organik dalam tanah, varietas tanaman padi, jenis pupuk yang diberikan dan cara pemberian pupuk. Oleh karena itu jika artikel yang maspary tulis kali ini tidak sesuai dengan kebiasaan anda kami mengucapkan mohon maaf.

Seperti telah maspary tulis diatas bahwa dosis pupuk untuk tanaman padi sangatlah variatif sekali antara daerah yang satu dengan yang lain, antara petani yang satu dengan petani yang lain dan antar musim juga berbeda.  Kalau maspary boleh merekomendasikan justru gunakan ilmu titen anda, maksudnya cobalah dengan dosis yang kecil dulu kalau hasilnya kurang bagus baru dinaikkan dosisnya pada musim yang akan datang. Anda tentunya yang lebih paham dengan kondisi tanah anda.

Sebagai gambaran saja untuk tanah normal pemerintah memberikan rekomendasi pupuk untuk tanaman padi sebagai berikut, Urea sebesar 200 kg - 250 kg, SP36 100 kg - 150 kg dan KCl 75 kg - 100 kg. Jika menggunakan NPK dosisnya adalah 100 kg urea dan 300 kg NPK. Itu hanya dosis anjuran, untuk menentukan dosis secara tepat maka anda harus melakukan uji coba pada tanah milik anda sendiri baik itu antar musim maupun antar lokasi.

Berikan pupuk menurut prediksi anda dan lakukan pengamatan sudah maksimal apa belum. Jika belum lakukan pemupukan dengan dosis yang berbeda lagi, demikian seterusnya sampai anda menemukan dosis yang benar-benar optimal untuk tanaman padi anda. Tapi dalam pemeberiannya jangan terlalu jauh melampaui anjuran pemerintah tersebut diatas.

Waktu pemberian pupuk pada tanaman padi juga sangat bervariasi, tetapi menurut maspary adalah sebagai berikut:

  1. Jika anda menggunakan Urea, SP36 dan KCl (200-250 Kg : 100-150 Kg : 75-100 Kg /ha). Satu hari sebelum tanam lakukan penyebaran pupuk SP36 100%. Setelah umur 7 hst lakukan penyebaran Urea 30% dengan KCl 50%. Ketika umur 20 hst lakukan penyebaran urea 40 % dan setelah berumur 30 hst lakukan penyebaran urea 30% dan KCl 50%. Jika anda menggunakan Urea, SP36 dan KCl namun anda mempunyai BWD. Aplikasi pertama dan kedua sama seperti diatas (Sebelum tanam aplikasi SP36 100%, 7 hst aplikasi urea 30% ditambah KCl 50%), tetapi setiap seminggu sekali lakukan tes warna daun dengan BWN. Jika hasil pengetesan tersebut dirasa butuh penambahan urea baru lakukan penambahan sedikit saja sekitar 10%. Pengetesan dilakukan sampai tanaman padi berumur 40 hst. Pada umur 30 hst KCL yang tersisa 50% diberikan semuanya.
  2. Jika anda menggunakan Urea dan NPK Ponska (100 Kg : 300 Kg / ha). Umur 7 hst berikan urea 30% dan NPK Ponska 50%, pada umur 20 hst berikan urea 40% dan setelah umur 30 hst berikan urea 30% dan NPK Ponska 50%. Jika menggukan BWD aplikasi 7 hst berikan Ponska saja 50% tanpa urea, setelah satu minggu lakukan test dengan BWD jika hasil tes dirasa perlu penambahan urea lakukan penambahan 10% saja. Demikian seterusnya lakukan pengetesan setiap seminggu sekali dengan BWD. Ketikan umur 30 hst berikan Ponska yang 50%.
  3. Jika anda menggunakan Urea dan NPK Pelangi (100 Kg : 300 Kg / ha). Berikan NPK pelangi 100% di saat padi berumur 1 hst. Setelah satu minggu berikan urea 30%. Ketika umur 20 hst berikan urea 40% dan ketika padi berumur 30 hst berikan urea yang 30%. Jika anda menggunakan BWD berikan NPK Pelangi 100% ketika padi berumur 1 hst, setelah 7 hst lakukan test dengan BWD dan jika hasil test BWD dirasa perlu dilakukan penambahan lakukan penambahan urea 10% saja. Demikian seterusnya lakukan pemberian urea setelah melakukan test dengan BWD setiap 1 minggu sekali.

Beberapa cara aplikasi pupuk pada tanaman padi menurut maspary adalah :

  1. Taburkan secara merata pada areal sawah jika anda menggunakan sistem tegel.
  2. Jika anda menggunakan sistem tanam jajar legowo maka pemberian pupuk hanya pada tempat yang ada tanamannya atau diluar legowo. Pemberian atau penyebaran dilakukan melalui legowo tersebut.
  3. Pemberian pupuk ada juga yang dijimpitkan dan ditaruh diperempatan jarak tanaman padi. Jadi tidak disebar secara merata.
  4. Ada juga petani yang kreatif yang memberikan pupuk tersebut dengan cara dijimpitkan di perempatan di antara tanaman lalu diinjak dengan satu kaki.

Semua itu terserah anda, jika ada waktu dan tenaga pemberian pupuk dengan cara dijimpit dan diinjak merupakan pemberian pupuk paling efektif karena bisa mengurangi terbuangnya pupuk oleh penguapan maupun terbawa aliran air. Namun jika anda merasa repot dan nggak ada waktu boleh disebar saja secara merata.

Itulah dosis dan cara pemupukan padi versi Gerbang Pertanian semoga tidak menambah bingung pembaca semua. Semua yang kami tulis tersebut hanyalah merupakan pengalaman  kami dilapangan. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan para petani indonesia, dan tentunya maspary berharap  tulisan ini bisa membantu meningkatkan produksi petani semua (maspary).

Kamis, 05 Mei 2011

MEMBUAT ALAT PENGUKUR KEBUTUHAN PUPUK UREA

ALAT-PENGUKUR-KEBUTUHAN-PUPUK-UREA Memang gampang-gampang susah namanya bertani. Gampang bagi mereka yang sudah berpengalaman namun sangat membingungkan jika kita baru belajar bertani. Sampai urusan pemberian pupuk ureapun juga kadang membingungkan kita. Sebenarnya berapa sih dosis yang pas atau tepat untuk tanah kita? Kali ini Gerbang Pertanian akan memberikan artikel tentang cara membuat alat pengukur kebutuhan urea,dan bagaimana cara penggunaanya agar urea yang kita aplikasikan ke lahan dapat tepat dosis.

Tips sederhana cara membuat alat pengukur kebutuhan urea suatu lahan pertanian padi ini saya peroleh dari Komunitas Joglo Tani di Sleman Yogjakarta. Menurut saya walaupun alat ini sangat sederhana dan mudah dibuat namun manfaatnya sangat banyak. Selain bisa menghemat kebutuhan pupuk urea dan pengeluaran biaya produksi juga bisa digunakan untuk standarisasi produksi padi semi organik. Dengan penggunaan pupuk urea sesuai dengan kebutuhan tanaman padi akan membuat tanaman sehat dan meminimalisir serangan hama dan penyakit.

Alat dan Bahan yang dibutuhkan untuk membuat alat pengukur kebutuhan urea:

  1. 1 buah VU meter
  2. 10 cm Kawat tembaga dengan diameter 2 ml
  3. 10 cm kawat besi dengan diameter 2 ml

Cara membuat alat pengukur kebutuhan urea:

  1. Sambung ujung positif VU meter dengan kawat besi, diikat kuat dan di selotip pada bagian sambuangan.
  2. Sambung ujung negatif  VU meter dengan kawat tembaga
  3. Sekarang alat pengukur kebutuhan urea sudah jadi.

