Minggu, 20 Juni 2010

PESTISIDA NABATI / ORGANIK (DAUN SIRSAK MENGENDALIKAN HAMA TRIPS, WERENG COKLAT, BELALANG DAN ULAT)

DAUN SIRSAK Salam pertanian! Daun sirsak mengandung bahan aktif annonain dan resin. Pestisida nabati daun sirsak efektif mengendalikan hama trips. Jika ditambahkan daun tembakau daun sirsak akan efektif mengendalikan hama belalang dan ulat. Sedangkan jika ditambahkan jeringau dan bawang putih akan efektif mengendalikan hama wereng coklat.

Rimpang jeringau mengandung bahan aktif arosone, kalomenol, kalomen, kalameone, metil eugenol yang jika dikombinasi dengan bahan aktif daun sirsak akan efektif mengendalikan hama wereng. Sedangkan tembakau mengandung bahan aktif nikotin yang jika dikombinasi dengan bahan aktif yang terkandung dalam daun sirsak akan efektf mengendalikan hama ulat dan belalang.

Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak sebagai pengendali hama trips:

  1. Tumbuk 100 lembar daun sirsak
  2. Rendam dalam 5 liter air dan tambahkan 15 gr detergen
  3. Diamkan sehari semalam
  4. Saring larutan tersebut dengan kain
  5. Encerkan setiap liter larutan dalam 10 liter air
  6. Larutan semprot siap digunakan

Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak + jeringau + bawang putih untuk mengendalikan hama wereng coklat:

  1. Tumbuk halus segenggam daun sirsak, segenggam jeringau dan 20 siung bawang putih
  2. Rendam bahan-bahan tersebut dengan 20 liter air yang telah ditambahkan 20 gr detergen selama 2 hari.
  3. Saring larutan tersebut dengan kain
  4. Larutan tersebut siap digunakan

Cara pembuatan pestisida nabati daun sirsak + daun tembakau untuk mengendalikan hama belalang dan ulat:

  1. 50 lembar daun sirsak dan segenggam daun tembakau ditumbuk sampai halus
  2. Rendam bahan�bahan tersebut dalam 20 lt air yang telah diberi 20 gr detergen selama semalam
  3. Saring larutan tersebut dengan kain
  4. Larutan siap digunakan dan disemprotkan ke tanaman

-by maspary-

Sabtu, 19 Juni 2010

DOWNLOAD FORM KONTRAK KERJA THL-TBPP 2007 (ANGKATAN I) DAN PETUNJUK PENGISIANNYA UNTUK MASA KERJA TAHUN 2010


Salam Pertanian ! Pasti kabar perpanjangan kontrak kerja rekan-rekan THL-TBPP angkatan 2007 sudah lama dinanti-nantikan. Silahkan download file kontrak kerja THL-TBPP angkatan 2007 dan petunjuk pengisiannya untuk masa kerja tahun 2010.


PENGUMUMAN
Nomor : 327/PU.210/J.4/06/2010

TENAGA HARIAN LEPAS-TENAGA BANTU (THL-TB) PENYULUH PERTANIAN DALAM RANGKA INFORMASI PERKEMBANGAN THL-TB PENYULUH PERTANIAN ANGKATAN I TAHUN 2010 :

Sumber: www.deptan go.id

Semoga file-file tersebut bermanfaat bagi rekan-rekan THL-TBPP.

-by maspary-

THL-TBPP AKAN DI CPNS KAN (BUKAN ANGIN SURGA)


Salam pertanian! Ada info yang sangat menyejukkan jiwa kita selaku THL Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian. Disaat kita sangat merindukan kabar keberlanjutan angkatan I tiba - tiba kita mendapatkan informasi tentang akan diangkatnya kita (THL-TBPP) menjadi CPNS. Hal itu sangatlah menjadi harapan setiap personil THL-TBPP. Smoga kabar tersebut bukanlah hanya sekedar angin surga belaka yang ditiupkan oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian, Ato Suprapto.

Berita selengkapnya adalah sebagai berikut:

Kabar baik datang untuk 24.608 Tenaga Harian Lepas (THL) pertanian. Pemerintah dan DPR akhirnya memutuskan para penyuluh pertanian kontrak tersebut diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

''Pengangkatannya secara bertahap sesuai formasi yang diberikan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara setiap tahunnya,'' ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Pertanian, Ato Suprapto, di Jakarta, Kamis (17/6).

Ato menerangkan, saat ini ada 24.608 THL yang menunggu nasib masa depan mereka setelah masa kontraknya berakhir. Para THL tersebut dikontrak selama tiga tahun sejak 2007 lalu oleh Menteri Pertanian, Anton Apriyantono. Sebanyak 5.495 THL angkatan pertama yang dikontrak sudah habis masa kontraknya pada akhir 2009.

Sedangkan 9.466 THL angkatan kedua dan 9.591 THL angkatan ketiga akan berakhir masa kontrak mereka berturut-turut pada akhir tahun ini dan akhir tahun 2011 mendatang. Ato menjelaskan, selama menunggu proses CPNS, para THL angkatan pertama akan menerima kontrak baru terhitung bulan Juni 2010. ''Jadi kontraknya nanti hanya tujuh bulan dari Juni sampai Desember,'' ungkapnya.

Adapun untuk perbaharuan kontrak THL angkatan kedua dan ketiga, kata Ato, anggarannya sudah tersedia dan tinggal penandatanganan ulang. Dikatakan, proses keputusan mengangkat THL menjadi CPNS sebenarnya sudah berlangsung lama. Namun pembahasan yang alot di Komisi IV, Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Badan Anggaran DPR, memang memerlukan waktu yang cukup sehingga bisa dihasilkan keputusan yang baik. ''Masalahnya ini menyangkut anggaran dan kuota CPNS setiap tahunnya,'' ujarnya.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--

-by maspary-

Jumat, 18 Juni 2010

MEMBUAT KECAP DARI KEDELAI

kecap 4 Makan bakso tanpa kecap tidak sedap tentunya, apalagi sate jika tanpa kecap lebih tidak enak lagi. Begitu akrabnya yang namanya kecap di bibir kita namun tahukah anda dari apakah bahan pembuatan kecap itu? yach�. kedelai.

Secara umum, kedelai dapat diolah menjadi: tempe, keripik tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lainnya. Proses pengolahan kedelai menjadi berbagai makanan pada umumnya merupakan proses yang sederhana, dan peralatan yang digunakan cukup dengan alat-alat yang biasa dipakai di rumah tangga. Jika anda ingin belajar membuat kecap silakan baca tulisan dibawah ini sampai selesai.

BAHAN:
1 kg kedelai putih atau hitam
3 gr ragi tempe
3 lbr daun salam
2 btg serai
3 Daun jeruk 1 lembar
4 cm lengkuas
1 sdt pokak
6 kg gula merah
1 ½ lt air untuk melarutkan gula merah
800 gr garam untuk 4 liter air

CARA MEMBUAT:

  1. Cuci kedelai dan rendam dalam 3 liter air selama satu malam. Kemudian rebus sampai kulit kedelai menjadi lunak. Tiriskan, dinginkan di tampah.
  2. Beri ragi tempe pada kedelai yang didinginkan. Aduk hingga rata dan simpan pada suhu ruang (25-30° Celcius) selama 3-5 hari.
  3. Setelah kedelai ditumbuhi jamur yang berwarna putih merata, tambahkan larutan garam. Tempatkan dalam suatu wadah dan biarkan selama 3-4 minggu pada suhu ruang. Batas maksimum proses penggaraman adalah dua bulan.
  4. Segera tuangkan air bersih, masak hingga mendidih lalu saring.
  5. Masukkan kembali hasil saringan, tambahkan gula merah dan bumbu-bumbu. Bumbu ini (kecuali daun salam, daun jeruk dan serai) digiling halus dulu dan campur hingga rata. Banyaknya pemakaian gula merah tergantung untuk kecap asin atau kecap manis (lihat: catatan).
  6. Setelah semua bumbu dicampurkan ke dalam hasil saringan, masak sambil terus diaduk-aduk. Perebusan dihentikan apabila sudah mendidih dan tidak berbentuk buih lagi.
  7. Setelah adonan tersebut masak, dinginkan dan saring dengan kain saring.
  8. Kecap siap untuk dikemas.