Cara menggunakan alat pengukur kebutuhan urea:

  1. Ujung kedua kawat alat pengukur kebutuhan urea tadi tancapkan pada tanah sawah yang basah,
  2. Jika tanahnya kering sebaiknya ambil sample tanah secukupnya dan basahi dulu, ujung VU meter tadi ditanjapkan
  3. Lihat pergerakan jarum pada skala VU meter.
  4. Jika jarum bergerak tidak sampai angka 1 berarti masih butuh urea 8,5 kg/ 1000 m2
  5. Jika jarum bergerak lebih dari angka 1 maka kita tinggal menambahkan urea 2,5 kg/ 1000 m2
  6. Kalau jarum pada alat pengukur kebutuhan urea tani bergerak lebih dari 2,5 berarti sudah tidak perlu penambahan urea

Mudah bukan cara pembuatan dan cara pemakaian alat pengukur kebutuhan urea? VU meter bisa anda peroleh di toko elektronika/ toko alat komponen elektro. Alat ini sepertinya sangat pas jika kita kombinasikan dengan BWD (bagan warna daun).  Untuk bagaimana cara menggunakan BWD  Gerbang Pertanian pernah menulis juga DI SINI.

Sampai disini dulu pembahasan tentang bagaimana cara mengukur kebutuhan urea dilahan padi kita dengan alat yang sangat sederhana dan murah. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi kegiatan pertanian yang sedang anda lakukan (Maspary)

Jumat, 18 Maret 2011

5 KERUGIAN PENGGUNAAN UREA BERLEBIH

bahaya-urea Salam Pertanian!! Bagi para petani padi yang namanya pupuk urea bisa diibaratkan sebagai nasinya tanaman.  Sedangkan SP dan KCl ataupun NPK hanya sebagai lauknya.  Sehingga wajib hukumnya para petani menggunakan urea.  Maka ketika harga pupuk urea mahal petani padilah yang paling resah. Mereka tidak bisa tidur nyenyak jika saat tanam tiba namun kelangkaan pupuk urea terjadi.

Lebih ironis lagi mereka ada yang menganggap bahwa yang namanya pupuk itu hanya urea. Mereka mengguanakan urea secara berlebihan tanpa diimbangi dengan pupuk yang lain. Boro-boro pupuk organik, tidak pernah terlintas didalam benak mereka. Mereka tidak pernah menyadari apa yang akan diakibatkan jika menggunakan urea secara berlebihan dan terus-menerus. Oleh karena itu Gerbang Pertanian kali ini akan membahas tentang kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan pupuk urea yang terlalu banyak.

  1. Yang pasti dengan penggunaan urea yang berlebihan akan mengakibatkan pemborosan biaya usaha tani kita.
  2. Akan merusak tanah, dengan pemberian bahan kimia yang berlebih dan terus menerus akan sangat merusak kesuburan tanah kita. Jika urea diberikan ke tanah akan mengakibatkan tanah menjadi masam. Tanah yang masam  mengakibatkan penyerapan unsur hara tertentu  menjadi terhambat.
  3. Akan mengancam kelangsungan hidup mikroorgansme yang berada dalam tanah
  4. Menjadikan ketergantungan petani terhadap pupuk urea. Seperti kondisi sekarang ini sebagian besar petani seperti kecanduan urea.
  5. Jika pemupukan urea terlalu banyak akan menjadikan tanaman sukulen  sehingga tanaman akan menjadi mudah terserang hama maupun penyakit.

Dengan berbagai penjelasan tersebut diatas semoga petani kita menjadi tidak selalu tergantung kepada urea. Petani kita menjadi lebih bijaksana dalam penggunaan urea dan  bahan-bahan kimia pada umumnya. Apalagi ada wacana dari pemerintah di tahun 2012 subsidi pupuk kimia akan dicabut.

Marilah kita mulai melirik tentang penggunaan pupuk organik yang jelas-jelas dapat diandalkan untuk jangka panjang. Mari kita manfaatkan bahan organik yang berada disekitar kita untuk kita sulap menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman kita. Kita tidak perlu cemas dengan kelangkaan pupuk kimia, tak usah bingung jika pupuk urea mahal karena kita telah bisa membuat pupuk sendiri.

Harapan Gerbang Pertanian  petani bisa benar-benar menjadi mandiri, bisa memenuhi kebutuhan saprodinya dari diri sendiri. Bibit sudah bikin sendiri (nggak usah beli), pupuk nggak usah beli karena kita telah membuat sendiri. Otomatis keuntungan petani akan semakin besar, masyarakat menjadi sehat karena makanan mereka minim kimia.

Itu saja cerita hari ini tentang 5 kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan urea yang berlebih. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dan bisa menambah wawasan bagi kita semua.

Salam Pertanian!!

Senin, 14 Maret 2011

7 LANGKAH MENGGUNAKAN BAGAN WARNA DAUN (BWD)

bagan-warna-daun (2) Sebenarnya tentang cara menggunakan bagan warna daun bukanlah hal yang sulit dan saya kira sudah banyak blog-blog pertanian yang memostingnya. Demi pentingnya manfaat menggunakan bagan warna daun ini maka GERBANG PERTANIAN perlu mengulas lagi tentang BWD  tersebut.  Selain itu juga untuk ikut berpartisipasi agar para petani tidak sembarangan dan berlebihan dalam penggunaan pupuk urea. Bukan sekedar nilai uangnya, tetapi jika berlebihan akan berdampak petaka bagi petani itu sendiri. Kenapa? Yach� Karena kelebihan pemakaian urea berarti akan memicu serang kresek atau hawar daun bakteri (BLB)

Bagan warna daun (BWD) adalah alat berbentuk persegi empat yang berguna untuk mengetahui kadar hara N tanaman padi. Pada alat ini terdapat empat kotak skala warna, mulai dari hijau muda hingga hijau tua, yang menggambarkan tingkat kehijauan daun tanaman padi. Sebagai contoh, kalau daun tanaman berwarna hijau muda berarti tanaman kekurangan hara N sehingga perlu dipupuk. Sebaliknya, jika daun tanaman berwarna hijau tua atau tingkat kehijauan daun sama dengan warna di kotak skala 4 pada BWD berarti tanaman sudah memiliki hara N yang cukup sehingga tidak perlu lagi dipupuk.

Hasil penelitian menunjukkan, pemakaian BWD dalam kegiatan pemupukan N dapat menghemat penggunaan pupuk urea sebanyak 15 - 20% dari takaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil.  Maka sebaiknya setiap petani harus memiliki bagan warna daun tersebut.


Langsung aja pada pokok pembicaraan bagaimana cara menggunakan BWD:

  1. Sebelum berumur 14 hari setelah tanam pindah (HST), tanaman padi diberi pupuk dasar N dengan takaran 50-75 kg per hektar. Pada saat itu BWD belum diperlukan.
  2. Pengukuran tingkat kehijauan daun padi dengan BWD dimulai pada saat tanaman berumur 25-28 HST. Pengukuran dilanjutkan setiap 7-10 hari sekali, sampai tanaman dalam kondisi bunting atau fase primordia. Cara ini berlaku bagi varietas unggul biasa. Khusus untuk padi hibrida dan padi tipe baru, pengukuran tingkat kehijauan daun tanaman dilakukan sampai tanaman sudah berbunga 10%.
  3. Pilih secara acak 10 rumpun tanaman sehat pada hamparan yang seragam, lalu pilih daun teratas yang telah membuka penuh pada satu rumpun.
  4. Taruh bagian tengah daun di atas BWD, lalu bandingkan warna daun tersebut dengan skala warna pada BWD. Jika warna daun berada di antara dua skala warna di BWD, maka gunakan nilai rata-rata dari kedua skala tersebut, misalnya 3,5 untuk nilai warna daun yang terletak di antara skala 3 dengan skala 4 BWD.
  5. Pada saat mengukur daun tanaman dengan BWD, petugas tidak boleh menghadap sinar matahari, karena mempengaruhi nilai pengukuran.
  6. Bila memungkinkan, setiap pengukuran dilakukan pada waktu dan oleh orang yang sama, supaya nilai pengukuran lebih akurat.
  7. Jika lebih 5 dari 10 daun yang diamati warnanya dalam batas kritis atau dengan nilai rata-rata kurang dari 4,0 maka tanaman perlu diberi pupuk N dengan takaran:
    • 50-70 kg urea per hektar pada musim hasil rendah (di tempat-tempat tertentu seperti Subang Jawa Barat, musim hasil rendah adalah musim kemarau).
    • 75-100 kg urea per hektar pada musim hasil tinggi (di tempat-tempat tertentu seperti Kuningan Jawa Barat dan Sragen Jawa Tengah, musin hasil tinggi adalah musim kemarau).
    • 100 kg urea per hektar pada padi hibrida dan padi tipe baru, baik pada musim hasil rendah maupun musim hasil tinggi.