CATATAN:

  • Penambahan gula merah untuk kecap manis setiap 1 ltr hasil saringan membutuhkan 2 kg gula merah.
  • Penambahan gula merah untuk kecap asin setiap 1 ltr hasil saringan membutuhkan 2 -2 ons gula merah.
  • Pemberian ragi harus sesuai jumlahnya dengan banyaknya kedelai, agar tidak menimbulkan kegagalan jamur yang tumbuh.
  • Setelah direbus dan ditiriskan, kedelai harus didinginkan dengan sempurna. Bila tidak ragi yang ditebarkan di atasnya akan mati.
  • Bahan baku untuk pembuatan kecap, selain dari kacang kedelai dapat juga dari biji kecipir, dengan proses pembuatan yang sama.

    -by maspary-

  • PRODUKSI PADI ORGANIK VS PADI KIMIA

    padi organik Salam pertanian! Postingan kali ini hanya merupakan sekelumit perbandingan antara produksi padi organik dan produksi padi kimia. Ternyata jika dibudidayakan dengan tekun tanaman padi organik bisa berproduksi mengimbangi padi yang menggunakan pupuk kimia.

    Perbandingan ini diperoleh dari demplot yang dilakukan oleh PT. Dupont pada lahan milik Bp. Hamid Awaludin dengan alamat Dusun Congot, Desa Kaliori Kec Kalibagor Kab Banyumas Jawa Tengah.

    Benih yang digunakan pada demplot kali ini adalah padi Hibrida Varietas PP1. Umur tanam pada saat pesemaian berumur 18 Hss. Jarak tanam yang digunakan adal 25 X 25 cm dikombinasi dengan sistem jajar legowo. Keduanya non aplikasi pestisida.

    Pupuk yang digunakan pada lahan padi organik adalah menggunakan pupuk kandang dengan dosis 1 ton/ Ha selama 4 musim (2 tahun) berturut-turut. Sedangkan pupuk kimia yang digunakan adalah Urea 100 kg/ ha ditambah NPK Ponska 300 kg/ ha.

    Sebenarnya dalam demplot ini belum bisa kita tegorikan organik 100% karena masih ada aliran air dari sawah sebelah yang mengandung pupuk dan pestisida kimia. Namun demikian yang menjadi inti tulisan kali ini adalah bahwa ternyata setelah berjalan 2 tahun menggunakan sistem tanam organik sudah terasa hasilnya. Sekarang Bp. Hamid sudah tidak kebingungan lagi dengan harga urea yang mahal dan kelangkaan pupuk urea.

    Hasil ubinan yang dilakukan oleh PPL Kec Kalibagor menunjukkan padi organik bisa berproduksi 4,9 kg/ ubin (7,84 ton/ha), sedangkan padi kimia menunjukkan 5 kg/ ubin (8 ton/ ha). Yah memang lebih tinggi sedikit kimia jika dibanding dengan organik. Tetapi disini kami belum membandingkan secara kwalitas, dimana padi organik memiliki penampilan gabah yang lebih bersih dan mengkilap jika dibandingkan dengan padi kimia. Namun mohon maaf kami belum sampai mengukur rendemen dari masing-masing gabah tersebut.

    Inti dari tulisan ini adalah mari kita tingkatkan pengembangan pertanian organik karena dari hasil demplot tersebut menunjukkan adanya bukti harapan tentang berkembangnya pertanian organik di Indonesia. Pada petani tanaman padi yang selalu kekurangan urea terbukti walaupun tanpa urea ternyata tanaman padi mampu berproduksi lumayan bagus. Jadi mulai detik ini mari kita buka pikiran dan hati kita untuk selalu mengutamakan organik demi kelestarian pertanian, lingkungan dan diri kita.