Ada yang perlu diingat, setelah tanaman padi berumur lebih dari 50 hst sebaiknya hentikan pemakaian urea kecuali pada tanaman padi hibrida.

Mudah bukan dalam penggunaan bagan warna daun? Kalau sudah paham sebaiknya mulai sekarang sebelum melakukan pemupukan jangan lupa gunakan dulu bagan warna daun (BWD) untuk menghemat biaya pemupukan, mengurangi pencemaran lingkungan dan mengurangi serangan hama penyakit.

Ada yang ingin berbagi pengalaman dalam penggunaan bagan warna daun? silahkan tulis di kolom komentar dibawah ini.

Jumat, 04 Maret 2011

ZPT ORGANIK MURAH PRODUK INDONESIA



Salam Pertanian!! Kali ini GERBANG PERTANIAN kembali akan membagikan informasi seputar ZPT Organik. Kita tidak perlu lagi membahas definisi atau arti ZPT karena beberapa waktu yang lalu kita telah membahas tentang Zat Pengatur Tumbuh dan cara sederhana membuat ZPT Organik.

Dengan menggunakan ZPT/ Hormon organik kita akan ikut berpartisipasi dalam melestarikan bumi kita, karena aplikasinya tidak meninggalkan residu yang akan mengganggu kesehatan manusia. ZPT organik sangat cocok untuk para petani yang sedang menggeluti pertanian organik. ZPT organik juga lebih aman dalam penggunaannya, karena jika dosisnya terlalu banyak tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Dan yang utama ZPT Organik akan bisa digunakan pada semua tanaman, padi, jagung, kedelai, cabai, kacang, kentang, bunga-bungaan dan bahkan tanaman hias.

Bagi rekan-rekan pembaca yang belum sempat membuat ZPT Organik atau malas membuat ZPT Organik sendiri nggak usah kuatir, karena GERBANG PERTANIAN telah menyediakan ZPT Organik tersebut. Bahan utama ZPT organik ini adalah berbagai macam bahan organik yang di ekstrak secara khusus menggunakan enzim. Formulasi ZPT organik tersebut adalah tepung menggumpal yang jika dicampur dengan air akan larut sempurna. GERBANG PERTANIAN belum sempat mengemas ZPT Organik tersebut karena memang tujuannya belum kearah komersil sementara hanya untuk kalangan sendiri.
















ZPT organik ini mengandung tiga jenis ZPT/ Hormon (Giberellin, Sitokinin dan Auksin), juga mengandung unsur hara mikro yang sangat dibutuhkan tanaman. Dan yang tidak kalah penting ZPT Organik ini mengandung C-Organik yang sangat dibutuhkan untuk memperbaiki tanah kita baik secara fisik, kimia maupun biologi. Secara rinci kandungan ZPT Organik tersebut adalah:
  • Giberellin 49,55 ppm
  • Sitokinin 42,31 ppm
  • Auksin 37,52 ppm
  • C-Organik 45,8%
  • N Total 1,5%
  • P2O5 2,74%
  • K2O 2,49%
  • Fe 352 ppm
  • Mn 23 ppm
  • Cu 5 ppm
  • Zn 29 ppm
  • B 58 ppm
  • Co 2 ppm
  • Mo 7 ppm

Kalau kita lihat kandungan dari ZPT Organik tersebut bukankah sangat lengkap? Otomatis akan sangat baik untuk meningkatkan hasil usaha tani kita.

Manfaat ZPT Organik tersebut antara lain:

Meningkatkan kesuburan tanah baik secara fisik, kimia dan biologi (fungsi C-Organik)
  1. Meningkatkan jumlah dan aktivitas mikro organiame tanah
  2. Meningkatkan kapasitas tukar kation (KTK) sehingga mengurangi kehilangan unsur hara dalam tanah
  3. Memperbaiki agregat dan struktur tanah
Memperbaiki dan merangsang pertumbuhan tanaman baik pertumbuhan vegetatif dan generatif
  1. Memperbaiki struktur perakaran tanaman sehingga meningkatkan serapan unsur hara
  2. Pertumbuhan vegetatifnya lebih cepat dan kokoh
  3. Merangsang pertumbuahan tunas baru
  4. Mencegah rontoknya daun, bunga dan buah
  5. Mempertahankan tanaman tetap hijau dan segar sehingga memperpanjang masa panen
  6. Meningkatkan hasil produksi
  7. Meningkatkan kualitas hasil produksi
Cara penggunaannya juga sangat mudah karena bisa dilakukan dengan beberapa cara:
  1. Ditaburkan bersamaan saat pemupukan (dicampur pupuk dasar)
  2. Disemprotkan bersamaan dengan aplikasi pestisida
  3. Dikocorkan dengan memcampurkannya dengan NPK(tanaman hortikultura)
Harga ZPT Organik tersebut juga sangat terjangkau cuma Rp.8000/ ons. Mohon maaf ZPT Organik tersebut belum dikemas, jadi masih dalam bentuk curah.

Ada yang tertarik ingin mencoba ZPT Organik untuk usaha tani anda? Klik disini atau pada menu order

Untuk cara aplikasi ZPT Organik secara lengkap silahkan download disini

Rabu, 29 Desember 2010

TEKNIS MENGOCOR TANAMAN CABAI YANG TEPAT

24082010(006) Artikel tentang teknis mengocor tanaman cabai sebenarnya bukanlah hal yang baru dan asing bagi petani cabai. Tulisan ini hanya saya tujukan kepada para petani cabai yang baru saja memulai usahanya atau para petani cabai yang belum tepat dalam melakukan pengocoran pupuk pada tanamannya.

Teknis mengocor tanaman cabai merupakan hal yang penting dalam budidaya tanaman cabai menggunakan mulsa plastik. Pada budidaya tanaman cabai menggunakan mulsa plastik tentu kita kesulitan dalam mengaplikasi pupuk susulan karena adanya mulsa yang menghalangi kita dalam membuat lobang pupuk. Oleh karena itu pengocoran ini perlu kita lakukan untuk memberikan pupuk susulan pada lahan cabai yang menggunakan mulsa plastik.

Teknis pengocoran tanaman cabai saya katakan penting karena juga akan mempengaruhi sistem kesehatan tanaman cabai tersebut. Dengan teknis pengocoran yang kurang tepat bisa jadi pemicu timbulnya penyakit layu pada tanaman cabai kita. Banyak dari petani cabai kita yang asal-asalan dalam pengaplikasihan pupuk susulan melalui pengocoran.