    -by maspary-

    Kamis, 17 Juni 2010

    BUDIDAYA KACANG PANJANG YANG EFEKTIF

    kacang panjang Salam pertanian! Kacang panjang ( Vigna spp.). di Indonesia merupakan mata dagangan sehari-hari. Pendayagunaan kacang panjang sangat beragam, yakni dihidangkan untuk berbagai masakan mulai dari bentuk mentah sampai masak. Prospek ekonomi dan sosial kacang panjang sangat cerah, sehingga budidaya kacang panjang cukup menjanjikan.

    Dalam tahun-tahun terakhir banyak permintaan baik dalam maupun luar negeri, dimana permintaan tersebut belum terpenuhi. Kacang panjang juga dipromosikan sebagai sumber protein dan mineral. Dengan demikian sayuran ini menarik perhatian konsumen yang mengerti arti nilai gizi dan kualitas makanan.

    Sentra penanaman kacang panjang di Indonesia didominasi oleh Pulau Jawa terutama Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DI Aceh, Sumatra Utara, Lampung dan Bengkulu.

    Klasifikasi botani tanaman kacang panjang adalah sebagai berikut:
    a) Divisi : Spermathophyta
    b) Sub Divisi : Angiospermae
    c) Class : Dycotyledoneae
    d) Ordo : Leguminales
    e) Famili : Papiolinaceae
    f) Genus : Vigna
    g) Spesies : Vigna spp.

    Tanaman ini membentuk bintil akar yang memfiksasi nitrogen, sehingga pemupukan N untuk tanaman ini dapat dikurangi.

    Spesies kacang panjang yang umum dibudidayakan antara lain:

    1. Kacang panjang tipe merambat (V. sinensis var. sesquipedalis) yang kita kenal sebagai kacang panjang biasa. Varietas yang ditanam adalah varietas unggul KP1 dan KP2, varitas lokal Purwokerto, no 1494 Cikole, Subang, Super Subang , Usus hijau Subang dll.
    2. Kacang panjang tipe tegak yaitu kacang tunggak/tolo/dadap/sapu (V. unguiculata L.), dan kacang uci/ondel (V. umbellata ). Varitas unggul adalah KT1, KT2, KT3.
    3. Kacang panjang hibrida (V. sinensis ssp. Hybridus) seperti kacang bushitao. Varitas yang dirilis adalah No. 10/a, 12/a, 13/a, 14/a, 17/a, 18/a dan EG BS/2.

    SYARAT PERTUMBUHAN

    Iklim

    a) Suhu idealnya antara 20-30 derajat C.
    b) Tempat terbuka (mendapat sinar matahari penuh).
    c) Iklimnya kering, curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun.

    Media Tanam

    a) Hampir semua jenis tanah cocok untuk budidaya kacang panjang, tetapi yang paling baik adalah tanah Latosol/lempung berpasir, subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik.
    b) Tanah kemasaman (pH) sekitar 5,5-6,5. Bila pH terlalu basa (diatas pH 6,5) menyebabkan pecahnya nodula-nodula akar.

    Ketinggian Tempat

    Tanaman ini tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah dan dataran tinggi � 1500 m dpl, tetapi yang paling baik di dataran rendah. Penanaman di dataran tinggi, umur panen relatif lama dari waktu tanam, tingkat produksi maupun produktivitasnya lebih rendah bila dibanding dengan dataran rendah. Ketinggian optimum adalah kurang dari 800 m dpl.

    TEKNIK BUDIDAYA YANG EFEKTIF

    Pembibitan

    Persyaratan Bibit
    Bibit kacang panjang yang baik dan bermutu adalah sebagai berikut: Penampilan bernas/kusam, daya kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg.

    Penyiapan Bibit
    Benih tidak usah disemaikan secara khusus, tetapi benih langsung tanam pada lubang tanam yang sudah disiapkan.

    Pengolahan Tanah

    Pembentukan Bedengan

    Lahan dibersihkan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak sedalam 30 cm hingga tanah menjadi gembur. Buat parit keliling, biarkan tanah dikeringkan selama 15-30 hari. Setelah 30 hari buatlah bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30 cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak antara guludan 30-40 cm.

    Teknik Penanaman

    Penentuan Pola Tanam
    Jarak lubang tanam untuk tipe merambat adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm, 30 x 40 cm. Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan, tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai.

    Cara Penanaman
    Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam sebanyak 2 biji, tutup dengan tanah tipis/dengan abu dapur.

    Pemeliharaan Tanaman

    Penyulaman
    Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari kemudian. Benih yang tidak tumbuh segera disulam.

    Penyiangan
    Penyiangan dilakukan pada waktu tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam, tergantung pertumbuhan rumput di kebun. Penyiangan dengan cara mencabut rumput liar/membersihkan dengan alat kored.

    Pemangkasan/Perempalan
    Kacang panjang yang terlalu rimbun perlu diadakan pemangkasan daun maupun ujung batang. Tanaman yang terlalu rimbun dapat menghambat pertumbuhan bunga.

    Pemupukan

    1. Pupuk Dasar

      Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang terletak di kiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan untuk satu tanaman tergantung dari kondisi lahan, sebaiknya kacang panjang tidak menggunakan urea tapi cukup pupuk Za 50/ ha kg dan NPK 100 kg/ha.

    2. Pupuk Susulan
      Pupuk susulan tanaman kacang panjang tipe merambat, diberikan 4 minggu setelah tanam, pupuk berupa NPK 100 kg/ha.

    Pengairan
    Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda, penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung musim.

    Hama dan Penyakit

    Hama

    1. Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
      Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun, pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman yang bukan dari famili kacang-kacangan dan pemberian regent G pada saat tanam kacang.
    2. Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
      Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk tanaman dan berperan sebagai vektor virus. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-kacangan dan penyemprotan dengan
    3. Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
      Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat di musim kemarau, juga menyerang polong. Pengendalian: dengan peraikan kultur teknis, rotasi tanaman, penanaman serempak, perangkap hama kimiawi dan insektisida virtako.
    4. Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
      Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%. Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
    5. Ulat bunga ( Maruca testualis)
      Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian memakan polong. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman. Disemprot dengan insektisida proclaim.

    Penyakit

    1. Antraknose
      Penyebab: jamur Colletotricum lindemuthianum. Gejala: serangan dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum ditanam dengan fungisida Dithane M-45
    2. Penyakit mozaik
      Penyebab: virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV. Gejala: pada daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun. Pengendalian: dengan menggunakan benih yang sehat dan bebas virus, disemprot dengan insektisida yang efektif untuk kutu daun dan tanaman yang terserang dicabut dan dibakar.
    3. Penyakit sapu
      Penyebab: virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt Virus. Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun. Pengendalian: sama dengan pengendalian penyakit mosaik.
    4. Layu bakteri
      Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum E.F. Smith. Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyebakan tanaman mati. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan drainase dan mencabut tanaman yang mati.

    Panen

    Ciri dan Umur Panen

    Panen kacang panjang dibedakan dua macam, yaitu panen polong muda dan polong tua atau biji-bijinya.

    1. Panen polong muda
      Ciri-ciri polong yang siap dipanen adalah ukuran polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak menonjol Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman siap panen 3,5-4 bulan
    2. Panen polong tua
      Ciri-ciri kacang tunggak yang siap panen adalah polong-polongnya telah cukup tua, biji-biji menonjol dan kulit luar berwarna hijau kekuningan. Umur panen 3-3,5 bulan dan waktu panen pada pagi/sore hari.

    Cara Panen

    Cara panen pada tanaman kacang panjang tipe merambat dengan memotong tangkai buah dengan pisau tajam. Sedangkan untuk kacang pancang tipe tegak dengan cara mencabut/memotong pangkal batang tanaman setinggi 10-15 cm dari permukaan tanah.