Inti utama dari masalah pengocoran ini adalah bagaimana kita mensiasati agar cairan larutan pupuk yang kita kocorkan tidak mengenai pangkal batang tanaman cabai kita. Usahakan larutan pupuk tersebut berjarak sekitar 5-10 cm dari pangkal batang. Alasannya adalah jika kita mengocor tanaman cabai pada pangkal batang justru akan melukai batang tanaman cabai tersebut. Seperti kita ketahui bahwa pupuk terutama Nitrogen bersifat panas dan akan melukai tanaman jika dosis terlalu banyak. Selain itu cara tersebut juga kurang efektif karena bagian akar yang menyerap unsur hara adalah ujung-ujung akar tanaman yang berjarak sampai lebih dari 20 cm dari pangkal batang cabai.

Secara teknis pengocoran yang tepat bisa dilakukan dengan cara menggunakan corong yang ujungnya disambung dengan selang plastik sepangjang 20-30 cm. Kemudian ujung selang tersebut dimasukkan kedalam mulsa sampai berjarak sekitar 10 cm dari pangkal tanaman cabai. Kemudian larutan pupuk tersebut kita siramkan pada corong tersebut sehingga larutan akan meluncur dari corong keujung selang yang yang berada dalam mulsa tersebut.

Adapun jenis pupuk dan berapa dosis pupuk yang tepat untuk kita gunakan dalam pengocoran tanaman cabai tersebut sifatnya relatif atau terserah anda. Tetapi kalau boleh saya menyarankan gunakan pupuk NPK yang mudah larut dalam air (Jangan gunakan NPK Pelangi untuk pengocoran). Jika anda ingin pupuk bersubsidi gunakanlah NPK Ponska jika anda menginginkan pupuk buatan luar negeri gunakan NPK Mutiara, NPK dari Hidro Karate ataupun NPK BASF yang tentunya harganya jauh lebih mahal. Untuk konsentrasi penggunaanya juga terserah anda yang penting jangan terlalu pekat maksimal 10 gr/ liter air.

Demikian sedikit tulisan tentang teknis cara mengocor tanaman cabai yang tepat, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Kritik dan saran selalu saya harapkan silahkan isikan pada kolom komentar. Trimakasih.

-maspary-

Selasa, 14 Desember 2010

MEMANFAATKAN SEKAM PADI SEBAGAI SUMBER SILIKON MURNI

09032010(005) Sejak dicanangkannya program P2BN oleh pemerintah Negara Indonesia pada tahun 2010 ini telah mampu mengekspor beras sebanyak 54 juta ton, dengan demikian Indonesia merupakan negara pengekspor beras terbesar wilayah ASEAN

Efek berlimpahnya produksi beras tersebut akan memberikan limbah kulit padi (Sekam) yang berlimpah pula. Selama ini pemanfaatan sekam hanya untuk bahan organik dan sebagai bahan arang sekam. sebagian pula dipedesaan juga memanfaatkan sekam untuk bahan tambahan pembuatan bata merah.

Sejak tahun 2007, Institut Pertanian Bogor (IPB) sudah mengembangkan tungku sekam dengan memanfaatkan limbah sekam padi sebagai bahan bakarnya. Setelah limbah sekam padi dimanfaatkan sebagai alternatif sumber energi, akan muncul limbah lainnya, diantaranya limbah arang sekam. Pemanfaatan limbah ini belum banyak digunakan secara optimal selain sebagai pupuk atau media tanam.

Peneliti Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Institut Pertanian Bogor (FMIPA-IPB) Dr.Irzaman dan Dr.E.Rohaeti bersama Mahasiswa Magister Sekolah Pascasarjana (SPs) IPB, Hikmawati telah meneliti sisa pembakaran (arang) dari sekam.

Hasilnya, tak hanya ada arang dan abu, tapi di dalamnya terkandung bahan yang bernilai tinggi, di antaranya silikon.

Menurut Dr. Irzaman, sisa pembakaran sekam mengandung 16,98 persen silikon oksida atau silika (SiO2). Silika biasa digunakan untuk industri perminyakan dan semen. Harga silika di pasar bisa mencapai US$ 8 per kilogram.

�Setiap tahun produksi gabah kering giling di Indonesia sebesar 50 juta ton, 20 persen-nya (10 juta ton) menjadi sekam padi. Bila sekam ini dibakar 20 persen-nya (2 juta ton) menjadi arang sekam. Jika dimurnikan, senyawa tersebut juga bisa menjadi silikon yang biasa digunakan sebagai bahan semikonduktor untuk barang-barang elektronik,� kata Dr.Irzaman.

Dengan proses reduksi kimia, dari arang sekam ini satu per milnya (2 juta kilogram) dapat dihasilkan silikon. Dr Irzaman dkk telah berhasil memproduksi plat silikon dengan kadar 67,82 persen dan 79, 17 persen. Sementara plat silikon yang dijual di pasar rata-rata memiliki kadar 86, 26 persen.

�Diperlukan penelitian lanjutan untuk mendapatkan silikon dengan kemurnian lebih tinggi. Terkait hal ini kami berharap pemerintah memberikan bantuan dana demi kelanjutan penelitian tersebut dan pengembangannya hingga menjadi produk industri,� ujar Dr.Irzaman.

Demikian sekilas potensi sekam padi sebagai bahan dasar pembuatan silikon murni, yang tentunya masih diperlukan penelitian-penelitian lanjutan yang bersifat lapangan dan praktisi. Salam pertanian !!!

Rabu, 24 November 2010

BENARKAH NPK PELANGI LEBIH BAGUS DIBANDING NPK PONSKA

npk pelangi Pupuk NPK Ponska adalah pupuk majemuk yang sudah lama mendapat subsidi dari pemerintah. Pupuk dengan simbol gambar kerbau ini sekarang mendapat pesaing baru sesama NPK bersubsidi. Sejak tahun 2010 ini NPK Pelangi telah ikut mendapat subsidi dari pemerintah. PT Kaltim mengeluarkan beberapa komposisi untuk NPK Pelangi namun yang saya bahas disini adalah yang 20:10:10

Tulisan ini saya buat berdasarkan fakta dan analisa dilapangan dan bukan berdasarkan hasil penelitian. Saya bermaksud memberi gambaran kepada petani supaya bisa membandingkan keduanya untuk keperluan yang lebih tepat bukan untuk menjatuhkan salah satu dari produk tersebut. Karena saya yakin saat ini para petani sedikit sekali yang mengenal pupuk NPK Pelangi dan mereka menganggap kalau pupuk NPK yang bersubsidi hanya NPK Ponska.

Berikut tabel perbandingan NPK Pelangi VS NPK Ponska:

VARIABEL

NPK PELANGI

NPK PONSKA

1

Produk PT Kalimantan Timur PT Petrokimia Gresik

2

Harga Rp2300 Rp2300

3

Bentuk Granul Granul

4

Warna Warna warni (Hitam, Putih, Merah, Abu-abu) Merah

5

Komposisi NPK 20:10:10 15:15:15

6

Kecepatan larut dalam tanah Slow Rilis (pelan larut) Fast Rilis (sepat larut)

7

Anjuran penggunaan Untuk pupuk dasar Untuk pupuk dasar dan kocoran

8

Reaksi ke tanaman Padi Daun Lama hijau tetapi tahan lama hijaunya Daun Cepat hijau tetapi cepat kuning

9

Ketahanan penyimpanan Tahan Lama Kurang tahan lama

10

Ketahanan ditanah kering Sangat sulit larutnya Lebih cepat larutnya

Dengan hasil analisa diatas kita dapat menyimpulkan beberapa hal:

  1. Karena Kebutuan Nirogen pada tanaman padi dan jagung relatif lebih besar maka saya anjurkan untuk pemupukan padi dan jagung menggunakan NPK Pelangi
  2. Dengan sifat kelarutan yang cepat dan kandungan N yang lebih kecil dari Pelangi maka Saya anjurkan menggunakan NPK Ponska untuk pemupukan Tanaman hortikultura
  3. Jangan sekali-kali mengocor tanaman tomat atau cabe menggunkan NPK Pelangi karena akan sangat sulit larut
  4. Dengan sifat slow rilis tersebut NPK Pelangi akan sangat cocok untuk tanaman padi
  5. Petani padi tidak perlu ragu-ragu atau takut menggunakan NPK pelangi
  6. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk megetahui sejauh mana pengaruh kedua pupuk tersebut terhadap produksi beberapa tanaman

inilah gambar bentuk dan warna formulasi NPK Pelangi

npk plg

Saya kira sekian dulu postingan kali ini semoga bisa memberikan sedikit gambaran kepada para petani yang masih bingung memilih antara NPK Pelangi dan NPK Ponska

-maspary-

Jumat, 05 November 2010

EFEK ABU VULKANIK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN

abu vulkanik Setelah beberapa hari kemarin gunung merapi selalu menyemburkan awan panas (wedus gembel) disertai material abu vulkanik yang beterbangan kemana-mana. Terbangnya abu vulkanik ini bisa beberapa hari dan bisa radius ratusan kilometer. Sebagai contoh abu vulkanik hasil letusan gunung merapi yang terletak diantara perbatasan Jawa Tengah dan Yogjakarta ternyata mampu terbang sampai Purwokerto bahkan menurut informasi sampai kota Bandung. Pagi ini bahkan hujan abu yang terjadi di Purwokerto terjadi begitu deras, sehingga jalan-jalan, rumah-rumah dan pepohonan tampak putih dan berdebu.

Ada beberapa pendapat tentang tingkat keasaman abu vulkanik ini, ada yang mengatakan kalau abu vulkanik bersifat asam ada juga pendapat yang menyatakan kalau abu vulkanik dapat meningkatkan pH tanah. Tapi kalau merujuk pada mitos bahwa tanah-tanah disekitar gunung merapi sangat subur sepertinya pendapat yang menyatakan abu vulkanik dapat mengasamkan tanah tidaklah benar.

Beberapa sumber informasi menyatakan kalau didalam abu vulkanik juga terkandung unsur Sulfur dan unsur Silica. Jika hal ini benar berarti abu vulkanik akan bisa berfungsi sebagai pemasok unsur hara tanaman. Ada juga pendapat didalam abu vulkanik juga mengandung unsur Cu dan Fe yang yang berfungsi sebagai mikro element.

Jika dilihat dari sifat fisik abu merupakan hasil dari pembakaran yang mempunyai sifat seperti Batuan Zeolit dan Arang yang berfungsi sebagai penambat unsur hara dalam tanah sehingga tidak mudah tercuci oleh air. Dengan adanya abu vulkanik juga akan mempermudah penyerapan unsur hara oleh akar tanaman.

Jika kita mengacu pada pemikiran diatas dapat disimpulkan bahwa dengan adanya letusan gunung berapi dan menimbulkan hujan abu (abu vulkanik) akan membawa berkah kepada para petani. Abu vulkanik yang yang berjatuhan di lahan akan menjadi sumber unsur hara bagi tanaman dan akan meningkatkan ph tanah kita yang cenderung asam. walaupun memang dengan adanya hujan abu akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan manusia.

Untuk mengetahui secara benar efek abu vulkanik terhadap pertumbuhan tanaman memang perlu dilakukan uji laboratorium tentang kandungan unsur hara yang ada dalam abu vulkanik. Dan ini tentunya PR bagi para peneliti-peneliti dibidang pertanian. Atau jika ada rekan-rekan gerbang pertanian punya data tentang kandungan abu vulkanik bisa mengisi kolom komentar dibawah ini, Atau jika ingin menulis dalam bentuk artikel bisa mengirimkannya ke email : paryos_ml@yahoo.com. Secepatnya artikel tersebut akan saya postingkan di blog ini.

-by maspary-

Selasa, 26 Oktober 2010

GEJALA TANAMAN KELEBIHAN UNSUR HARA

Dalam tulisan kali ini saya ingin membahas tentang gejala yang diperlihatkan tanaman cabe jika kelebihan unsur hara Nitrogen. Ini adalah hasil dari percobaan beberapa tanaman cabe saya yang saya perlakukan pemberian NCa secara over (satu sendok makan per tanaman) dengan jarak pupuk dengan tanaman kurang lebih 5 cm. Dua jenis tanaman cabe (rawit dan keriting) yang saya beri pupuk secara over dua-duanya mengalami gejala yang hampir sama.

  1. Pada cebe keriting setelah dua hari pemupukan, daun tua menguning dan mulai berguguran, sedangkan pada tanaman cabe rawit tidak.tan cabe rontok(001)
  2. Pada kedua tanaman menunjukkan gejala yang sama pada beberapa pemukaan helaian daun, yaitu menunjukkan gejala terbakar. Gejala ini hampir mirip dengan gejala daun yang terbakar oleh pupuk daun. dan cabe terbakar(002)
  3. Keduanya mengalami kerontokan bunga pada percabangan yang tua, sedangkan buah cabe tidak mengalami kerontokan
  4. Kedua tanaman mengalami kematian pucuk pada beberapa ujung tanaman

Demikian uraian singkat tentang uji coba pada tanaman cabe saya yang saya beri pupuk over dosis, semoga bisa bermanfaat bagi rekan-rekan gerbang pertanian yang sedang membudidayakan tanaman cabe.

-maspary-

Jumat, 08 Oktober 2010

8 CARA MENCEGAH KERONTOKAN BUNGA DAN BUAH CABAI


Salam pertanian. Budidaya tanaman cabai memang susah-susah gampang. Susahnya karena tanaman cabai sangat komplek permasalahannya, sehingga bagi mereka yang belum berpengalaman pasti akan menemukan kendala yang sangat besar. Baik itu kendala dari cuaca, iklim, hama penyakit maupun dari harga. Salah satu kendala yang sangat sering terjadi pada budidaya cabai adalah terjadinya kerontokan bunga maupun buah cabai. Hal ini merupakan masalah yang sangat penting karena percuma saja tanaman cabai kita sangat subur tapi ketika berbunga banyak yang rontok.

Sebelum kita mengatasi terjadinya kerontokan bunga dan buah cabai sebaikknya kita perlu mengetahui dahulu beberapa penyebab bunga dan buah cabai rontok. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan kerontokan bunga dan buah pada tanaman cabai:
  1. Kelembaban udara yang sangat rendah.
  2. Tanah terlalu kering
  3. Tanaman cabai ternaungi
  4. Suhu udara terlalu tinggi
  5. Serangan penyakit virus (CMV)
  6. Serangan hama trips atau kutu-kutuan yang lain
  7. Serangan penyakit pada cabai
  8. Terlalu banyak atau kekurangan unsur Nitrogen
  9. kekurangan Kalsium
  10. Kekurangan salah satu unsur mikro
Setelah kita ketahui beberapa penyebab bunga dan buah cabai rontok tentu kita akan bisa menentukan tindakan yang dapat mencegah kerontokan bunga dan buah cabai. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah kerontokan bunga dan buah tanaman cabai adalah:
  1. Usahakan mencari lahan untuk menanam cabai yang mudah pengairannya, hal ini bertujuan agar kita mudah menjaga kelembaban udara dan tanahnya. Tapi perlu diingat bahwa cabai tidak suka diairi berlebihan, bisa layu.
  2. Bebaskan tanaman cabai dari naungan bangunan maupun tanaman lain yang lebih besar
  3. Dalam pemupukan tanaman cabai harus diperhatikan pemberian unsur nirtogen, pemberian terlalu banyak bisa sangat membahayakan kehidupan tanaman cabai. Bukan hanya dari kerontokan bunga dan buah tetapi juga menjadi rentan dari serangan hama dan penyakit. Kekurangan unsur N juga kurang bagus karena tanaman cabai menjadi kurang subur
  4. Hati-hati terhadap serangan virus, cegah dengan mengendalikan vektor penyebarnya diantaranya kutu kebul dan aphids. Selain itu sebelum menanam kita harus memastikan bahwa lahan kita bebas dari bebagai virus (bukan bekas tanaman yang terserang virus) atau hindari menanam cabai pada areal yang berdekatan dengan tanaman lain yang terkena virus.
  5. Cegah sedini mungkin serangan hama-hama penghisap (kutu-kutuan) dengan manipulasi lingkungan maupun menggunakan insektisida, terutama saat musim kemarau
  6. Monitoring dan kendalikan serangan penyakit tanaman cabai. Terutama penyakit patek.
  7. Pada awal penanaman usahakan pemberian kalsium ((kapur), bisa juga dengan pemberian kalsium dengan cara penyemprotan
  8. Jika syarat-syarat diatas telah dipenuhi tapi ternyata masih terjadi kerontokan bunga dan buah besar kemungkinan tanaman cabai anda kekurangan salah satu unsur mikro. Pemberian unsur mikro bisa dilakukan dengan menyemprotkan pupuk daun yang mengandung unsur mikron lengkap melalui daun.
-by maspary-