    Perkiraan Produksi
    Produksi polong muda per satuan luas dapat mencapai minimal 2,0 ton/ha, tergantung varietasnya. Pada varietas KP-I dapat mencapai 6,2 ton/ha dan KP-2 sebesar 2,1 ton/ha. Dan produksi kacang panjang tipe tegak berkisar antara 2,0-5,0 ton biji kering.

    Pascapanen

    Pengumpulan
    Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat penampungan, lalu dicuci dan ditiriskan. Untuk polong tua setelah dikumpulkan, lalu polong dikeringkan dengan cara dijemur sampai kadar air 12-14%.

    Penyortiran

    Memisahkan polong muda yang baik dengan yang rusak. Untuk sasaran pasar ekspor, kriteria mutu polong muda yaitu ukuran polong minimal 20 cm, tingkat ketuaan polong tergolong muda, penampakan biji tidak menonjol dan warna hijau dan segar. Sedangkan untuk polong tua yang sudah kering dipisahkan dari kulit polong, dan biji dikeringkan sampai 12%-14% kadar airnya.

    Penyimpanan
    Untuk mempertahankan kesegaran polong, penyimpanan sementara sebelum dipasarkan sebaiknya di tempat teduh. Penggunaan remukan es/lemari pendingin, sedangkan polong tua disimpan di dalam kaleng dan diletakkan di tempat yang kering dan sirkulasi udara baik.

    Pengemasan dan Pengangkutan

    Polong kacang panjang diikat dengan bobot maksimal 1 kg. Ikatan dikemas dalam karung goni yang berventilasi/dikemas dalam kantong plastik polytelyne. Alat angkut yang digunakan dapat dengan cara dipikul, menggunakan jasa kendaraan/alat transportasi lainnya. Untuk polong tua dikemas dalam kaleng yang ditutup rapat. Sebelum dimasukkan ke dalam wadah sebaiknya dicampur dulu dengan minyak jagung supaya terhindar dari hama penggerek biji.

    Penanganan dalam pengemasan kacang panjang dalam bentuk polong tua adalah sebagai berikut:
    a) Campurkan biji kacang dengan minyak jagung (10 cc/kg biji).
    b) Biji kacang ditempatkan dalam wadah bersih dan ditutup rapat.
    c) Biji kacang disimpan di ruangan yang kering dan bersih.

    Rabu, 16 Juni 2010

    PESTISIDA NABATI (DAUN PEPAYA PENGENDALI HAMA ULAT DAN PENGHISAP)

    daun pepaya Dalam beberapa topik yang lalu kita telah membahas tentang pestisida nabati untuk mengendalikan hama tikus, kali ini kita akan kembali membahas tentang pestisida nabati. Yaitu tentang manfaat daun pepaya sebagai pengendali hama ulat dan penghisap tanaman. Memang ragam dan cara pembuatan pestisida nabati sangat banyak sehingga hal ini akan sangat memudahkan kita untuk memilih salah satunya untuk kita buat dan kita aplikasikan.

    Dasar pembuatan pestisida nabati dari daun pepaya ini berdasarkan pengamatan penulis terhadap tanaman pepaya yang berada di sekitar rumah. Dari pengamatan tersebut ternyata hampir tidak ada daun pepaya yang rusak akibat serangan ulat maupun hama lain. Dapat simpulkan bahwa daun pepaya mengandung zat yang membuat ulat atau hama lain tidak menyukainya. Untuk pembuatan pestisida nabati tersebut caranya sebagai berikut.

    Alat dan bahan:

    1. Daun pepaya 1 kg
    2. Air 10 lt
    3. 2 sendok makan minyak tanah
    4. 30 gr detergen
    5. Saringan dari kain
    6. Ember

    Cara Membuat dan Aplikasi:

    1. Daun pepaya dipotong-potong lembut atau dihaluskan
    2. Semua bahan dicampur kemudian direndam selama 1 malam
    3. Esok pagi larutan tersebut saring dengan kain halus
    4. Cairan tersebut siap disemprotkan ke tanaman

    -by maspary-