Rabu, 01 September 2010

KEKURANGAN UNSUR BORON PADA TANAMAN CABAI


Salam Pertanian! Unsur boron (B) merupakan unsur hara mikro bagi tanaman cabai yaitu unsur hara yang dibutuhkan tanaman cabai dalam jumlah yang sangat kecil. Namun demikian jika terjadi kekurangan unsur hara ini akan sangat membatasi produksi suatu tanaman cabai. Hal ini sesui dengan hukum Leinberg bahwa jumlah unsur hara yang terkecil yang akan membatasi produksi dan pertumbuhan suatu tanaman.

Sebelum kita menambahkan unsur hara tertentu pada tanaman cabai tentunya kita harus mengetahui terlebih tanaman cabai tersebut kekurangan unsur hara apa. Karena pemberian unsur hara tertentu yang berlebihan pada tanaman cabai juga berakibat kurang baik. Dalam budidaya tanaman cabai biasanya kekurangan suatu unsur hara tertentu akan menunjukkan gejala tertentu. Demikian juga jika tanaman cabai kekurangan unsur boron akan menunjukkan gejala yang khas. Gejala yang khas pada tanaman cabai yang kekurangan unsur boron adalah adanya cabang yang berhimpit (kalau bahasa banyumas "dempet"). Selain itu bunga pada tanaman cabai juga banyak yang rontok.

Setelah mengetahui tanaman cabai kita kekurangan unsur boron tentunya kita ingin cepat-cepat menambahkan unsur boron pada tanaman cabai kita. Banyak sekali sumber unsur boron dalam bentuk pupuk yang siap diaplikasi. Sebagai alternatif kita bisa menambahkan borax pada tanah disekitar perakaran cabai tersebut (tapi jangan ditambahkan pada bakso atau mie ayam ya). Kenapa borax? karena selain harganya murah juga kandungan boronnya tinggi, kurang lebih 11 %. Selain borak kita juga bisa menyemprot tanaman cabai kita dengan pupuk daun yang mengandung unsur hara mikro boron (pilih aja ditoko-toko pertanian terdekat).

Sekian dulu artikel singkat ini, semoga tulisan tentang kekurangan unsur boron pada tanaman cabai ini bisa bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel yang lain tentang dunia pertanian.

-maspary-




Kamis, 13 Mei 2010

METODE PEMUPUKAN PADA TANAMAN


Salam Pertanian! Pemupukan merupakan salah satu proses penting dalam budidaya suatu tanaman. Karena proses pemupukan juga akan sangat menentukan keberhasilan produksi tanaman tersebut. Oleh karena itu selain kita harus mengetahui beberapa jenis pupuk dan proses penyerapan pupuk kita juga harus tahu bagaimana cara mengaplikasikan pupuk pada tanaman sehingga proses tersebut bisa lebih efektif dan efisien. Ada dua cara pemupukan yaitu:

1. MEMUPUK MELALUI AKAR TANAMAN
Yaitu segala macam pupuk yang diberikan kepada tanaman lewat akar. Tujuannya tentu sudah jelas, yakni mengisi tanah dengan hara yang dibutuhkan oleh tanaman, supaya tanaman yang ditanam di atasnya tumbuh subur dan memberikan hasil yang memuaskan. Pada umumnya pemberian pupuk melalui akar dapat dilakukan secara:

1. Disebar (broad casting)

Pupuk yang disebarkan merata pada tanah-tanah di sekitar pertanaman atau pada waktu pembajakan/penggaruan terakhir, sehari sebelum tanam, kemudian diinjak-injak agar pupuk masuk ke dalam tanah. Beberapa pertimbangan untuk menggunakan cara ini adalah:

  1. Tanaman ditanam pada jarak tanam yang rapat, baik teratur dalam barisan maupun tidak teratur dalam barisan
  2. Tanaman mempunyai akar yang dangkal atau berada pada dekat dengan permukaan tanah
  3. Tanah mempunyai kesuburan yang relatif baik
  4. Pupuk yang dipakai cukup banyak atau dosis permukaan tinggi
  5. Daya larut pupuk besar, karena bila daya larutnya rendah maka yang diambil tanaman sedikit

Cara pemupukan ini biasanya digunakan untuk memupuk tanaman padi, kacang-kacangan dan lain-lain yang mempunyai jarak tanam rapat. Kerugian cara ini ialah merangsang pertumbuhan rumput pengganggu/gulma dan kemungkinan pengikatan unsur hara tertentu oleh tanah lebih tinggi.

2. Ditempatkan di antara larikan/barisan

Pupuk ditaburkan di antara larikan tanaman dan kemudian ditutup kembali dengan tanah. Untuk tanaman tahunan ditaburkan melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus daun terjauh (tajuk daun) dan ditutup kembali dengan tanah. Cara ini dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:

  1. Pupuk yang digunakan relatif sedikit
  2. Jarak tanam antara tanaman yang dipupuk cukup jarang dan jarak antara barisan pertanaman cukup jarang
  3. Kesuburan tanah rendah
  4. Tanaman dengan perkembangan akarnya yang sedikit
  5. Untuk tanah tegalan atau darat
  6. Bila mengkhawatirkan akan terjadi pengikatan unsur hara oleh tanah dalam jumlah yang cukup besar

3. Ditempatkan dalam lubang

Pupuk dibenamkan ke dalam lubang di samping batang sejauh kurang lebih 10 cm dan ditutup dengan tanah. Untuk tanaman tahunan pupuk dibenamkan ke dalam lubang pupuk yang melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus dan terjauh (tajuk daun) dan ditutup kembali dengan tanah. Cara ini dilakukan dengan pertimbangan sama dengan cara larikan/barisan.


II. MEMUPUK DENGAN CARA DISEMPROTKAN KE DAUN TANAMAN (Spraying)

Pupuk yang dilarutkan ke dalam air dengan konsentrasi sangat rendah kemudian disemprotkan langsung kepada daun dengan alat penyemprot biasa (Hand Sprayer). Pada hamparan yang luas dapat digunakan pesawat terbang.

Sebelum memberikan pupuk ke daun ada beberapa hal yang dianggap mutlak diketahui dulu, yaitu:

  1. Konsentrasi larutan pupuk yang dibuat harus sangat rendah atau mengikuti petunjuk dalam kemasan pupuk. Jangan berlebihan, lebih baik kurang daripada berlebihan. Kalau konsentrasinya lebih rendah dari anjuran maka untuk mengimbanginya frekuensi pemupukan bisa dipercepat, misalnya dianjurkan 10 hari bisa dipercepat jadi seminggu sekali
  2. Pupuk daun disemprotkan ke bagian daun yang menghadap ke bawah. Hal ini disebabkan karena pada kebanyakan daun tanaman, mulut daun (stomata) umumnya menghadap ke bawah atau bagain punggung daun
  3. Pupuk hendaknya disemprotkan ketika matahari tidak sedang terik-teriknya. Paling ideal dilakukan sore atau pagi hari persis ketika matahari belum begitu menyengat. Kalau dipaksakan juga menyemprot ketika panas, pupuk daun itu banyak menguap daripada diserap oleh daun
  4. Penyemprotan pupuk daun jangan dilaksanakan menjelang musim hujan. Resikonya pupuk daun akan habis tercuci oleh air hujan dan lagipula pada saat seperti itu stomata sedang menutup
  5. Biasakanlah untuk membaca keterangan yang ada pada kemasan pupuk, karena disinilah kuncinya.

Pemberian pupuk daun bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian pestisida kalau dianggap perlu, atau bersamaan dengan zat perangsang seperti Dekamon atau Atonik berikut zat pebasah. Tetapi jangan sekali-kali memberikan pupuk daun bersamaan dengan pestisida yang mengandung zat perekat. sebab pupuk tersebut akan ikut lengket di permukaan daun tanpa bisa diserap. Akibat lebih lanjut ialah pupuk akan menyerap air daun dan daunpun akan rusak seperti terbakar.

Larangan mnyemprot daun tanaman:

  1. Setelah beberapa kali penyemprotan muncullah tunas baru yang nantinya menjadi ranting dan daun. Bila tunas telah muncul, penyemprotan dihentikan. Sebab tunas muda ini amat peka terhadap pupuk, apalagi kalau dosisnya melebihi dari yang dianjurkan. Tetapi bila nanti tunas baru itu telah berubah menjadi ranting dan daun yang cukup kuat (tak menampakkan gejala menumbuhkan daun muda lagi), barulah tanaman boleh disemprot lagi.
  2. Pada saat bunga mulai mekar penyemprotan harus dihentikan. Kalau tidak bunga bakal buah yang dinanti-nanti akan rontok semua dengan kata lain tanaman tadi akan keguguran. Ketika bunga sudah menjadi pentil, penyemprotan dengan pupuk daun boleh dilakukan lagi terutama hara P-nya tinggi, dengan catatan yang disemprot bukan buahnya tetapi tetap pada daunnya
  3. Satu lagi tanaman yang tidak bisa disemprot pupuk daun ialah tanaman yang baru dipindah ke lapangan. Karena tanaman itu masih terhitung masih muda dan lemas. Baru setelah tanaman mulai segar kembali atau pulih dari pengaruh pemindahan, pupuk daun bisa jalan lagi.
  1. Cara pemupukan dengan penyemprotan melalui daun dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai berikut:Unsur hara sulit diambil tanaman melalui akar tanah, misalnya tanaman yang tumbuh pada tanah berpasir atau tanah-tanah yang berbatu
  2. Bila unsur hara dibutuhkan tanaman dalam jumlah yang sangat sedikit (unsur hara mikro)
  3. Kondisi dan sifat fisik dari pupuk yang buruk
  4. Bila pemakaian pupuk dengan cara pemberian melalui akar tidak berhasil
  5. Pengaruh maksimum dari pupuk terhadap tanaman dapat diperoleh selama musim kering
-BY MASPARY-

Selasa, 04 Mei 2010

CARA MEMBUKTIKAN TANAMAN MEYERAP UNSUR HARA ATAU RACUN PESTISIDA

slobor Salam pertanian. Trik ini selalu saya gunakan untuk membuktikan ke petani bahwa semua tanaman pasti menyerap unsur hara atau racun pestisida yang diaplikasikan pada tanaman tersebut. Hal ini bertujuan agar petani tidak sembarangan dalam memberikan dosis dan jenis pupuk pada tanamannya. Selain itu juga bertujuan agar petani seminimal mungkin menggunakan pestisida dalam pengendalian hama penyakit dan agar petani tidak sembarangan dalam mengaplikasi suatu pestisida.

BAHAN DAN ALAT

  1. Gelas besar 2 buah
  2. Air putih jernih 2 liter
  3. Slobor 2 tangkai
  4. Pewarna biru/ merah secukupnya

CARA MEMBUKTIKAN

  1. Isi gelas dengan air putih sampai setengah
  2. Air di Gelas yang satu beri pewarna yang pekat
  3. Masukkan slobor ke masing- masing gelas
  4. Letakkan di tempat yang terkena terik matahari secara langsung
  5. Tunggu sampai 2 jam dan amati yang terjadi
  6. Slobor yang satu berwarna putih dan yang diberi pewarna akan berwarna biru/ merah

Nah gampang bukan? Tinggal kita menjelaskan kepada petani tentang kejadian tersebut. Ternyata slobor akan menyerap apa yang diberikan padanya, hal ini terbukti dari warna biru slobor yang dicelupkan kedalam air yang berwarna biru. Peristiwa ini juga terjadi pada semua tanaman, hanya mata kita saja yang tidak dapat melihat kejadian tersebut.

-by maspary-

Senin, 26 April 2010

SUMBER UNSUR HARA YANG DI GUNAKAN TANAMAN


Unsur hara yang digunakan tanaman untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya diperoleh dari beberapa sumber antara lain:

  1. BAHAN ORGANIK. Sebagian besar unsur hara terkandung didalam bahan organik. Sebagian dapat digunakan langsung oleh tanaman, sebagian lagi tersimpan untuk jangka waktu yang lebih lama. Bahan organik harus terdekomposisi (pelapukan) terlebih dahulu sebelum tersedia bagi tanaman.
  2. MINERAL ALAMI. Setiap jenis batuan mineral yang membentuk tanah mengandung bermacam-macam unsur hara. Mineral alami ini berubah menjadi unsur hara yang tersedia bagi tanaman setelah mengalami penghancuran oleh cuaca.
  3. UNSUR HARA YANG TERJERAP ATAU TERIKAT. Unsur hara ini terikat dipermukaan atau diantara lapisan koloid tanah dan sebagai sumber utama dari unsur hara yang dapat diataur oleh manusia. Unsur hara yang terikat ini biasanya tidak dapat digunakan oleh tanaman, karena pH-nya terlalu ekstrem atau terdapat ketidak seimbangan jumlah unsure ahara . Lewat pengaturan pH tanah, unsure hara ini dapat diubah menjai unsur hara yang tersedia bagi tanaman.
  4. PEMBERIAN PUPUK KIMIA. Secara tidak langsung pemberian pupuk kimia merupakan penambahan unsur hara kedalam tanah yang nantinya akan siap digunakan oleh tanaman untuk proses pertumbuhan dan perkembangannya.

-by maspary-


Minggu, 11 April 2010

FUNGSI UNSUR HARA DALAM PROSES PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN


Salam pertanian! Ketika kita memberi pupuk pada tanaman secara tidak langsung kita memberikan unsur hara pada tanaman tersebut. Jadi secara umum unsur hara berfungsi sebagai bahan makanan bagi tanaman. Setiap unsur hara berfungsi berbeda-beda dalam proses pertumbuhan dan perkembangan suatu tanaman. Secara singkat fungsi dari 16 unsur hara tersebut adalah:

1. Karbon (C)

Sebagai pembangun utama bahan organik

2. Oksigen

Sebagai pembangun bahan organik.

3. Hidrogen

Merupakan elemen pokok pembangunan bahan organik.

4. Nitrogen (N)

  • Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar.
  • Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam proses fotosintesis.
  • Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik.
  • Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan.
  • Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.
5. Fosfor
  • Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih/tanaman muda.
  • Mempercepat serta memperkuat pertumbuhan tanaman muda menjadi tanaman dewasa dan menaikkan prosentase bunga menjadi buah/biji.
  • Membantu asimilasi dan pernafasan sekaligus mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, biji atau gabah.
  • Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu.

6. Kalium (K)

  • Membantu pembentukan protein dan karbohidrat.
  • Berperan memperkuat tubuh tanaman, mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman, agar daun, bunga dan buah tidak mudah gugur.
  • Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan penyakit.
  • Meningkatkan mutu dari biji/buah.

7. Kalsium (Ca)

  • Merangsang pembentukan bulu-bulu akar
  • Berperan dalam pembuatan protein atau bagian yang aktif dari tanaman
  • Memperkeras batang tanaman dan sekaligus merangsang pembentukan biji
  • Menetralisir asam-asam organik yang dihasilkan pada saat metabolisme
  • Kalsium yang terdapat dalam batang dan daun dapat menetralisirkan senyawa atau suasana keasaman tanah

8. Magnesium (Mg)

  • Magnesium merupakan bagian tanaman dari klorofil
  • Merupakan salah satu bagian enzim yang disebut Organic pyrophosphatse dan Carboxy peptisida
  • Berperan dalam pembentukan buah

9. Belerang (Sulfur = S)

  • Berperan dalam pembentukan bintil-bintil akar
  • Merupakan unsur yang penting dalam beberapa jenis protein dalam bentuk cystein, methionin serta thiamine
  • Membantu pertumbuhan anakan produktif
  • Merupakan bagian penting pada tanaman-tanaman penghasil minyak, sayuran seperti cabai, kubis dan lain-lain
  • Membantu pembentukan butir hijau daun

10. Besi (Fe)

  • Zat besi penting bagi pembentukan hijau daun (klorofil)
  • Berperan penting dalam pembentukan karbohidrat, lemak dan protein
  • Zat besi terdapat dalam enzim Catalase, Peroksidase, Prinodic hidroginase dan Cytohrom oxidase

11. Mangan (Mn)

  • Diperlukan oleh tanaman untuk pembentukan protein dan vitamin terutama vitamin C
  • Berperan penting dalam mempertahankan kondisi hijau daun pada daun yang tua
  • Berperan sebagai enzim feroksidase dan sebagai aktifator macam-macam enzim
  • Berperan sebagai komponen penting untuk lancarnya proses asimilasi
12. Tembaga (Cu)
  • Diperlukan dalam pembentukan enzim seperti: Ascorbic acid oxydase, Lacosa, Butirid Coenzim A. dehidrosenam
  • Berperan penting dalam pembentukan hijau daun (khlorofil)

13. Seng (Zincum = Zn)

  • Dalam jumlah yang sangat sedikit dapat berperan dalam mendorong perkembangan pertumbuhan
  • Diperkirakan persenyawaan Zn berfungsi dalam pembentukan hormon tumbuh (auxin) dan penting bagi keseimbangan fisiologis
  • Berperan dalam pertumbuhan vegetatif dan pertumbuhan biji/buah

14. Molibdenum (Mo)

  • Berperan dalam mengikat (fiksasi) N oleh mikroba pada leguminosa
  • Sebagai katalisator dalam mereduksi N
  • Berguna bagi tanaman jeruk dan sayuran

15. Boron (Bo)

  • Bertugas sebagai transportasi karbohidrat dalam tubuh tanaman
  • Meningkatkan mutu tanaman sayuran dan buah-buahan
  • Berperan dalam pembentukan/pembiakan sel terutama dalam titik tumbuh pucuk, juga dalam pembentukan tepung sari, bunga dan akar
  • Boron berhubungan erat dengan metabolisme Kalium (K) dan Kalsium (Ca)
  • Unsur hara Bo dapat memperbanyak cabang-cabang nodule untuk memberikan banyak bakteri dan mencegah bakteri parasit

16. Khlor (Cl)

  • Memperbaiki dan meninggikan hasil kering dari tanaman seperti: tembakau, kapas, kentang dan tanaman sayuran

Sabtu, 10 April 2010

PENGGOLONGAN UNSUR HARA TANAMAN


Salam pertanian! Unsur hara adalah unsur kimia yang dibutuhkan tanaman untuk proses pertumbuhannya baik itu vegetatif maupun generatif. Jadi unsur hara adalah makanan bagi tanaman. Pada dasarnya unsur hara tanaman digolongkan menjadi dua golongan yaitu :
  • Unsur Hara Makro (unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar)
=>Unsur hara makro primer yang meliputi unsur: C (Carbon), H (Hidrogen), O (Oksigen), N (Nitrogen), P (Phospat) dan K (Kalium).
=>Unsur hara makro sekunder yang meliputi unsur: Ca (Calsium), Mg (Magnesium) dan S (Sulfur)
  • Unsur Hara Mikro (unsur hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah kecil)
Unsur hara mikro meliputi unsur: Zn (Seng), Fe (Besi), Mn (Mangan), Cu (Tembaga), B (Boron), Mo (Molibdenum dan Cl (Khlor)
Untuk fungsi dari masing-masing unsur hara tersebut bagi tanaman akan saya postingkan di lain waktu.


-by maspary-

Jumat, 09 April 2010

PROSES PERTUMBUHAN TANAMAN


Pada dasarnya semua makhluk hidup yang diciptakan oleh Tuhan akan mengalami proses tertumbuhan dan perkembangan. Tidak terkecuali pada tanaman. Tujuan utama proses pertumbuhan dan perkembangan tidak lain dan tidak bukan adalah untuk mempertahankan kehidupan dari generasi ke generasi.

Pada proses pertumbuhan tanaman, salah satu proses terpenting yang terjadi dialam adalah proses fotosintesis. Dalam proses ini karbondioksida (CO2) dan air (H2O) didalam sel klorofil bereaksi dengan bantuan radiasi matahari untuk memproduksi gula. Gula yang terbentuk dapat digunakan oleh tanaman untuk memproduksi energi melalui proses respirasi (pernafasan). Selain itu gula juga berfungsi untuk membentuk sel atau jaringan tubuh yang baru (proses asimilasi) atau dapat diubah menjadi pati,lemak,dan protein sebagai cadangan makanan yang disimpan diakar,ranting,daun buah dan biji.

Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman, proses fotosintesis harus dibuat menjadi lebih efisien. Hal ini dapat dilakukan dengan memperbaiki kelembapan tanah(menurunkan tingkat stress akibat kekeringan),meningkatkan penyerapan energi surya dan CO2,serta menyediakan nutrisi yang diperlukan dalam proporsi yang benar dan tepat.

Umumnya tahap pertumbuhan tanaman dibagi menjadi 2 fase, yakni fase vegetatif dan fase generatif.
FASE VEGETATIF : Terjadi pada perkembangan akar,daun dan batang baru,terutama saat awal pertumbuhan atau setelah masa berbunga atau berbuah. Pada fase ini terjadi tiga proses penting,yakni pembelahan sel, perpanjangan sel, dan tahap pertama dari diferensiasi sel.

FASE GENERATIF : atau fase reproduktif terjdi pada pembentukan dan perkembangan kuncup-kuncup bunga,bunga,buah dan biji. Dapat juga terjadi pada pembesaran dan pendewasaan struktur penyimpanan makanan, akar-akar dan batang yang berdaging. Proses penting ynag berlangsung pada fase generatif meliputi pembuahan sel-sel yang secara relative berjumlah sedikit; pendewasaan jaringan; penebalan serabut-serabut; pembentukan hormone untuk perkembangan kuncup bunga,bunga,buah dan biji; perkembangan alat-alat penyimpanan; dan pembentukan koloid-koloid hidrofilik(koloid yang dapat menahan air).

-maspary-